
NEW YORK, Radarmanadoonline.com-Amerika Serikat selaku salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026, bersama Kanada dan Meksiko, terus mempersiapkan diri untuk menyambut ajang sepak bola empat tahunan terbesar di jagat raya ini digelar di tanah mereka. Salah satu faktor yang tak luput dari pandangan Amerika Serikat adalah keamanan wilayah dan venue yang akan menggelar pertandingan-pertandingan penting Piala Dunia 2026. Pihak FBI atau Federal Bureau of Investigation memberikan perhatian cukup besar kepada New York. Kebetulan New York menjadi salah satu wilayah yang akan menjadi titik penting selama Piala Dunia berlangsung. Wilayah yang juga dikenal dengan sebutan Big Apple itu akan menggelar 8 pertandingan Piala Dunia 2026. MetLife Stadium akan menjadi stadion yang digunakan untuk menggelar kedelapan pertandingan tersebut. Selain itu, wilayah populer lainnya, seperti Time Square, juga diprediksi akan menjadi titik yang dipadati penggemar. Untuk itu, FBI akan menerjunkan banyak agen mereka untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin soal keadaan sosial yang ada di sana. Apalagi event Piala Dunia 2026 ini akan berlangsung di tengah hari penting Amerika Serikat mendatang. Hari penting tersebut adalah Hari Ulang Tahun Amerika Serikat yang jatuh setiap tanggal 4 Juli. Sebagai institusi keamanan nasional, FBI bakal bekerja keras memastikan keamanan wilayah negeri Paman Sam terjaga. Sebagaimana yang diungkapkan salah satu agen FBI yang bertugas di wilayah New York, Amit Kachhia-Patel. “Keamanan adalah prioritas kami,” kata Amit dikutip dari CBS News. “Kami merasa memiliki sumber daya yang cukup, tidak hanya untuk mengawal event ini (Piala Dunia) tetapi hal yang akan datang bersamaan dengan itu. Kami akan menyiapkan beberapa skenario, membahasnya, bersiap, dan melaksanakannya di lapangan,” ujarnya. Persiapan maksimal FBI itu bukannya tanpa halangan dan rintangan. Mereka melihat salah satu potensi keamanan terbesar yang bisa mengancam kelangsungan acara akan datang dari udara. Drone atau pesawat tanpa awak bakal menjadi barang yang akan diawasi sangat ketat selama event berlangsung. Bahkan, ada kemungkinan drone akan benar-benar dilarang terbang selama Piala Dunia digelar nantinya. FBI menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mencegah drone itu. “Drone benar-benar menjadi barang yang sangat mengkhawatirkan bagi kami,” tambah Amit. “FBI, bersama rekan-rekan yang lain, akan menyiapkan peralatan yang bisa menangkal drone. Selalu akan ada kekhawatiran ketika Anda menggelar event sebesar ini. Namun kami bertekad memberikan rasa amat dan menempatkan diri di posisi terbaik agar acara ini berlangsung dengan baik,” sambungnya. New York, tepatnya di MetLife Stadium, akan menggelar 8 pertandingan Piala Dunia 2026. Kedelapan pertandingan yang akan digelar di sana yaitu, Brasil vs Maroko (14 Juni), Prancis vs Senegal (17 Juni), Norwegia vs Senegal (23 Juni), Ekuador vs Jerman (26 Juni), Panaman vs Inggris (28 Juni), Juara Grup I VS Peringkat Tiga Grup C/D/F/G/H, 16 Besar, dan Final. Sementara itu jumlah peserta di Piala Dunia 2026 ini juga bertambah menjadi 48 tim yang dibagi ke dalam 12 grup, menjadikannya Piala Dunia terbesar sepanjang sejarah. Terdapat 104 pertandingan yang akan digelar di 16 kota tuan rumah dan ditayang langsung TVRI. Pertandingan pembuka digelar di Stadion Azteca, Mexico City, dan final di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat.(cni/joc/axm)


