Radarmanadoonline.com, MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang mengimplementasikan panduan Pengarusutamaan Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) berbasis kerja sama International Labour Organization (ILO).
Panduan tersebut merupakan hasil kolaborasi ILO melalui program Skills for Prosperity (SfP) dengan empat politeknik negeri di Indonesia sejak tahun 2022, termasuk Politeknik Negeri Manado.
Dokumen resmi yang diterbitkan pada 2022 itu merupakan pengembangan dari pedoman pengarusutamaan GEDSI dan Pencegahan serta Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi. Politeknik Negeri Manado menjadi salah satu kampus yang terlibat dalam diskusi kelompok terarah (DKT) bersama dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga unsur pendukung kampus dalam penyusunan substansi panduan tersebut.
Komitmen Kampus Vokasi Inklusif dan Aman
Panduan GEDSI dan PPKPT ini dirancang untuk memastikan lingkungan pendidikan tinggi yang:
- Bebas diskriminasi
- Terbuka bagi perempuan dan penyandang disabilitas
- Aman dari kekerasan seksual
- Menjunjung prinsip Leave No One Behind (LNOB)
Pendidikan vokasi didorong untuk memberikan akses setara bagi seluruh mahasiswa tanpa membedakan jenis kelamin, latar belakang sosial, maupun kondisi disabilitas.
Secara regulatif, implementasi GEDSI dan PPKPT selaras dengan:
- Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual
- Permendikbudristek Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Perguruan Tinggi
- Konvensi ILO Nomor 190 tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja
Dengan mengadopsi kerangka internasional tersebut, Politeknik Negeri Manado memperkuat sistem perlindungan mahasiswa dan civitas akademika melalui pembentukan satuan tugas, penyusunan prosedur operasional standar (POS), serta mekanisme layanan dan pendampingan korban.
Dari PPKS ke PPKPT
Seiring perkembangan kebijakan nasional, sistem pencegahan yang sebelumnya dikenal sebagai PPKS kini berkembang menjadi PPKPT (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi).
Perubahan nomenklatur ini memperluas cakupan perlindungan, tidak hanya pada kekerasan seksual tetapi juga bentuk kekerasan lain yang berpotensi terjadi di lingkungan perguruan tinggi.
Langkah tersebut menegaskan keseriusan institusi pendidikan dalam menciptakan ruang belajar yang aman, bermartabat, dan berkeadilan.
Satu-Satunya Perguruan Tinggi di Sulawesi Utara
Hingga saat ini, Politeknik Negeri Manado tercatat sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang secara aktif mengimplementasikan panduan GEDSI dan PPKPT berbasis kerja sama ILO tersebut.
Posisi ini menempatkan Polimdo sebagai pionir kampus vokasi inklusif di kawasan Indonesia Timur.
Sebagai institusi pendidikan vokasi yang menyiapkan lulusan siap kerja dan berdaya saing industri, penerapan GEDSI dan PPKPT dinilai strategis untuk membangun budaya profesionalisme sejak di bangku kuliah.
Dampak terhadap Kualitas Pendidikan dan Daya Saing Lulusan
Implementasi GEDSI dan PPKPT tidak hanya berdampak pada perlindungan individu, tetapi juga pada peningkatan mutu kelembagaan.
Pendekatan ini memperkuat:
- Integritas sistem pendidikan
- Budaya kampus yang inklusif
- Kesetaraan kesempatan dalam organisasi dan kepemimpinan mahasiswa
- Kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja global
Dalam konteks pendidikan vokasi, aspek keselamatan, penghormatan hak asasi manusia, serta etika profesional menjadi bagian penting dalam membangun lulusan yang kompetitif dan adaptif.
Melalui penerapan prinsip GEDSI, kampus juga mendorong peningkatan partisipasi perempuan dan kelompok rentan dalam bidang-bidang yang selama ini dianggap maskulin, termasuk sektor teknik dan industri maritim.
Selaras dengan Standar Internasional
ILO melalui program Skills for Prosperity mendorong transformasi pendidikan vokasi yang inklusif dan responsif gender. Pendekatan tersebut memastikan bahwa dunia pendidikan dan dunia kerja berjalan seiring dalam menciptakan ruang yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan.
Dengan menjadi bagian dari pengembangan dan implementasi panduan ini, Politeknik Negeri Manado menunjukkan komitmen nyata dalam mengikuti standar internasional sekaligus memperkuat kebijakan nasional di bidang perlindungan perguruan tinggi.
Penegasan Komitmen Institusi
Langkah Polimdo menerapkan GEDSI dan PPKPT menegaskan peran strategis pendidikan vokasi dalam membangun generasi muda yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran sosial, integritas, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai satu-satunya perguruan tinggi di Sulawesi Utara yang menjalankan panduan berbasis kerja sama ILO ini, Politeknik Negeri Manado memperkuat posisinya sebagai kampus vokasi yang adaptif terhadap perkembangan kebijakan global dan nasional.(ivn)

