24.4 C
Manado
Rabu, April 22, 2026
spot_img
Beranda Nasional Jadi Pimpinan Jangan Kasar, Arogan dan Main Pecat ! Santrawan...

Jadi Pimpinan Jangan Kasar, Arogan dan Main Pecat ! Santrawan Soal Demo Turunkan Mendikti Saintek


Santrawan dan Hashim Djojohadikusumo

Manado, radarmanadoonmine.com-Ini warning kepada pimpinan yang suka marah, arogan bahkan pun main pecat. Ratusan ASN di Kemendikti Saintek mendemo Menteri Satrio Soemantri Brodjonegoro karena dianggap berperilaku tidak selayaknya pemimpin yang bisa diteladani.
Akumulasi masalah yang diciptakan Satrio dinilai para ASN di kementerian yang berlokasi di kawasan Senayan tak jauh dari Stadion GBK tersebut sudah sangat kelewatan.
Akhirnya, sebagaimana dilansir dari portal inilah.com, demo pun terjadi di kantor kementerian tersebut. Bentangan spanduk juga baliho benner yang intinya meminta menteri mundur terpajang di lokasi kantor tersebut.
Ironisnya, Menteri Satrio tidak mau menemui para pegawainya dan bahkan buru-buru meninggalkan kantor dengan menaiki kendaraan sedan berplat nomor RI 25.
Sempat dihadang para pegawai namun akhirnya bisa keluar gedung. Namun trriakan dan sorakan serta dengan kata-kata minta turun dari kendaraan tak digubris Satrio.
” Ini peringatan bagi pimpinan yang suka marah, arogan apalagi main pecat. Ini kementerian yang membina budi pekerti para calon pemimpin negara dari jalur akademisi,” kata Dr Santrawan Paparang SH, MH, praktisi hukum asal Nusa Utara yang berkiprah di Jakarta.
Menurut dia, apa yang disuarakan para staf kementerian dimaksud berarti sudah mencapai puncaknya.
” Sebenarnya ini situasi ironi. Kan belum lama dipercayakan menjadi menteri membantu Presiden Prabowo tapi sudah ada hal seperti ini. Ini mencoreng wajah pendidikan tinggi yang justru muncul di kementerian,” kata Santrawan yang juga dosen Pasca Sarjana Bidang Hukum Pidana di salah satu universitas di Jakarta. .
Ia menyayangkan ada tindakan yang justru bukan berdasarkan regulasi namun lebih kepada like atau dislike. Seperti pengusiran salah satu staf dari bagian Pranata Humas Ahli Muda dan Pj Rumah Tangga, Neni Herlina yang akhifnya berbuntut pemecatan.
Sebagaimana beritakan portal Suara.Com juga Neni mengungkap kronologi awal pemecatan itu terjadi pada Jumat, 17 Januari 2024 lalu. Ketika itu, Menteri Satryo ke ruangannya seraya mengusirnya. Selama 24 tahun menjadi PNS, Neni menyebut kalau pengusiran itu baru pertama kali dia alami.
“Pimpinan tertinggi kami masuk ke ruangan kami dan dihadapan semua orang, beliau mengusir saya keluar dan memerintahkan untuk pindah ke Kemendikdasmen,” ungkap Neni dalam keterangannya saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Diktisaintek di Jakarta, Senin (20/1/2025.

Yang pasti sebut Santrawan pendidikan tinggi harus steril dari hal-hal seperti ini. Sebab bidang tugas adalah bagaimana membentuk SDM bermartabat.
Demo Senin (20/1/2025) oleh ASN Kemendikti Saintek juga meminta perhatian serius Presiden Prabowo. Setidaknya untuk dapat mencermati permasalahan yang terjadi di Kemendikti Saintek tersebut.
” ASN ǰuga manusia. Butuh apresiasi. Apalagi jika selama ini merasa sudah bekerja maksimal. Berprestasi namun tidak dihargai! bisa jadi masalah,” tegas Santrawan dari kantor pengacara Paparang – Batubara and Partners Jakarta
Disebut juga kekesalan ASN Kemendikti Saintek karena ada hal-hal yang ternyata dicampuri keluarga mantan Dirjen Dikti saat masih Kemendbud Ristek tersebut. Faktanya ada spanduk dibentangkan “Kami Bukan Babu Keluarga !” (ram)

src=”https://radarmanadoonline.com/wp-content/uploads/2025/01/Screenshot_20250120_144216_Chrome.jpg” alt=”” width=”720″ height=”368″ class=”alignnone size-full wp-image-18980″ />strong>

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini