
MAGELANG, Radarmanadoonline.com -Seusai wisuda Pendidikan Dasar Intergratif (Prabhatar) Akademi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Akademi Kepolisian (Akpol) 2025, Gubenur Akademi Militer (Akmil) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E, menerima Taruna Tingkat-I berpangkat Prajurit Taruna (PRATAR) sejumlah 713 orang. Gubernur Akmil Mayjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar, S.E, mengatakan 713 orang Taruna Tingkat-I berpangkat PRATAR tersebut baru saja menyelesaikan Basis Candradimuka dari Komandan Jenderal (Danjen) Akademi TNI. Seperti diberitakan, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, memimpin wisuda Prabhatar TNI dan Akpol 2025, di Lapangan Sapta Marga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (28/11/2025). Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menyampaikan pentingnya sinergisitas TNI dan Polri guna mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Saya berpesan agar terus memperhatikan sinergisitas dan solidaritas TNI-Polri dalam setiap perjalanan. Sehingga, mampu melewati berbagai tantangan bangsa demi mewujudkan visi bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Kapolri mengatakan, TNI-Polri harus berperan aktif dalam rangka mengawal dan mempercepat pembangunan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto melalui Astacita. Terlebih, pada 2030–2035, Indonesia diproyeksikan memasuki puncak bonus demografi yang mana jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi struktur penduduk nasional. Menurutnya, apabila bonus demografi tersebut dimanfaatkan dengan baik, Indonesia akan melakukan lompatan jauh ke depan dan bisa setara dengan negara maju lainnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menerangkan, taruna yang diwisuda tersebut terdiri atas Akademi TNI sebanyak 1.273. Taruna Akmil 713 taruna, AAL 350 taruna, AAU 210 taruna, dan Akpol sebanyak 349 taruna, 311 taruna dan 38 taruni. Jenderal TNI Agus Subiyanto menuturkan, sebelumnya mereka menjalankan latihan Chandradimuka setelah 3 bulan. Adapun materi yang diberikan, meliputi pembentukan karakter disiplin militer, dan beberapa materi yang harus mereka mengerti. Setelah itu, kata Jenderal TNI Agus Subiyanto, akan diserahkan akademinya masing-masing untuk melanjutkan pendidikan. Untuk Akademi Angkatan Udara di Yogyakarta, Akademi Angkatan Angkatan Laut di Surabaya, Akademi Militer di Magelang, dan Akademi Kepolisian di Semarang.(axm)



