Radarmanadoonline.com — X Corp resmi meluncurkan XChat, aplikasi pesan mandiri yang saat ini tersedia untuk perangkat iOS. Kehadiran aplikasi ini menandai langkah baru X, platform yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, dalam memperluas layanan dari media sosial menjadi ekosistem komunikasi digital yang lebih luas.
Poin Penting
- XChat resmi meluncur untuk iOS sebagai aplikasi pesan mandiri dari X Corp.
- Pengguna cukup masuk memakai akun X, tanpa perlu nomor telepon.
- Fitur utamanya mencakup chat pribadi, grup, berbagi file, serta panggilan audio dan video.
- XChat mengklaim membawa fitur privasi, termasuk enkripsi end-to-end dan tanpa iklan.
- Android belum tersedia resmi, sehingga aksesnya masih terbatas untuk pengguna iPhone dan iPad.
Berdasarkan laporan TechCrunch, XChat diluncurkan untuk publik pada Jumat, 24 April 2026. Pada tahap awal, aplikasi ini tersedia untuk pengguna iPhone dan iPad melalui App Store.
XChat memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan kontak yang sudah terhubung melalui akun X. Artinya, pengguna tidak perlu lagi bertukar nomor telepon seperti pada sebagian besar aplikasi pesan instan lain.
Dalam keterangan di App Store, XChat disebut sebagai ruang percakapan privat untuk pengguna X. Aplikasi ini menawarkan layanan tanpa iklan, tanpa pelacakan, serta mengklaim menggunakan enkripsi end-to-end. Pengguna cukup masuk menggunakan akun X untuk langsung terhubung dengan jaringan kontak yang telah dibangun di platform tersebut.
Sejumlah fitur utama yang ditawarkan XChat antara lain pesan pribadi, grup chat, berbagi file, panggilan audio, dan panggilan video. Fitur-fitur tersebut membuat XChat diposisikan sebagai pesaing aplikasi pesan populer seperti WhatsApp, Telegram, dan iMessage.
Selain itu, XChat juga disebut membawa sejumlah fitur privasi seperti disappearing messages, edit pesan, hapus pesan, perlindungan PIN, serta fitur terkait tangkapan layar. Namun, klaim keamanan dan privasi aplikasi ini masih perlu diuji lebih lanjut, terutama melalui audit teknis independen.
The Verge sebelumnya melaporkan bahwa layanan chat terenkripsi X memang membawa peningkatan privasi, tetapi beberapa metadata seperti informasi penerima dan waktu pengiriman belum tentu ikut terenkripsi. Karena itu, pengguna tetap perlu memahami batasan keamanan sebelum menggunakan XChat untuk percakapan yang sangat sensitif.
Peluncuran XChat juga memperkuat arah bisnis X di bawah Elon Musk yang ingin menjadikan platform tersebut sebagai “everything app”, bukan sekadar media sosial. Dengan aplikasi pesan terpisah, X berupaya menghadirkan pengalaman komunikasi yang lebih fokus, privat, dan langsung berada di layar utama ponsel pengguna.
XChat bisa menjadi alternatif baru untuk membangun jejaring komunikasi berbasis akun X. Namun, adopsinya kemungkinan masih bergantung pada dua hal: ketersediaan untuk Android dan seberapa banyak pengguna lokal yang aktif memakai X sebagai jaringan utama.
Saat ini, belum ada informasi resmi mengenai jadwal peluncuran XChat untuk Android. Sehingga penggunaan XChat masih terbatas untuk pengguna iOS dan iPadOS.
Peluncuran ini menunjukkan bahwa persaingan aplikasi pesan instan kian ketat. Setelah media sosial, video pendek, dan kecerdasan buatan menjadi medan kompetisi besar perusahaan teknologi, ruang percakapan privat kini kembali menjadi area strategis yang diperebutkan. (rpr)




