26.4 C
Manado
Senin, September 14, 2026
spot_img
Beranda Internasional Demi More Juri, Aktris asal Manado Ultah di Cannes, Jolene: Saya ingin...

Demi More Juri, Aktris asal Manado Ultah di Cannes, Jolene: Saya ingin Terus Belajar

blank

CANNES, PRANCIS, radarmanadoonline.com—Model sekaligus aktris film, Jolene Marie Rotinsulu, berulang tahun ke-30 pada 15 Mei 2026.

Ultah ke-30 model cantik kelahiran Santa Anna, California, Amerika Serikat, 15 Mei 1996, itu menjadi sangat berkesan. Sebab, adik kandung Miss Celebrity Indonesia 2011, Sirena Elizabeth Rotinsulu, merayakan ulang tahunnya di Prancis, tepatnya di Festival Film Cannes 2026.

Festival Film Cannes ke-79 digelar pada 12–23 Mei 2026 di Palais des Festivals et des Congrès, Cannes, Prancis. Sutradara asal Korea Selatan, Park Chan-wook, bertindak sebagai Presiden Juri untuk kompetisi utama.

Sejumlah nama besar dunia perfilman juga masuk dalam jajaran juri utama, di antaranya Demi Moore, Ruth Negga, Chloé Zhao, Stellan Skarsgård, Diego Céspedes, Paul Laverty, Isaach de Bankolé, dan Laura Wandel.

Kehadiran Jolene Marie Rotinsulu di Festival Film Cannes 2026 menjadi penampilan perdana aktris cantik asal Manado tersebut di ajang bergengsi tahunan yang dihelat di Prancis.

Kehadiran Jolene di Festival Film Cannes 2026, yang turut dihadiri sejumlah aktor dan aktris kenamaan dunia, menuai pujian publik. Dalam press release yang dikirim Jolene Rotinsulu kepada radarmanadoonline.com, pengalaman menghadiri Festival Film Cannes untuk pertama kalinya menjadi salah satu momen terbaik dalam hidupnya.

“My very first Cannes Film Festival, and certainly not my last,” kata Jolene.

Di karpet merah Cannes, Puteri Indonesia Lingkungan 2019 itu tampil anggun mengenakan kebaya hitam karya desainer ternama Intan Avantie dengan konsep Kusuma Wijaya.

Kusuma Wijaya berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti Bunga Kemenangan. Konsep tersebut melambangkan kejayaan, kemenangan, keberanian, serta keindahan sejati yang berasal dari batin, ketulusan hati, dan kemurnian jiwa.

Bunga yang hanya mekar di malam hari ini juga merupakan lambang kesuksesan, kemakmuran, dan proses panjang yang jarang terlihat. Karena itu, bunga tersebut sering dijuluki “the Queen of The Night.”

Busana yang dikenakan Jolene berupa kebaya velvet hitam dengan garis rancangan klasik kontemporer. Detail embroidery etnik dan payet khas Indonesia membuat tampilan tersebut terlihat elegan dan mewah.

Penampilan Jolene semakin sempurna dengan bros Sri Radya Laksana Surakarta dan perhiasan autentik dari Keraton Solo. Ia juga mengenakan bawahan kain batik tulis berwarna cokelat sogan Jawa bermotif parang dan kembang.

Keseluruhan tampilan budaya Indonesia tersebut diarahkan langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu Ayu Koes Indriyah, Pangarso Tatabusana lan Paes Kraton Surakarta sekaligus Pengageng Keputren Kraton Surakarta.

Untuk pulasan makeup, Jolene tampil dengan look yang fresh dan modern melalui sentuhan “luminous silk” skin complexion ala Armani Beauty. Tampilan tersebut memberikan kesan glowing natural, dipadukan dengan lipstik Armani Lip Maestro 461 bernuansa merah yang segar dan elegan.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa sekaligus membanggakan bagi saya. Bisa hadir dan berjalan di red carpet Cannes Film Festival untuk pertama kalinya tepat pada hari ulang tahun saya adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya juga sangat bangga dapat membawa budaya Indonesia melalui kebaya dan batik di ajang internasional sebesar ini,” kata Jolene.

Penampilan pemeran film Lampir dan Sampai Nanti, Hanna! itu dinilai berhasil memadukan nuansa tradisional dengan sentuhan modern yang mewah.

Kipas hitam bermotif bunga yang dibawanya juga menjadi detail unik yang menambah kesan klasik sekaligus berkelas.

Penampilan perdana pemeran film OOTD: Outfit of the Designer dan Kuyank di Festival Film Cannes langsung diapresiasi berbagai elemen masyarakat Tanah Air.

Runner-up 1 dan Miss Photogenic Miss Celebrity Indonesia 2010 tersebut menghadiri world premiere sekaligus berjalan di red carpet Festival Film Cannes pada Jumat, 15 Mei 2026, pukul 22.00 waktu setempat, dalam pemutaran film Gentle Monster karya sutradara asal Austria, Marie Kreutzer.

Film Gentle Monster menjadi salah satu film dalam Official Selection Festival de Cannes 2026. Film drama psikologis tersebut dibintangi Léa Seydoux, Jella Haase, Laurence Rupp, hingga Catherine Deneuve, dan mengangkat kisah tentang dinamika keluarga, trauma, serta pencarian kebenaran dalam sebuah hubungan.

Kehadiran Puteri Indonesia Sulawesi Utara 2019 di Cannes ini menjadi langkah baru dalam perjalanan karier internasionalnya.

Top 8 finalis Miss International 2019 itu berharap dapat terus berkembang dan berkontribusi lebih jauh di industri perfilman Indonesia. Jolene juga ingin membawa karya dan budaya Indonesia ke lebih banyak panggung internasional di masa mendatang.

“Semoga ini menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar ke depannya. Saya ingin terus belajar, berkembang, dan tentunya bisa semakin membawa nama Indonesia di industri perfilman internasional,” ujar Jolene.

(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini