32.4 C
Manado
Sabtu, September 5, 2026
spot_img
Beranda Nyong Nona Manado 2 Tahun Raih Empat Gelar Bergengsi, Tertantang di Deep Interview, Nona Franda:...

2 Tahun Raih Empat Gelar Bergengsi, Tertantang di Deep Interview, Nona Franda: Saya Bersyukur

blank

 

blankblank

blank
UTUSAN KECAMATAN: Nona Manado 2025 Franda Benedicta Paat mewakili Sario di PNNM 2025.(FOTO/DOK PRIBADI)

MANADO, Radarmanadoonline.com-Dua tahun terakhir ini, Franda Benedicta Paat, sukses meraih prestasi sekaligus empat gelar bergengsi. Empat gelar yang diraih putri pasangan Wakil II Nyong Manado 1997 dan Nyong Sulut 199 Dr. Ir. Frangky J. Paat, S.P., M.Si, dan Miranda Elisabeth Thomas, S.T.P., M.M itu yakni Putri Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unsrat 2024, Wakil II Noni Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) 2024, Nona Manado 2025,  dan Nona Manado Bank Imdonesia (BI) Stars 2025.

blank
TARIAN TRADISIONAL: Nona Manado 2025 Franda Benedicta Paat saat membawakan tari Pisok di talent show 22 finalis PNNM 2025. (FOTO/DOK PRIBADI)

Di Pemilihan Nyong-Nona Manado (PNNM) 2025, Nona Franda yang tampil dengan nomor finalis 10 (bukan 08 seperti tertulis di berita sebelumnya), meraih hasil gemilang. Kakak dari Faith Paat itu mampu meredam ambisi 11 finalis Nona Manado 2025 lain, di kontes bergengsi dan terbesar di Kota Manado. Sebagai duta Kota Tinutuan, Nona fasung kelahiran Manado, 29 Oktober 2005, bersama Nyong Manado 2025 Wiliam Edgan Moses Wior, S.T, dan penyandang gelar Nyong-Nona 2025 lainnya sudah melakoni sejumlah kegiatan awal terkait peringatan HUT ke-402 Kota Manado, 14 Juli 2025. Diantaranya, mengikuti upacara, menghadiri rapat paripurna, dan pesta rakyat di Pasar Tematik Tongkaina.

Baca Juga:  Terpilih 22 Finalis Pemilihan Nyong-Nona Manado 2025, Siapa Mereka?

blank

blank
TUGAS PERDANA: Nyong Manado 2025 Wiliam Edgan Moses Wior dan Nona Manado 2025 Franda Benedicta Paat mengikuti kegiatan HUT ke-402 Kota Manado.(FOTO/DOK PRIBADI)

Kepada Media ini, Nona fasung kelahiran Manado, 29 Oktober 2005, mengungkapkan, sangat bersyukur dan bangga bisa dipercaya menjadi Nona Manado 2025. Menurutnya,  gelar Nona Manado bukan  hanya sebuah penghargaan, tapi juga tanggung jawab untuk menjadi representasi generasi muda Kota Manado yang kreatif, cerdas, dan berkarakter. “Saya bersyukur bisa berada di antara anak muda hebat yang punya integritas, kepedulian sosial, dan semangat juang tinggi. Masing-masing dari mereka,  punya potensi besar untuk membawa perubahan, baik di lingkungan sekitar maupun di tingkat kota. Kami saling menyemangati, tertawa bersama, dan tumbuh bersama. Mereka adalah sahabat seperjalanan yang tak akan saya lupakan,” kata Nona Franda kepada radarmanadoonline.com, Jumat (18/7/2025) malam.

blank
NONA FASUNG: Nona Manado 2025 Franda Benedicta Paat.(FOTO/DOK PRIBADI)

Dia menuturkan, sesi deep interview menjadi momen paling berkesan baginya. “Di (deep interview, red) situ saya benar-benar ditantang untuk menyampaikan pemikiran, nilai hidup, dan tujuan saya secara jujur dan mendalam. Rasanya bukan hanya diuji sebagai finalis, tapi juga sebagai pribadi. Dari situ saya makin sadar bahwa menjadi Nona Manado bukan hanya soal penampilan luar, tapi tentang isi hati dan komitmen,” ungkapnya. Di sesi talent show PNNM 2025 yang dihelat di atrium Megamal, Megamas, Franda membawakan tarian tradisional Pisok. “Sebuah tarian khas Minahasa yang menggambarkan semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat. Saya memilih tarian (Pisok, red) ini, karena ingin mengangkat kekayaan budaya lokal. Bagi saya, Pisok bukan hanya tarian, tapi juga simbol identitas. Lewat gerak dan irama, saya ingin menunjukkan bahwa budaya adalah jati diri yang patut kita banggakan dan lestarikan,” ujarnya. Franda yang aktif dalam kegiatan penulisan buku ilmiah dan penulisan manuscript pada beberapa jurnal, berharap dapat berperan aktif dalam memperkenalkan potensi wisata Kota Manado, bukan hanya dari keindahan alamnya, tetapi juga dari sisi budaya, kuliner, dan keramahtamahan warganya. “Saya ingin mendorong generasi muda untuk lebih peduli dan terlibat dalam pelestarian budaya lokal, serta menjadikan media digital sebagai sarana promosi yang kreatif dan berdampak,” sambungnya. Franda yang juga aktif dalam international proceeding terindeks Scopus, juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung sekaligus menyemangatinya selama pelaksanaan ajang paling spektakuler dan terkeren di Bumi Nyiur Melambai. “Saya mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada kedua orangtua (Dr. Ir. Frangky J. Paat, S.P., M.Si, dan Miranda Elisabeth Thomas, S.T.P., M.M, red) saya, atas doa dan dukungan luar biasa dari awal. Terima kasih juga untuk keluarga besar, Kevin dan kak Thalia,  sahabat-sahabat dan dosen FEB Unsrat, Sharkies 23, Deandra dan Louis sahabat saya yang ada di Jakarta dan Bali. Terima kasih juga kepada kak Jietcy designer saya, kak Sesil sebagai MUA, kak Nando sebagai hairdo, kak Egi, kak Ben, dan kak Riska mentor saya selama persiapan. Dan yang terakhir, saya ucapkan terima kasih banyak kepada adik saya Faith Jesse Thomas Paat yang sangat mendukung saya selama persiapan,” ucapnya.(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini