24 C
Manado
Sabtu, Juli 4, 2026
spot_img
Beranda Nasional 20 Pendeta Doakan Presiden Trump dan Prajurit AS, Yvonne Mewengkang: Berbagai Pihak...

20 Pendeta Doakan Presiden Trump dan Prajurit AS, Yvonne Mewengkang: Berbagai Pihak untuk Terus Menahan Diri

blank

blank
Presiden AS, Donald Trump, saat didoakan para pendeta di Ruang Oval, Gedung Putih, Kamis (5/3/2026).(foto/istimewa)

WASHINGTON DC, Radarmanadoonline.com-Di tengah situasi yang semakin memanas antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran, Presiden AS Donald Trump didoakan oleh para pendeta. Seperti dilaporkan, sebanyak 20 pendeta mendoakan orang nomor satu di negeri Paman Sam itu di Ruang Oval Gedung Putih, Kamis (5/3/2026). Presiden Donald Trump tampak duduk di meja Resolute sambil berdoa yang dipimpin Penginjil Greg Laurie. Para hamba Tuhan ini memohon perlindungan bagi Presiden Trump, rakyat Amerika, dan pasukan AS yang bertugas ke Iran. Sementara itu Presiden Donald Trump mengaku, telah mengantongi tiga nama calon pengganti Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dibunuh dalam serangan gabungan militer AS-Israel. Trump mengatakan, ketiga orang tersebut adalah “pilihan yang sangat baik” untuk menggantikan Khamenei. Meski begitu, Trump enggan menyebut siapa tiga sosok yang dimaksud. “Saya tidak akan menyebutkan namanya. Mari kita selesaikan ini dulu,” kata Trump kepada New York Times yang dikutip AFP, Senin (1/3/2026). Sebelumnya diberitakan, militer gabungan AS-Israel melancarkan operasi bersandi Epic Fury ke Teheran, Iran, Sabtu (28/2/2026) pagi, pukul 10.00 waktu setempat, sejumlah rudal ditembakkan ke ibu kota Negeri Para Mullah itu. Serangan udara gabungan militer AS-Israel yang dilancarkan saat umat Islam sedang melaksanakan ibadah puasa ini, mengakibatkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas, di kompleks kediamannya di Teheran. Hanya berselang 3 hari, istri Ayatollah Ali Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh meninggal dunia setelah terluka parah dan koma juga imbas dari serangan tersebut. Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Teheran. Selain Ayatollah Ali Khamenei dan istrinya Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, turut tewas dalam serangan udara ini putri Khamenei, menantu perempuan, seorang cucunya, serta beberapa pejabat sipil dan militer Iran. Dikutip detikNews dari NBC News, Minggu (1/3/2026), Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth, mengapresiasi serangan militer AS terhadap Iran yang disebut sebagai Operasi Epic Fury atau dalam bahasa Indonesia disebut kemarahan luar biasa. Operasi ini disebut sebagai operasi udara paling mematikan, paling kompleks, dan paling presisi dalam sejarah AS. “Rezim Iran memiliki kesempatan, namun menolak untuk membuat kesepakatan. Dan, sekarang mereka menanggung konsekuensinya. Selama hampir lima puluh tahun, Iran telah menargetkan dan membunuh warga Amerika, selalu mencari senjata paling ampuh di dunia untuk memajukan tujuan radikal mereka. Tadi malam, tidak seperti presiden sebelumnya, Presiden Trump mulai menangani kanker ini,” kata Hegseth dalam sebuah unggahan di X. Sementara itu perang antara AS-Israel dan Iran, menjadi perhatian khusus bagi Indonesia yang pada 2026 ini menjadi Ketua Developing 8 (D-8). Hal itu disebabkan, Iran merupakan salah satu anggota organisasi itu yang didirikan pada 1997 lalu.

Baca Juga:  Bangun Generasi Sehat, Program Makan Bergizi Gratis Indonesia Masuk 2 Besar Dunia
blank
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang saat press briefing, di Ruang Palapa, Jakarta, Jumat (6/3/2026.(foto/istimewa)

Terpisah, Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia (RI), Yvonne Mewengkang, mengatakan Ketua D-8 Indonesia terus mengikuti perkembangan terkait perang AS-Israel dan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026. Menurut Yvonne, sebagai Ketua D-8, Indonesia turut menekankan pentingnya deeskalasi, serta berbagai pihak untuk terus menahan diri. “Kita terus mengikuti perkembangan di lapangan secara seksama. Sebagai Ketua D-8 kita juga terus menekankan pentingnya deeskalasi dan berbagai pihak untuk terus menahan diri,” ujar Yvonne. Dia menyebut, sebagai Ketua D-8 pada 2026, Indonesia juga terus berkomunikasi erat dengan negara-negara anggota termasuk Iran. Hal ini dilakukan guna mendapatkan perkembangan terkini terkait situasi di lapangan. Jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menambahkan perang AS-Israel dan Iran saat ini, dipastikan tidak berdampak pada persiapan menjelang KTT D-8 ke-12. KTT D-8 itu akan berlangsung pada 15 April 2026 di Jakarta. “Khusus terkait KTT D-8 yang akan dijadwalkan pada April, semua persiapan terus berjalan. Dan, hingga saat ini Indonesia tetap melakukan berbagai persiapan yang diperlukan, dan terus berkomunikasi dengan seluruh anggota D-8. khususnya terkait dengan kondisi dan situasi di lapangan yang terjadi saat ini,” sambung Yvonne.(cnc/jpi/axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini