Dukung Natal Nasional Sederhana, Sentil Bencana Alam Sumatera, Sammy: Bantuan Harus Tepat Sasaran



MANADO, Radarmanadoonline.com-Koreografer senior sekaligus desainer Sammy Pantouw, sangat mendukung pelaksanaan perayaan Natal Yesus Kristus nasional 2025, yang berlangsung di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, 5 Januari 2026. Menjelang perayaan Natal Yesus Kristus nasional 2025, Presiden RI Prabowo Subianto berpesan agar digelar secara sederhana, tidak berlebihan, serta lebih menekankan pada kegiatan bantuan sosial. Pesan Presiden RI Prabowo Subianto itu disampaikan oleh Ketua Umum Panitia perayaan Natal Yesus Kristus Nasional 2025, Maruarar Sirait. “Bapak Presiden ingin Natal tahun ini lebih membumi, tidak mewah, dan memperbanyak kegiatan sosial,” ujar Maruarar Sirait saat rapat panitia di Jakarta, belum lama ini. Pesan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut juga disambut positif oleh Sammy Pantouw yang juga Product Development Cofo Indonesia. Dia merespons positif sekaligus mengapresiasi pelaksanaan acara memperingati hari Kelahiran Sang Juru Selamat manusia ini. Sammy yang pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Mode Susan Budihardjo dan Sekolah Modeling Okky Asokawati, Jakarta, juga menyentil bencana alam yang menerjang Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar), menjelang Natal Yesus Kristus 25 Desember 2025. “Saya pribadi mendukung jika perayaan Natal nasional lebih ditekankan pada bantuan sosial. Terutama, untuk umat yang merayakan Natal Yesus Kristus di pulau Sumatera yang sedang tertimpa bencana,” kata Sammy kepada radarmanadoonline.com, di Galery Cofo Indonesia, Tikala Kumaraka, Selasa (5/12/2025). Sammy yang juga pernah gabung di Sekolah Pengembangan Diri Duta Bangsa Mien Uno dan Public Speaking Talk Inc Becky Tumewu, Jakarta, juga mengapresiasi panitia yang mengundang anak yatim piatu, guru agama Kristen-Katolik, dan guru Sekolah Minggu. Mereka yang diundang ini akan menerima bantuan Rp1 juta dan paket bantuan. “Apapun itu bentuk bantuannya, yang paling penting harus tepat sasaran dan tepat guna. Artinya, harus sampai kepada mereka yang betul-betul layak mendapatkan bantuan,” tegasnya. Sammy berharap, perayaan Natal Yesus Kristus Nasional 2025, berlangsung dengan baik dan sukses. “Harapannya, dalam perayaan Natal Yesus Kristus nasional ini mari kita asah empati perlakukan orang lain seperti layaknya kita Ingin diperlakukan, selalu berusaha memancarkan energi positif,” ucapnya. Seperti diberitakan, Perayaan Natal Yesus Kristus nasional 2025, berlangsung di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta, 5 Januari 2026. Presiden Prabowo Subianto bakal hadir di acara ini. Maruarar Sirait yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman menerangkan, perayaan Natal Yesus Kristus Nasional 2025, mengusung tema besar dengan mengacu pada tema Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1 : 21–24). Dikatakan Maruarar, tema tersebut dipilih karena panitia melihat banyak pergumulan keluarga Indonesia. Mulai dari persoalan ekonomi, judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga masalah sosial lainnya. Perayaan Natal Yesus Kristus Nasional 2025, bakal dihadiri sekitar 5 ribu orang. Perayaan Natal Yesus Kristus Nasional 2025, juga akan menghadirkan unsur sosial yang kuat. Panitia mengundang 500 koster Gereja, 500 anak yatim piatu, 500 guru agama Kristen-Katolik, dan 500 guru Sekolah Minggu. Semua undangan tersebut masing-masing menerima bantuan Rp1 juta. “Acara Natal ini pada intinya adalah kegiatan sosial,” sebut Maruarar. Dia menambahkan, perayaan akan diisi penampilan teater singkat dari PGI dan KWI, serta berharap panggung diisi artis daerah yang belum populer namun aktif berkarya, termasuk dari Papua, Medan dan lainnya. Selain acara utama di Jakarta, panitia menyiapkan bantuan untuk 10 titik daerah, termasuk Mentawai dan Papua serta daerah lainnya. Setiap titik akan menerima bantuan Rp1 miliar serta 10 ribu paket kebutuhan. Maruarar menegaskan, seluruh pendanaan Natal Nasional dihimpun melalui gotong royong, tanpa mengambil dana dari APBN maupun BUMN. Dia berharap, alokasi dana dapat diarahkan 30 persen untuk perayaan dan 70 persen untuk aksi sosial.(kpc/axm)


