
MANADO, Radarmanadoonline.com-Menjelang pelaksanaan karantina finalis Pemilihan Nyong-Nona Manado (PNNM) 2025, seorang finalis Nona Manado 2025 resmi mundur. Ketika dikonfirmasi Media ini, Ketua Panitia PNNM 2025 Resa Yan Sambuaga, SE membenarkan mundurnya seorang finalis Nona Manado 2025. Dia adalah White Kimberly Rey Pangkey. Kimberly mewakili Kecamatan Tikala. Dari akun instagram resmi Nyong-Nona Manado, pihak panitia PNNM 2025 memberitahukan penyebab mundurnya White Kimberly Rey Pangkey sebagai finalis PNNM 2025. Kimberly mundur, dikarenakan dia tidak mendapat ijin dari institusi pendidikan yang ditempuh olehnya.

Dengan mundurnya Kimberly, finalis PNNM 2025 kini berjumlah 21 orang. Kegiatan hari pertama karantina finalis PNNM 2025 di Hotel Gran Puri, Ranotana, Manado, Kamis (10/7/2025), diawali registrasi. Selanjutnya, para calon duta Kota Tinutuan ini mengisi formulir untuk membuka rekening baru di Bank SulutGo.
Di hari itu, 21 finalis PNNM mendapat dua materi pembekalan. Materi pertama bertajuk Membangun Jejal Digital Positif-Duta Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial, dengan narasumber Piet Hein Pusung, dan moderator Gabriela Dien. Kesehariannya, Piet Hein Pusung, sebagai dosen di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), sekaligus Kepala Sekolah di PAUD Puspa, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Piet dikenal aktif di dunia pendidikan dan pemerintahan. Dia juga dikenal sebagai kurator konten di akun Instagram @kotakotamanado.

Dalam materinya itu Piet memaparkan tentang 4 Pilar Literasi Digital yang meliputi Digital Skill (kecakapan), Digital Culture (budaya), Digital Ethics (etika), dan Digital Safety (keamanan). Kemudian, Etika Menggungah Konten di Media Sosial, Pengguna Internet di Indonesia, dan Top 10 Skills Of 2025. Piet juga mengungkapkan pengalamannya ketika diundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke istana bersama para vlogger, artis, dan atlet. Sebelum membuka sesi-tanya jawab, Piet mengimbau finalis PNNM 2025, untuk memosting hal-hal positif di Media sosial (Medsos). Materi kedua, tentang XL SATU, yang disampaikan tim dari XL. Mereka yakni Ryan Husain,SE (Photogenic Nyong Manado 2018), Dede Solihin, S.Psi (Trainer Sales), dan Olivia Triany Manurung, SH (Sales). Di karantina finalis PNNM 2025 ini dua finalis, Mohammad Zidane Vanja (Malalayang-19) dan Nada Melodyva Theresa Besouw (Wenang-18) menjadi Lurah dan Lurih. Dijadwalkan, hari ini wawasan 21 finalis PNNM 2025 diuji disesi wawancara oleh sejumlah juri di Klabat room, Hotel Gran Puri, Ranotana. Sebelumnya, Kamis (10/7/2025), finalis PNNM 2025 dan para penyandang gelar Nyong-Nona Manado yang tergabung di Ikatan Nyong-Nona Manado (INNM) menghadiri acara Malam Bakudapa INNM, di Bumber Resto & Function Hall. Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini, diwarnai berbagi perkenalan dari semua finalis Nyong-Nona Manado 2025, berbagi pengalaman dan tips-tips dari senior Nyong-Nona Manado, makan malam, dan line dance bersama. Sambutan panitia diwakili Bendahara PNNM 2025 Eunike Amelia Palendeng. ” Kami semua berkumpul dalam suasana yang santai namun bermakna,” kata Eunike kepada radarmanadoonline.com, seusai acara Malam Bakudapa INNM, Kamis (10/7/2025).


Grand final PNNM 2025 digelar di Grand Kawanua International Convention Center (GKICC), Kairagi Dua, Kayuwatu, Manado, Sabtu (12/7/2025) malam. PNNM 2025 yang digelar terkait memperingati HUT ke-402 Kota Manado, 14 Juli 2025, kerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Manado, TP-PKK Manado, Ikatan Nyong-Nona Manado (INNM), dan sponsor. Radarmanadoonline.com kembali menjadi media partner di PNNM 2025. Ke-22 finalis PNNM 2025 yakni Finalis Nyong Manado Aditya Nur Fauzan, S.E (Tikala-13), Aldo Tridarma Mona, S.H (Tuminting-01), Arjuna Putra Tumenggung, S.H (Singkil-05), Ayub Kenneth Mamahit (Sario-17), Faiji Ray Tampilang, S.E (Bunake-11), Jeremia Marcelino Lambonan, S.H (Wanea-07), Jevinov Mesiah Wangka (Wenang-21), Kenny Doneto Prawiro Rau (Mapanget-03), Mohammad Zidane Vanja (Malalayang-19), Wiliam Edgan Moses Wior (Paal Dua-09), dan Yordan Yeremia Poluan (Bunaken Kepulauan-15). Finalis Nona Manado, Celline Veronica Tuerah, S.Ds (Paal Dua-16), Dircia Beatriz Soares Kamagi (Wanea-12), Franda Benedicta Paat (Sario-10), Gabriela Anastasya Ang Kawatu (Mapanget-04), Marisa Meyko Nursela Robot (Bunaken Kepulauan-20), Megumi Aime Sumah (Tuminting-02), Nada Melodyva Theresa Besouw (Wenang-18), Ritchel Kyla Lea Kolibu (Bunaken-08), Vindy Mery Maria Aprilia Kembuan (Malalayang-22), dan Zahwa Annisa Jusuf, S.E (Singkil-06).(axm)
