

MANADO,Radarmanadoonline.com-Finalis Pemilihan Nyong-Noni Sulut (PNNS) 2025, diminta tetap menjaga kesehatan sampai grand final. Hal itu disampaikan Ketua Panitia PNNS 2025 Dr. Hendrik Manossoh SE MSi AK CA, terkait penundaan pelaksanaan grand final PNNS 2025. Senula, grand final kontes bergengsi dan terbesar di Sulawesi Utara (Sulut) ini dijadwalkan Sabtu (23/9/2025) malam. Namun, ditunda hingga Kamis (18/9/2025). “Ditunda, karena memang persiapan kami (panitia, red) dalam melaksanakan pemilihan Nyong-Noni Sulut ke 50 atau Nyong-Noni Sulut emas ini, harus benar-benar dikembalikan ke konsep awal. Dan juga, memaksimalkan dengan memadukan kekinian dan budaya-budaya yang ada di sulut, agar supaya kegiatannya berkesan bagi masyarakat dan masyarakat puas dalam mengikuti acara tersebut,” ungkap Dr. Hendrik Manossoh kepada radarmanadoonline.com seusai konferensi pers di Hotel Luwansa, Kamis (11/9/2025) malam. Nyong Sulut 1994 ini menerangkan, nantinya malam grand final PNNS 2025, di Manado Convention Center (MCC), Kamis (18/9/ 2025, akan dimeriahkan dengan penampilan artis nasional dan lokal, serta pendukung acara lainnya.

“Harapan kami, kiranya kegiatan (PNNS 2025, red) ini bisa terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat juga, dan acaranya harus dikemas dengan baik. Kami tetap memaksimalkan acara ini untuk kemajuan kita bersama, Sulut yang kita cintai,” ujarnya. Hadir di konferensi pers yang di pandu Nyong Sulut 2003 Felix Palenewen, yakni Wakil Ketua Panitia Jefifani Mawei SE MSi, Sekretaris Melisa Suoth SH MH, Bendahara Praycilia Sutanto, Rinny Kambey, Nixon Lungkang, dr Albert J Pongoh, Resa Sambuaga SE, Eunike Sumampouw, dan Noni Sulut 2024 Marlinda Paransi, S.H. Di PNNS 2025 ini masyarakat juga diberi kesempatan untuk memilih Nyong-Noni Sulut Favorit 2025. Caranya, scan QRIS lewat mobile banking atau e-wallet. Rp1.000 = 1 Vote, bisa vote berkali-kali, tanpa batas. Semakin banyak scan, semakin besar dukunganmu. Selengkapnya 16 finalis PNNS 2025, yaitu Noni, dr. Aurelie Britney Kasenda, S.Ked (Manado),.Beverly S. Wowor (Tomohon), Kezia Pondaag (Minahasa Tenggara), Michel C. Waloni (Bitung), Sarah S. Sompie (Minahasa Utara), Sefanya M. Rondonuwu (Minahasa), Sindy J. Lumanauw, S.I.Kom (Minahasa), dan Bernanda Paparang (Kepl. Sangihe). Nyong,Alexander T. Manueke, S.H (Minahasa), Anzari H. Kuemba (Manado), Ariel Z. Walandouw, S.Kom (Minahasa), Calvin J.G. George (Tomohon), Friandi Y. Kalalo, S.I.K (Minahasa Selatan), Rivaivel T. O. Pioh (Bitung), Inzaghi S. Bokko (Sangihe), Jsaiah H. S. Tumangkeng (Minahasa Utara), dan David I. Rottie (Sitaro).(axm)
