30 C
Manado
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img
Beranda Sulut Manado Pemprov Sulut Salurkan 2.773 Ton Beras Gratis Untuk Ribuan Warga di Kabupaten...

Pemprov Sulut Salurkan 2.773 Ton Beras Gratis Untuk Ribuan Warga di Kabupaten Kota

Pemprov Sulut Salurkan 2.773 Ton Beras Gratis Untuk Ribuan Warga di Kabupaten Kota. (foto/ist)

MANADO,Radarmanadoonline.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus, melepas puluhan truk berisi bantuan beras gratis ke Kabupaten Kota, di depan kantor gubernur, Jumat (18/7/2025) pagi.

Penyaluran bantuan ini menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut dalam menjamin ketahanan pangan masyarakat, dimana program Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk alokasi Juni–Juli 2025.

Bersama Perum Bulog Kantor Wilayah Sulut Gorontalo (SulutGo), Pemprov Sulut mendistribusikan 2.773.520 kilogram atau 2.773 ton beras dan menyasar 138.676 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di seluruh Kabupaten Kota se-Sulut.

Pemprov Sulut Salurkan 2.773 Ton Beras Gratis Untuk Ribuan Warga di Kabupaten Kota. (foto/ist)

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian nyata dari kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat.

“Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan ekonomi. Melalui bantuan ini, kami ingin meringankan beban masyarakat serta menjaga stabilitas sosial dan ketahanan pangan,” ujar Gubernur.

Juru bicara Pemprov Sulut sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Sulut Denny Mangala, menyampaikan bahwa program ini adalah bagian dari strategi nasional untuk meredam potensi krisis pangan sekaligus memperkuat jejaring perlindungan sosial masyarakat di tengah dinamika ekonomi yang tidak menentu.

“Penyaluran beras bantuan pangan ini merupakan instrumen konkret Pemprov Sulut dalam menjamin keterjangkauan pangan pokok bagi kelompok masyarakat rentan. Dengan total alokasi 2.773 ton beras untuk dua bulan. Bapak Gubernur Mayjen TNI Purn Yulius Selvanus, SE berharap bantuan pangan ini akan masyarakat yang mengalami tekanan ekonomi rumah tangga,” ujar Mangala.

Baca Juga:  Kunjungan Kerja di Sulawesi Utara, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Disambut Gubernur Yulius Selvanus

Menurut data yang dihimpun, distribusi terbesar terdapat di Kabupaten Minahasa Selatan dengan 17.626 PBP, disusul Kabupaten Bolaang Mongondow sebanyak 15.784 PBP, serta Kabupaten Minahasa dengan 15.131 PBP.

Kota Manado sebagai ibu kota provinsi mencatat 14.759 PBP. Sementara itu, wilayah kepulauan seperti Sangihe, Talaud, dan Sitaro juga masuk dalam daftar prioritas distribusi, mencerminkan keadilan spasial dalam penyaluran bantuan.

“Bantuan ini tidak hanya menyasar daratan utama, tetapi menjangkau wilayah kepulauan yang selama ini kerap terpinggirkan dalam distribusi logistik. Ini menunjukkan bahwa prinsip inklusivitas tetap menjadi roh dari kebijakan pangan kita,” lanjut Mangala.

Program ini juga menjadi penopang stabilisasi harga beras di pasar lokal, mengingat tekanan inflasi pangan masih menjadi ancaman pasca-kenaikan harga pupuk, cuaca ekstrem, dan gangguan distribusi di beberapa wilayah.

Lebih lanjut, Mangala menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor, khususnya antara Pemprov, pemerintah kabupaten/kota, dan Perum Bulog, dalam memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan yang berhak.

“Bapak Gubernur menekankan akurasi data penerima, distribusi yang tepat waktu, serta pengawasan yang transparan. Karena itulah validasi data terus kami perbaharui secara berkala bersama Dinas Sosial dan pihak terkait,” tambahnya.

Baca Juga:  Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana, Gubernur Yulius Selvanus Ingatkan Pentingnya Kesiapsiagaan

Penyaluran beras CPP alokasi Juni-Juli ini melengkapi program serupa yang telah dilakukan pada triwulan sebelumnya. Bapak Gubernur berharap masyarakat penerima bisa memanfaatkan bantuan ini dengan bijak.

“Karena itu, Bapak Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk turut mengawasi penyaluran bantuan pangan ini. Kritik dan masukan sangat penting agar program ini berjalan bersih dan tepat sasaran,” pungkas Mangala.

Penyaluran ini menjadi bukti konkret bahwa kehadiran negara melalui Pemprov Sulut benar-benar menyentuh sisi dasar kebutuhan hidup masyarakat, yakni pangan yang cukup, merata, dan layak.

Bagaimana Pendapatmu?