26.5 C
Manado
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img
Beranda ekonomi Rakor MBG di Sulut, Waka BGN Sebut Program MBG Dorong Ekonomi Daerah

Rakor MBG di Sulut, Waka BGN Sebut Program MBG Dorong Ekonomi Daerah

MANADO,Radarmanadoonline.com_Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar rapat konsolidasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sulawesi Utara bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yayasan dan mitra pelaksana di The Sentra Hotel Manado, Jumat (08/05/26).

Rapat koordinasi tersebut dihadiri Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, serta Asisten II Setdaprov Sulut Jimmy Ringkuangan yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengatakan, konsolidasi ini dilakukan untuk menyamakan pemahaman dan langkah seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG di daerah.

“Tujuannya menyamakan pemahaman dan langkah seluruh pihak, mulai dari mitra BGN, yayasan, pemilik fasilitas, kepala SPPG, hingga satgas MBG kabupaten/kota,” ujar Sony Sonjaya usai rakor.

Ia menegaskan, kolaborasi antarpelaksana menjadi kunci agar program prioritas nasional tersebut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Saat ini terdapat 180 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di Sulawesi Utara. Program ini telah menyerap 7.819 tenaga kerja, yang sebagian besar berasal dari kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem,” katanya.

Baca Juga:  INNS Buka Puasa Bersama dan Baksos di Panti Asuhan Al-Ikhwan, dr Lidya: Toleransi Antar Umat Beragama Adalah yang Utama 

Ia menjelaskan, program MBG di Sulawesi Utara telah menjangkau 403.467 penerima manfaat yang terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui dan peserta didik dengan dukungan 545 pemasok bahan pangan lokal.

“Pelaksanaan program MBG juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok bahan pangan seperti beras, ikan, sayur, buah, telur dan daging ayam,” ujarnya.

Ia menegaskan, orientasi program MBG bukan pada keuntungan, melainkan peningkatan kualitas gizi masyarakat sekaligus penguatan ekonomi di berbagai lapisan.

“Orientasi program ini bukan pada profit, tetapi pada upaya meningkatkan asupan gizi, memperbaiki kualitas gizi masyarakat secara menyeluruh, serta mendorong peningkatan ekonomi di berbagai lapisan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, secara nasional aliran dana operasional Program MBG mencapai rata-rata Rp1 triliun per hari, sementara di Sulawesi Utara sekitar Rp6,4 miliar per hari.

“Dana itu mengalir ke pedagang dan petani lokal. Ini yang menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” tandas Sony. (Rommy)

Bagaimana Pendapatmu?