25.4 C
Manado
Rabu, April 22, 2026
spot_img
Beranda Berita Gubernur Tetapkan Desember Sebagai Bulan Kebudayaan Sulut, Yulius Selvanus: Saatnya Budaya Menuntun...

Gubernur Tetapkan Desember Sebagai Bulan Kebudayaan Sulut, Yulius Selvanus: Saatnya Budaya Menuntun Arah Pembangunan

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tetapkan Desember Sebagai Bulan Kebudayaan Sulut. (foto/ist)

MANADO, Radarmanadoonline.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus, mengambil langkah strategis untuk menempatkan nilai-nilai budaya sebagai fondasi pembangunan daerah.

Hal tersebut dibuktikan ketika Gubernur Yulius menyalakan kembali bara semangat kebudayaan daerah dengan menetapkan Desember 2025 sebagai Bulan Kebudayaan Sulawesi Utara.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tetapkan Desember Sebagai Bulan Kebudayaan Sulut. (foto/ist)

Deklarasi tersebut diumumkan Gubernur Sulut dalam Malam Apresiasi Seniman dan Budayawan di Wisma Negara Bumi Beringin, Manado, Selasa (21/10/2025).

Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban itu menjadi forum penting antara pemerintah dan para pelaku seni, dua pihak yang sama-sama berjuang menjaga jati diri Sulut di tengah arus modernisasi.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan bahwa kebudayaan adalah roh yang menghidupkan setiap proses pembangunan.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tetapkan Desember Sebagai Bulan Kebudayaan Sulut. (foto/ist)

“Ekonomi bisa menumbuhkan kesejahteraan, tapi budaya membentuk kepribadian. Kita butuh keduanya berjalan beriringan,” ujar Yulius disambut tepuk tangan para seniman.

Suasana malam itu makin berkesan ketika Gubernur Yulius membacakan puisi karyanya sendiri, sebuah ungkapan batin tentang cinta terhadap tanah kelahiran dan panggilan untuk menjaga akar budaya di tengah perubahan zaman.

Para seniman memberi apresiasi dengan berdiri, menandai rasa bangga dan haru atas perhatian pemimpin terhadap dunia seni.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tetapkan Desember Sebagai Bulan Kebudayaan Sulut. (foto/ist)

Penetapan Desember sebagai Bulan Kebudayaan juga menjadi awal dari Pekan Kebudayaan Sulut 2025, yang dijadwalkan berlangsung 5–12 Desember.

Berbagai kegiatan telah disiapkan: parade lintas etnis, pertunjukan musik dan tari tradisional, pameran kriya dan kuliner khas, hingga lokakarya seni dan forum kreatif.
Keseluruhan agenda ini dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas komunitas dan generasi – bukan sekadar tontonan, melainkan gerakan kebudayaan yang hidup.

Gubernur menekankan bahwa membangun daerah berarti juga membangun jiwa masyarakatnya.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tetapkan Desember Sebagai Bulan Kebudayaan Sulut. (foto/ist)

“Kita bisa membangun gedung dan jembatan, tapi tanpa nilai budaya, semua itu kehilangan makna. Budaya adalah kompas moral kita,” tegasnya.

Langkah ini disambut positif oleh komunitas budaya di berbagai daerah.

Mereka menilai kebijakan Gubernur menjadi titik balik bagi kebangkitan seni lokal dan bukti bahwa pemerintah daerah memberi ruang nyata bagi para pelaku budaya untuk berkarya dan berkontribusi.

Selain kegiatan pertunjukan, Pemprov Sulut juga tengah menyiapkan program edukasi budaya bagi pelajar dan mahasiswa.

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Tetapkan Desember Sebagai Bulan Kebudayaan Sulut. (foto/ist)

Melalui pendekatan kreatif dan pemanfaatan teknologi digital, generasi muda diharapkan lebih mengenal, mencintai, dan mengembangkan kekayaan budaya Sulut dalam cara yang relevan dengan zaman.

Menutup pertemuan malam itu, Gubernur Yulius menyampaikan pesan yang menggugah.

“Kita tidak sekadar menjaga warisan masa lalu, tapi sedang menyiapkan masa depan yang berpijak pada budaya sendiri. Sulawesi Utara harus modern tanpa kehilangan jati dirinya,” pesan Gubernur.

Dengan semangat itu, Desember tak lagi sekadar penutup tahun, melainkan titik awal kebangkitan budaya Sulawesi Utara, di mana tradisi, kreativitas dan nilai-nilai luhur bersatu menuntun arah pembangunan dan peradaban daerah. (Juf)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini