25.5 C
Manado
Kamis, Mei 14, 2026
spot_img
Beranda Olahraga Trionda, Bola Resmi Piala Dunia 2026, Tanpa Jahitan, Bantu Wasit Putuskan Offside

Trionda, Bola Resmi Piala Dunia 2026, Tanpa Jahitan, Bantu Wasit Putuskan Offside

NEW JERSEY, Radarmanadoonline.com-Sebagai salah satu komponen utama dalam turnamen, bola resmi Piala Dunia 2026 telah diperkenalkan dengan nama Trionda 2025 lalu. Bola Trionda merupakan produksi dari Adidas sebagai perusahaan pemasok resmi Piala Dunia selama lebih dari 50 tahun. Melansir fifa.com, nama Trionda diambil dari bahasa Spanyol, yakni Tri yang berarti tiga, dan Onda berarti gelombang. Nama ini dipakai sebagai bentuk penghormatan simbolis bagi tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Trionda menjadi bola resmi Piala Dunia dengan jumlah panel paling sedikit yang pernah dibuat, yakni hanya empat panel saja. Gabungan panel-panel tersebut membentuk pola segitiga di bagian tengah bola sebagai simbol persatuan historis ketiga negara. Bola ini juga menggunakan desain tiga warna (tricolor) sebagai representasi..Seperti biru untuk Amerika Serikat, hijau untuk Meksiko, dan merah untuk Kanada. Selain itu, terdapat ikon khas masing-masing negara seperti bintang (AS), elang Aztec (Meksiko), dan daun maple (Kanada). Sentuhan aksen warna emas juga hadir melambangkan warna trofi Piala Dunia. Trionda dibuat memakai teknologi thermally bonded. Artinya, konstruksi bola dibuat tanpa jahitan, sehingga menciptakan permukaan yang mulus. Hanya saja, terdapat pola lekukan atau seam yang sengaja dibuat lebih dalam. Rancangan itu dibuat Adidas untuk tetap mengoptimalkan kestabilan bola dan meminimalkan hambatan udara saat melambung. Adapun detail tekstur timbul atau emboss yang hanya terlihat dari dekat. Fitur ini membantu meningkatkan kontrol bola saat ditendang atau digiring, terutama dalam kondisi basah atau lembab. Fitur unggulan lain yang ada pada Trionda adalah Connected Ball Technology generasi terbaru. Di mana, di dalam salah satu panelnya, tertanam sebuah sensor. gerak Inertial Measurement Unit (IMU) berfrekuensi 500Hz. Sensor ini nantinya akan mengirimkan data pergerakan bola secara real-time ke sistem Video Assistant Referee atau VAR. Berbeda dengan teknologi sebelumnya yang menggunakan sistem suspensi di tengah bola, sensor pada Trionda dipasang langsung pada lapisan panelnya. Teknologi ini bisa membantu wasit saat pertandingan berlangsung. Misalnya dalam pengambilan keputusan offside berdasarkan data pergerakan dan titik sentuh yang diperoleh dari sensor. (rci/cno/axm)

Baca Juga:  Dirilis FIFA, Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Rp573 Juta

Bagaimana Pendapatmu?