29.3 C
Manado
Minggu, Juni 7, 2026
spot_img
Beranda Nasional Puteri Indonesia Dukung PP TUNAS Jadi Ruang Digital Aman bagi Anak

Puteri Indonesia Dukung PP TUNAS Jadi Ruang Digital Aman bagi Anak

blankJAKARTA, Radarmanadoonline.com-Setelah terpilih dan dinobatkan pada 24 April 2026, Puteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng dan penyandang gelar Puteri Indonesia 2026 lainnya, mulai melakoni berbagai kegiatan.

blankKamis (4/6/2026), Puteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng dan penyandang gelar Puteri Indonesia 2026 lainnya, bertemu Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid. Dalam pertemuan tersebut Puteri Indonesia 2026, Agnes Rahajeng dan rekan-rekannya menyatakan kesiapan mengampanyekan perlindunga anak di ruang digital sebagai bagian dari investasi Indonesia menuju generasi emas. Dalam dialog tersebut, Menkomdigi Meutya Hafid, menerangkan tantangan yang dihadapi anak-anak di ruang digital saat ini. Menurut Meutya, ancaman tidak hanya datang dari konten yang tidak sesuai usia, tetapi juga dari risiko kontak dengan orang asing maupun kecanduan penggunaan platform digital. Sehingga, dibutuhkan regulasi seperti dalam Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Perlindunga Anak di Ruang Digital (PP TUNAS).

blank “Perlindungan anak di ruang digital harus melihat profil risiko yang dihadapi anak, mulai dari risiko kontak, risiko konten, hingga risiko kecanduan. Karena itu, PP TUNAS mengatur langkah perlindunganyang proporsional sesuai tingkat risiko platform,” ujar Meutya. Dia mencontohkan, salah satu platform gim, Roblox, yang telah melakukan penyesuaian khusus untuk Indonesia dengan menonaktifkan fitur kontak bagi pengguna di bawah usia 16 tahun. Urgensi perlindungananak kini dinilai semakin besar seiring tingginya penetrasi internet di Indonesia. Saat ini, jumlah pengguna internet Indonesia mencapai sekitar 229 juta orang, dengan rata-rata waktu penggunaan lebih dari 7 jam setiap hari. Di saat yang sama, berbagai indikator menunjukkan peningkatan tantangan kesehatan mental anak dan remaja, termasuk kenaikan percobaan bunuh diri pada anak dalam beberapa tahun terakhir, serta ratusan ribu kasus gangguan kejiwaan. Meutya menegaskan,isu perlindungananak di ruang digital telah menjadi perhatian dunia, dan semakin relevan dibawa ke berbagai forum internasional.”Perlindungan anak adalah isu universal. Ketika Indonesia berbicara tentang masa depan digital, maka keselamatan anak harus menjadi bagian penting dari percakapan global,” ujarnya.

Baca Juga:  Kemenko Marves Bersama PLN Gaet Komunitas Global Melalui Green Energy Buyers Dialogue

blankPuteri Indonesia 2026, Agnes Aditya Rahajeng menilai, PP TUNAS menjawab kekhawatiranbanyak pihak terhadap berbagai ancaman yang dihadapi anak di internet. “Anak di bawah umur rentan terhadap bahaya pornografi, pelecehan seksual, dan bullying di media sosial. Meskipun harus diakui Media sosial adalah sarana mencari informasi yang sangat powerful, di sinilah perlunya pengawasan dan perlindunga ” kata Agnes. Senada, Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI), Putri Kuswisnu Wardani mengaku, melihat perubahan besar dalam pola tumbuh kembang anak dibandingkan generasi sebelumnya. “Kami melihat anak-anak sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai. Berbeda dengan dulu yang lebih banyak bermain dan berkomunikasi secara langsung. Karena itu, ini merupakan program yang pantas didukung oleh Yayasan Puteri Indonesia,” kata Putri. Dukungan tersebut tidak berhenti pada pernyataan. Puteri Pendidikan 2026, Gisella Agnes Silalahi mengungkapkan rencana mengunjungisekolah-sekolah untuk mengedukasi siswa mengenai pentingnya perlindungananak di ruang digital. “Saya ingin ikut menyosialisasikan PP TUNAS ke sekolah sekolah. Selain itu, saya juga akan menggaungkan isu perlindungananak di forum internasionaluntuk menjadikan ini sebagai gerakan global,” kata Gisella yang akan mewakili Indonesia dalam ajang Miss Charm di Vietnam. Selain Agnes Aditya Rahajeng dan Gisella Agnes Silalahi, dukungan terhadap perlindungananak di ruang digital juga disampaikan oleh Puteri Indonesia Lingkungan 2026 sekaligus Miss International Indonesia 2026, Victoria Titisari Koesasi Putri, Puteri Indonesia Pariwisata 2026 sekaligus Miss Cosmo Indonesia 2026 Karina Moudy Widodo, Puteri Indonesia Teknologi dan Inovasi 2026 Glorya Stevany Yame Nayoan, serta Puteri Indonesia Intelegensia II dan Influencer 2026 Athalla Hartiana Putri Hardian. Kehadiran para Puteri Indonesia yang memiliki pengaruh luas tersebut memperlihatkan bahwa isu perlindungananak di ruang digital telah mendapat dukungan dari generasi muda. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Wardiman Djojonegoro, Direktur Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar, serta Staf Khusus Menteri Bidang Kemitraan Global dan Edukasi Digital Raline Shah.(cnc/axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini