25.8 C
Manado
Kamis, Juni 25, 2026
spot_img
Beranda Internasional UCLG Peace Prize 2026, Joune Ganda Presentasikan Praktik Perdamaian Minahasa Utara di...

UCLG Peace Prize 2026, Joune Ganda Presentasikan Praktik Perdamaian Minahasa Utara di Forum Dunia

blank

MAROKO,Radarmanadoonline.com_Bupati Minahasa Utara, Joune James Esau Ganda, tampil sebagai pembicara sekaligus finalis dalam ajang bergengsi UCLG Peace Prize 2026 yang digelar dalam rangkaian UCLG World Congress 2026 di Tangier.

Kehadiran Joune Ganda di forum internasional tersebut menandai pengakuan dunia terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam membangun dan menjaga perdamaian di tengah masyarakat yang majemuk.

Prestasi ini menjadi semakin istimewa karena Kabupaten Minahasa Utara merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia dan kawasan Asia Pasifik yang berhasil menembus lima besar finalis penghargaan tersebut. Empat finalis lainnya berasal dari Ekuador, Brasil, Kenya, dan Sudan Selatan.

Dalam sesi final bertajuk “Enhancing Peace in Our Communities: Stories from the UCLG Peace Prize 2026 Finalists”, Joune Ganda memaparkan berbagai strategi dan kebijakan yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dalam memperkuat kerukunan masyarakat. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada tata kelola pemerintahan yang inklusif, penguatan dialog lintas agama, pembangunan kepercayaan antar kelompok masyarakat, serta kolaborasi berbagai elemen dalam menjaga stabilitas sosial.

Baca Juga:  Selang 2025 Kejati Selamatkan Uang Negara 190 Miĺyar

“Keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat bersama. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ruang dialog, memperkuat toleransi, dan memastikan seluruh elemen masyarakat merasa menjadi bagian dari pembangunan,” ujar Joune Ganda dalam presentasinya di hadapan para peserta kongres.

Keikutsertaan Minahasa Utara pada tahap final UCLG Peace Prize 2026 menjadi bukti bahwa berbagai program pembangunan sosial yang dijalankan di daerah mendapat perhatian dan pengakuan di tingkat global. Beragam inisiatif yang melibatkan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, serta organisasi kemasyarakatan dinilai berhasil memperkuat budaya damai dan mencegah potensi konflik di tingkat lokal.

Joune Ganda menjelaskan bahwa tahapan final merupakan proses penentuan untuk memilih satu pemenang dari lima finalis yang telah lolos seleksi. Penilaian dilakukan berdasarkan kualitas presentasi, dampak program yang telah dijalankan, inovasi kebijakan, keberlanjutan program, serta kontribusi nyata terhadap pembangunan perdamaian di daerah masing-masing.

Baca Juga:  Rolly Bersama Istri Bantah Tudingan Penipuan dan Penggelapan Aset

Menurutnya, pemenang UCLG Peace Prize 2026 tidak hanya akan memperoleh pengakuan internasional, tetapi juga berkesempatan mendapatkan dukungan pendanaan serta pendampingan untuk pengembangan program perdamaian yang telah dijalankan.

“Partisipasi Kabupaten Minahasa Utara pada ajang internasional ini semakin mempertegas posisi daerah sebagai salah satu contoh praktik baik pembangunan perdamaian di tingkat lokal, sekaligus membawa nama Indonesia dan kawasan Asia Pasifik dalam forum global yang dihadiri para pemimpin daerah dari berbagai negara,” kata Joune Ganda.
Ia menambahkan, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena kembali mengharumkan nama Minahasa Utara dan Indonesia di panggung internasional melalui praktik-praktik pembangunan yang mengedepankan toleransi, inklusivitas, dan harmoni sosial.
Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa Utara, Sefferson Sumampouw, yang mendampingi Bupati selama kegiatan berlangsung, menyampaikan apresiasinya atas penampilan Joune Ganda dalam sesi final.
“Bupati Joune Ganda tampil sangat percaya diri dan mampu menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan moderator secara tuntas dan terukur. Setiap finalis diberikan waktu tiga menit untuk menjawab masing-masing pertanyaan, dan beliau memanfaatkan waktu tersebut dengan sangat baik untuk menjelaskan pengalaman, kebijakan, serta praktik-praktik perdamaian yang telah dijalankan di Minahasa Utara. Penampilan ini menunjukkan kapasitas kepemimpinan daerah yang mampu berbicara dan bersaing di forum internasional,” ujar Sefferson Sumampouw. (***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini