MANADO – radarmanadoonline.com-Belum banyak yang tahu kalau di Sulut, khususnya di Manado sudah ada rumah sakit khusus yang terpapar infeksi.
Hanya saja, rumah sakit yang berseberangan dengan dewan provinsi tersebut di kawasan Kairagi sudah setahun lebih belum beroperasi.
Padahal sudah banyak staf medis, tenaga kesehatan dan administrator di rumah sakit tersebut.
” Ada apa ini. Sebab infonya ada yang sakit yang terifenksi dibekali kartu BPJS dan sudah mencoba ke sana namun ternyata belum menerima pasien,” kata Yance Lumanauw.
Terry Umboh, pemerhati sosial lainnya berpendapat serupa.
” Dengar-dengar sudah setahun lebih tapi kenapa belum beroperasi. Padahal pasien terinfeksi butuh rumah sakit khusus seperti itu,” kata dia mempertanyakan.
Karena dibawah Pemprov khususnya Dinas Kesehatan mereka pun menyuarakan soal kepastian berfungsinya rumah sakit dimaksud.
” Dinas Kesehatan harus ungkapkan jika ada kendala,” kata Terry.
Dirut RSKI dr Christofel Ririmase yang dihubungi menyebut bahwa memang ada kendala soal prinsip.
” Sebelumnya saya minta maaf jika sudah ada pasien yang datang. Tapi kami, jujur, masih belum terakreditasi. Itulah kendalanya,” kata Ririmase.
Dokter Ririmase yang sebelumnya Sekretaris Dinas Kesehatan Sulut mengaku baru sejak Februari di tempatkan disitu.

” Peralatan sudah mendukung. Di sini sudah ada Lab. Radiologi juga Gizi. Tenaga medis ada yang dari rumah sakit lain sekitar 20 an namun 98 an dari rekrutan P3K,” ungkap dia.
Apa tanggapan Dinkes Sulut?
” Akreditasi sedang berproses,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debbie Kalalo Msc, PH.
” Karena itu RSKI saat ini belum melayani pasien BPJS karena masih dalam pengaturan proses kerja sama,” lanjut dia.
Jadi, tambahnya, pasien BPJS yang datang dirujuk ke RS yang sudah bekerja sama dengan BPJS.
RSKI Kita Waya adalah salah satu dari 6 RS dibawah Pemprov. Lima lainnya adalah RS ODSK, RS Noongan Minahasa, RS Manembo-Nembo Bitung, RS Mata Manado dan RS Ratumbuysang. Namun tinggal RSKI belum terakreditasi. (ram)
