
MINUT,Radarmanadoonline.com_Semangat persatuan dan kerukunan akan menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dan HUT Kabupaten Minahasa Utara ke 23.
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Minahasa Utara akan menggelar doa bersama lintas agama sebagai simbol kebersamaan dan ungkapan syukur,
Kepala Kesbangpol Minahasa Utara, Sammy Rompis, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan panitia peringatan HUT RI agar FKUB memimpin doa lintas agama pada pembukaan kegiatan.
“Doa lintas agama akan dilaksanakan saat pembukaan rangkaian kegiatan HUT RI. Kami berharap seluruh agenda dapat berlangsung aman, lancar, dan sukses,” kata Rompis, Rabu, didampingi Sekretaris Kesbangpol Cresto Palandi, Kamis (23/07/26).
Ia menambahkan, doa bersama tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga bentuk rasa syukur atas situasi Minahasa Utara yang tetap kondusif sepanjang 2026. Ia menilai iklim toleransi dan moderasi beragama di daerah tersebut terus terjaga berkat sinergi pemerintah, FKUB, tokoh agama, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat.
“Keberhasilan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak bisa dilepaskan dari dukungan tokoh-tokoh agama. Begitu pula tugas TNI dan Polri dalam menjaga keamanan akan terasa lebih ringan jika seluruh komponen masyarakat berjalan bersama,” ujar Rompis.
Ia juga mengutip firman Tuhan, “Jikalau bukan Tuhan yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga,” sebagai pengingat bahwa setiap upaya pembangunan harus disertai doa dan penyertaan Tuhan.
Sementara itu, Ketua FKUB Minahasa Utara, Pdt. Mouna Rumajar, menegaskan doa lintas agama menjadi wujud syukur sekaligus permohonan agar seluruh rangkaian peringatan HUT Ke-81 RI di Minahasa Utara berlangsung aman, damai, dan membawa manfaat bagi masyarakat.
“Doa bersama ini merupakan bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan sekaligus harapan agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik serta semakin memperkuat persaudaraan dan kerukunan antarumat beragama di Minahasa Utara,” kata Rumajar.
