
MINUT, Radarmanadoonline.com-Tak ku tahu kan hari esok, namun langkahku tegap bukan surya kuharapkan, karna surya kan lenyap, O tiada ku gelisah akan masa menjelang, ku berjalan serta Yesus maka hatiku tenang…, Itulah lirik kidung pujian rohani berjudul Ku Tak Tau Kan Hari Esok. Kidung pujian rohani tersebut dilantunkan oleh Keluarga besar Ikatan Nyong-Noni Sulut (INNS), Waraney-Wulan Minahasa, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Manado, di ibadah penghiburan atas meninggalnya Noni Sulawesi Utara (Sulut) 2004, Astrid Kumentas, S.Sos, di rumah duka, Keluarga Kumentas-Kalesaran, di beranda WK Resto, Desa Suwaan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Senin (12/1/2026) malam.


Ibadah yang dihadiri Ketua Umum INNS yang juga Direktur RSUD tipe B Provinsi Sulut, dr Lidya Evalien Tulus M.Kes, dipimpin Ketua Perwil Gbi Manado, Pdt. Ricky Korobu, S.Th. Salam, “Di tengah suasana dukacita ini, kita datang menghadap Tuhan untuk memohon penghiburan dan kekuatan. Kita percaya bahwa Tuhan adalah sumber pengharapan dan penghiburan sejati bagi setiap orang yang berduka,”. Pembacaan Firman Tuhan, di baca dari Kitab Perjanjian Lama, Pengkhotbah 7 : 1-4. Sebelum pembacaan dan perenungan Firman Tuhan, dilantunkan kidung pujian rohani dan doa pembuka, berjudul Peganglah Tanganku Roh Kudus, dan Kusiapkan Hatiku Tuhan. Inti dari khotbah, perenungan tentang pandangan Iman Kristen terhadap situasi sukacita, sesuai dengan kitab Pengkhotbah 7 : 1-4, yang berbanding terbalik dengan logika manusia.

Seperti diberitakan Media ini, Wakil 2 Wulan Minahasa 2003 dan Noni Sulut 2004, Astrid Kumentas S.Sos, meninggal dunia. Anggota Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Manado periode 2025-2029 itu berpulang ke Rumah Bapa di Sorga, di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr R.D Kandou, Manado, Sabtu (10/1/2026), karena sakit.



Ketua Umum INNS dr Lidya Evalien Tulus M.Kes, dalam inti sambutannya mengatakan, meneladani almarhumah semasa hidup, yang selalu bisa bersosialisasi dengan semua orang, dan berorganisasi secara baik. Seusai sambutan, dr Lidya Tulus yang juga Wulan Minahasa 1994 dan Noni Sulut 1995, menyerahkan dana diakonia duka dari keluarga besar INNS. Di Ibadah tersebut keluarga besar INNS, Waraney-Wulan Minahasa, dan Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Manado, membawakan puji-pujian. “Kami dari Keluarga Pdt Ricky Korobu-Samadi, mengucapkan turut berbelasungkawa sedalam dalamnya atas meninggalnya rekan kami,” ucap Wakil 2 Noni Sulut 1988, Diana Samadi.
Turut hadir di ibadah penghiburan atas meninggalnya Noni Sulut 2004, Astrid Kumentas,S.Sos ini, Waraney Minahasa 1992, Nyong Sulut 1997 sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi Gender dan Anak Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (P3AD) Provinsi Sulut, Jimi Pinangkaan SE, M.Si, Waraney Minahasa 1994 dan Wakil 2 Nyong Sulut 1996 Jefifani Mawey, dr Theresia Keke Kaunang, Nancy Takasenserang, Waraney Minahasa 2002 dan Nyong Sulut 2003 sekaligus Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Daerah Kota Manado, Felix Palenewen, Kabag Pemerintahan Setda Minut, Sefferson Sumampouw SSTP, SIP, Mona Sugeha SH, Maynard Senduk, David C Kalalo, Peggi Saerang, Geryl Besouw, dan Ritchie Porajouw.(axm)
