24.9 C
Manado
Jumat, April 24, 2026
spot_img
Beranda Nasional 4 Juta Ibu Hamil Bakal Diberi Makan Bergizi Gratis, Hashim: Tingkatkan Ranking...

4 Juta Ibu Hamil Bakal Diberi Makan Bergizi Gratis, Hashim: Tingkatkan Ranking Pendidikan Indonesia 

JAKARTA-Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo menegaskan Pemerintah Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka optimistis,  program makan bergizi gratis mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Menurut Hashim, program ini adalah investasi di bidang pendidikan. “Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Saya optimis ini berjalan dengan baik, program (makan bergizi gratis, red) inI adalah investasi untuk meningkatkan ranking pendidikan Indonesia di mata internasional,” kata Hashim di acara Dialog Nasional Program Makanan Bergizi Wujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 dan Peresmian Forum Masyarakat Indonesia Emas, di Gedung LPP RRI, Jakarta, dalam keterangannya, Sabtu (3/8/2024).

Hashim mengatakan, telah melaporkan kepada Presiden RI terpilih Prabowo Subianto, data Kementerian Kesehatan bahwa ada 41 persen atau sekitar 18 juta anak di Indonesia pergi sekolah dengan perut kosong. Data lain juga mengungkapkan anak-anak prasekolah di Indonesia sebanyak 30 juta orang yang diduga tidak mendapatkan sarapan. Dia mengatakan, menangani masalah stunting harus memberikan nutrisi cukup sejak anak masih di dalam rahim. Sementara itu, ada 4 juta ibu hamil yang akan diberikan makan gratis bersama dengan anak sekolahan. “Maka 4 juta ibu-ibu yang hamil juga segera akan kita berikan makan gratis. Program (makan bergizi gratis, red) inI adalah wujud kepedulian dan dari perhatian masyarakat atas nasib bangsa kita. Sebentar lagi diserahkan kepada pimpinan nasional baru Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka ” tuturnya. Sementara itu, politisi partai Golkar, Melli Darsa, sepakat Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka adalah upaya mempersiapkan generasi emas 2045. “Pertarungan intelektual, kapasitas dan kualitas SDM manusia pada saat itu akan sangat kompetitif. Karena itu, Indonesia wajib menyiapkan sejak dini SDM manusia yang mampu berdaya saing tinggi,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Presiden Harvard Club of Indonesia (HCI) itu.

Melli menuturkan,  problem utama ketertinggalan SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia terutama masyarakat miskin dan kelompok rentan adalah akses mendapatkan makanan sehat dan akses mendapatkan pengetahuan tentang makanan sehat. Artinya, jika asupan gizi ini merata di segala kelas sosial, maka ketimpangan kesempatan mendapatkan ilmu pengetahuan akan hilang. Iklim kompetisi yang berkeadilan terbuka luas. “Pemerintah dengan program makanan bergizi gratis melakukan intervensi untuk membangun akses kedua hal itu, sehingga masyarakat miskin dapat merasakan keduanya,” ujarnya. Melli juga mengatakan pasokan makanan bergizi gratis tentunya mematik permintaan besar besaran. Ada demand yang besar yang membutuhkan supply yang besar. Ini menjadi stimulus untuk sektor pertanian lokal. Karena biar bagaimanapun, agak sulit dan memakan biaya besar bila penyediaan makanan terpusat di satu tempat. “Artinya gairah di sektor pertanian menggeliat yang bisa saja kedepan menjadi swasembeda baik tingkat lokal maupun secara nasional,” terangnya.(dtc/axm)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini