29.8 C
Manado
Rabu, Juni 10, 2026
spot_img
Beranda Sulut Jangan Lupakan Senioritas, Cintia ‘Menyelip’ Di antara Para Tuama...

Jangan Lupakan Senioritas, Cintia ‘Menyelip’ Di antara Para Tuama !

blank

MANADO – radarmanadoonline.com – Semangat perubahan terus digaungkan di tengah memanasnya bakal calon ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Utara.
Tercatat 4 figur telah ditetapkan sebagai bakal calon ketua di organisasi pers tertua di Tanah Air yang akan berkompetisi di ajang Konferda PWI, Selasa (31/3/2026) di Manado.
Mereka adalah Faruk Languru, Jhoni Paransi, Merson Simbolon dan satu-satunya figur wanita Cintia Boyoh.
Semangat perubahan sepertinya menjadi tagline yang menguat. Artinya, ada figur baru yang diharapkan melakukan akselerasi untuk mengembalikan marwah PWI yang bukan dibungkus motivasi tertentu.
Diketahui Vocke Lontaan sudah 2 kali memimpin PWI Sulut jadi pastinya akan ada penggantian namun kepengurusan sekarang masih menyisakan nama sekretaris Merson yang dicalonkan menggantikan Vocke.
Tapi perubahan jadi harga mati. Setidaknya hal tersebut disampaikan sejumlah senior jurnalis diantaranya Ram Makagiansar, Decky Maskikit, Boy Kussoy, Jemmy Narande, Indra Ngadiman dan Kamrin.
” Perlu dipahami bahwa pekerja pers itu tidak mengenal batas usia sejauh dia masih berkeinginan selalu berada dalam komunitas tersebut. Sebab, ini adalah profesi,” kata Ram, yang mengawali kerja jurnalistik di harian Manado Post pada 1993 dan saat itu sudah menjadi anggota PWI Sulut.
Karenanya, kata bekas koresponden Tabloid BOLA Jakarta dan sekarang Pemred radarmanadoonline.com,perlu ada penyamaan persepsi bahwa PWI perlu menghargai dan mengapresiasi pejuang pers di daerah ini.
” Akar sejarah jangan dikesampingkan. Akan sangat ideal jika para senior yang juga kita beri ruang dan waktu untuk memberi masukan dan lain-lain. Jangan lupakan mereka,” lanjut Ram yang sempat menjadi Wakil Ketua dan Sekretaris SIWO PWI Sulut dan Ketua Jaringan Media Siber Sulut.
Maskikit setuju pernyataan tersebut. “Kita kerucutkan saja, ke depan yang masih ada nomor kartu anggota diaktifkan lagi. Di up date supaya yang pemegang kartu yang tidak diaktifkan diakomodir oleh siapa pengurus baru nanti,” kata Decky dan diaminkan juga Boy, Indra dan Jemmy.
” Hal kecil tapi itu berpengaruh,” sembur Decky. ” Harus dirubah juga bahwa Balai Wartawan yang jadi tempat kantor PWI mesti menjadi bagian bersama. Bukan milik segelintir,” tambah Boy.
Karena itu mereka pun sepakat untuk mendorong agar ada perubahan kepengurusan PWI Sulut.
” Ada 4 calon tentu semua terbaik dari sisi administrasi sebab faktanya mereka lolos verifikasi oleh Steering Comitte di daerah dan difinalkan PWI Pusat. Tapi, harapan perubahan nampaknya bisa diemban Cintia Boyoh, satu-satunya figur perempuan,” kata mereka semua.
Diakui, mereka tidak kenal secara personal figur Cintia. Namun, wanita dianggap fleksibel bisa diterima semua kalangan dan dari media nasional, SCTV, juga telah menjadi pengurus PWI Sulut versi KLB.
” Kami mendukung figur perempuan bukan karena ingin masuk kepengurusan namun murni agar ada perubahan ke depan,” tutup Ram. (ivn)

Baca Juga:  UNSRAT Sukses Gelar FGD Pendampingan dan Penyusunan Dokumen Maturity Rating Kinerja BLU

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini