
MANADO, Radarmanadoonline.com-Aktris Fannita Posumah membintang film lagi. Kali ini, Fafa-sapaan Noni Sulawesi Utara (Sulut) Batik Tou Minahasa 2017, membintangi film bertajuk Lintrik. Film bergenre drama mistery thriller dan horor, tayang di bioskop-bioskop Indonesis sejak Kamis (11/9/2025). Film Lintrik yang disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar, dan diproduseri oleh Asye Berty Saulina Siregar, juga tayang di bioskop XXI Manado, 17 September 2025. Kepada Media ini runner up Keke Kawanua Indonesia 2018 mengaku bangga bisa main film produksi Prama Gatra Film dan berdurasi 102 menit ini.

“Pastinya senang, bangga, dan sangat bersyukur kepada Tuhan. Puji Tuhan, kesempatan ini boleh aku jalani dengan baik dan tidak ada kendala apapun,” kata Fannita kepada radarmanadoonline.com, Jumat (12/9/2025). Putri Minahasa Tenggara (Mitra) 2016, mengungkapkan tertarik membintangi film yang mengangkat kisah nyata tentang mistik dan gaib di daerah Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim). “Karena menurut aku ada banyak hal yang menarik yang bisa dipelajari dalam flm Lintrik ini. Bukan hanya sekedar flm yang membawa misterinya saja, tapi mengandung makna dan budaya Indonesia dalam cerita film ini. Makanya, aku tertarik untuk masuk dalam film ini,” ungkapnya. Miss Photogenic Sulut 2026, menuturkan juga tidak ada kendala dalam proses syuting film Lintrik. “Kalau untuk aku, kendala ga ada sama sekali. Karena, sebelum shooting kami para pemain Lintrik ada pelatihan akting selama 2 minggu. Sedangkan di karakter aku Asli dan di flm sangat beda. Yaitu Nilam yang sedang hamil besar. Kalau di real life belum pernah merasakan hamil sama sekali. Jadi, benar-benar ekspresi wajah, gerak gerik tubuh wanita hamil, sampai cara berjalan dan merasakan bayi yang ada di dalam perut itu harus bener-bener diperhatikan. Dan selama aku shooting lancar-lancar saja,” ujarnya.

Putri Pariwisata Sulut 2020, juga senang film Lintrik tayang di bioskop XXI Manado, 17 September 2025. “Happy banget kerena bisa tayang di tempat kelahiran aku yaitu Sulawesi Utara,” sambungnya. Miss Sport Tourism Indonesia 2020, menaruh harapannya terhadap film Lintrik. “Harapan aku, semoga flm Lintrik ini bisa di terima di kalangan masyarakat Sulawesi Utara, dan pastinya ada nilai-nilai positif yang bisa di ambil dalam flm Lintrik.ini,” kata Noni Fafa. Gadis cantik kelahiran Manembo 25 Januari 1998, mengajak masyarakat Bumi Nyiur Melambai untuk menonton film Lintrik. “Hai semuanya aku Fannita Posumah, kepada seluruh masyarakat Sulawesi Utara, aku mau mengajak kalian untuk nonton flm horror misteri Lintrik !. Karena menurut aku, terlepas dari genre horrornya, flm (Lintrik, red) ini memiliki atau mengandung makna yang bisa untuk memberikan kita pelajaran yang sangat berharga, dalam hubungan keluarga, pertemanan dan juga pastinya yang terpenting hubungan antara kita dan Sang Pencipta agar lebih erat, terima kasih,” jelanya.
Film Lintrik berfokus pada praktik ilmu pelet kuno dari Banyuwangi, Jatim, yang dikemas dalam alur penuh ketegangan dan kejutan. Penulisan naskah dikerjakan oleh Yuki, yang menggabungkan unsur drama horor dengan misteri serta sentuhan drama kehidupan. Alur cerita Film Lintrik menyoroti tokoh Sari (Karina Icha), seorang perempuan yang merasa penat dengan kehidupan malam. Sari menginginkan kehidupan yang lebih tenang dan penuh kebahagiaan. Dalam upaya itu, Sari berusaha merebut hati Rendy (Akbar Nasdar), cinta pertamanya semasa SMA. Akan tetapi, Rendy kini telah menikah dengan sahabat Sari, yakni Nilam (Fannita Posumah), sekaligus sukses sebagai seorang pengusaha di Jakarta. Film Lintrik dibintangi beberapa aktor dan aktris, diantaranya Karina Icha, Meisya Amira, Yati Surachman, Donny Damara, Akbar Nasdar, Teguh Ryder, dan Fannita Posumah.(jac/axm)
