24.3 C
Manado
Jumat, Juni 26, 2026
spot_img
Beranda Sulut Manado Fokus Pengelolaan TPA Sumompo, Walikota AA Dengar Aspirasi Petugas Sampah

Fokus Pengelolaan TPA Sumompo, Walikota AA Dengar Aspirasi Petugas Sampah

blank

Manado, Kondisi TPA Sumompo terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Manado. Kali ini, rabu (24/06) pagi,  Wali Kota Manado Andrei Angouw mengunjungi TPA Sumompo, memantau akrifitas bongkar sampah disana. Wali Kota disambut Kadis DLH Pontowuisang Kakauhe beserta pejabat teknis lainnya.

Diketahui, aktifitas bongkar aduk sampah oleh escavator, setelah sampah-sampah dari truk dan motor sampah dibuang di TPA. Selain melihat kondisi TPA, Wali Kota bertanya ke beberapa sopir truk, petugas motor sampah hingga perkerja bahkan pemulung di lokasi.

blank

Kepada para sopir Wali Kota bertanya dari kecamatan atau kelurahan mana. Wali Kota juga bertannya hingga pukul 09.00 pagi plus ketika sampai tiba di TPA sudah berapa ret angkutan sampahnya. Ada yang menjawab sudah dua kali dan ada yang baru satu kali, padahal ada yang mengangkat sampah sejak pukul 4 pagi.

Baca Juga:  Gubernur Yulius Selvanus Terima Kunjungan KPK RI, Bahas Pencegahan Korupsi di Sulut

Bagi Wali Kota ini perlu diselidiki makanisme pengangkutan sampah dan meminta Kadis untuk melakulan rapat dengan para sopir agar dapat mengetahui hambatan-hambatan dilapangan. Selain dengan sopir truck, hal yang sama Wali Kota bertanya pada pengakut sampah yang menggunakan motor sampah. Mereka berasal dari kelurahan-kelurahan yang berdekatan dengan TPA.

blank

Selain dengan petugas sampah, Wali Kota juga bertanya kebeberapa pemulung di Lokasi. Sebagian besar mereka tergantung dengan TPA ini yang telah merupakan mata pencaharian sehari -hari. Ada testimoni menarik ketika Wali Kota berdialog dengan seorang ibu yang sudah 26 tahun bongkar sampah ditempat ini.

blank

Nama Ibu ini Agustina Togas dari Sitaro dan telah memulung sejak tahun 2000 dan skarang sudah berumur 47 tahun. Dia berkeluh kesah dengan Wali Kota dan bermohon agar TPA ini tidak dipindahkan. Dia mengatakan bahwa hasil memulung dapat menyekolahkan 4 orang anak dan bahkan dua orang anaknya sudah menikah.

Baca Juga:  PLN UP2D Suluttenggo Lakukan Langkah Antisipatif, Periksa Recloser Demi Keandalan Pasokan Listrik

blank

Sekali lagi dengan dukungan beberapa pemulung yang ada di Lokasi, mereka berharap agar TPA ini tidak dipindahkan. Bagi mereka, lokasi ini menjadi tempat pencaharian sehari-hari. ” Hidup keluarga tergantung TPA ini,” tegas mereka serempak.(***/Advetorial)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini