MANADO, radarmanadoonline.com — Dalam momentum peringatan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo), Dra. Maryke Alelo, MBA menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh perempuan, khususnya yang berkarya di bidang pendidikan vokasi.
Menurut Alelo, sosok Kartini bukan sekadar simbol sejarah, tetapi teladan keberanian dan kemandirian perempuan dalam melampaui batasan zamannya.
“Perempuan harus membangun harga dirinya berdasarkan talenta dan potensi yang Tuhan berikan,” ujar Maryke, Senin (21/04/2025).
Ia menegaskan bahwa perempuan masa kini tidak boleh menggantungkan masa depannya pada orang lain, melainkan harus percaya pada diri sendiri dan bersandar pada Tuhan.
“Perempuan harus menjadi orang yang independen dan tidak bergantung kepada orang lain selain pada Tuhan,” tambahnya.
Kartini, yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor 108 Tahun 1964, dikenal vokal dalam memperjuangkan kesetaraan dan pendidikan perempuan. Melalui surat-suratnya yang dibukukan dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang”, Kartini menyerukan perubahan dalam tatanan sosial yang membatasi perempuan, jauh melampaui zamannya.
Sebagai pimpinan di institusi vokasi tinggi, Maryke Alelo menjadi representasi nyata dari nilai-nilai yang diperjuangkan Kartini: perempuan yang berdaya, visioner, dan membangun peran strategis dalam ruang publik pendidikan.
Peringatan Hari Kartini di Polimdo menjadi momen penguatan semangat perempuan untuk mengambil bagian dalam transformasi pendidikan dan pembangunan bangsa, bukan sebagai pendamping, tetapi sebagai penggerak utama. (ivn)





