28.1 C
Manado
Rabu, Juli 29, 2026
spot_img
Beranda Nyong Nona Manado Puji Tahapan PNNM 2026, Nyong Noel: Memberi Ruang Bagi Peserta untuk Bertumbuh...

Puji Tahapan PNNM 2026, Nyong Noel: Memberi Ruang Bagi Peserta untuk Bertumbuh Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

blank

MANADO, Radarmanadoonline.com-Para penyandang gelar Nyong-Nona Manado 2026 baru saja selesai melaksanakan tugas di kegiatan terkait peringatan HUT ke-403 Kota Manado, 14 Juli 2026.

blank
DUTA KOTA TINUTUAN: Nyong Manado 2026, Andi Harunsyah Peter Noel Weenas.(foto/dok pribadi)

Selanjutnya, Nyong Manado 2026 Andi Harunsyah Peter Noel Weenas, S.H.,CPLA, Nona Manado 2026 Marsya Felicia Maspaitella, dan penyandang gelar Nyong-Nona Manado 2026 lainnya segera melakoni tugas berikutnya pada kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026. Disela-disela kesibukannya sebagai duta daerah, Nyong Manado 2026 Andi Harunsyah Peter Noel Weenas, menyampaikkan tanggapanya setelah sukses meraih gelar Nyong Manado di PNNM ke-37 ini. Kepada Media ini Noel-sapaan putra pasangan Christiano Yorikho Ardiansyah Andi Baso Weenas, S.H, dan Merry Ilona Prisilia Emod mengatakan,terpilih sebagai Nyong Manado 2026 merupakan suatu kehormatan sekaligus amanah yang sangat besar baginya. “Saya percaya ini bukan sekadar tentang sebuah gelar atau selempang, melainkan sebuah tanggung jawab untuk menjadi representasi pemuda Kota Manado. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya, serta berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan saya hingga titik ini. Saya berharap, dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan memberikan kontribusi nyata bagi Kota Manado,” kata Noel kepada radarmanadoonline.com, Selasa (28/7/2026). Menurut Juara I Internal Moot Court Competition (IMCC) Dean Cup IV Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta 2024, seluruh rangkaian PNNM 2026 dirancang dengan sangat baik, karena tidak hanya menguji penampilan di atas panggung, tetapi juga karakter, wawasan, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, hingga kerja sama. Setiap tahapan, kata Noel, memberikan ruang bagi peserta untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. “Saya merasa proses ini bukan hanya sebuah kompetisi, tetapi juga perjalanan pembelajaran yang sangat berharga,” sambungnya.

Baca Juga:  Nyong-Nona Manado 2024 Gelar Pengibaran Bendera Merah-Putih di Bawah Laut Bunaken
blank
KOLABORASI: Nyong Manado 2026, Andi Harunsyah Peter Noel Weenas membawakan breakdance yang dipadukan dengan unsur budaya, di talent show.(foto/dok pribadi)

Masa karantina, menjadi rangkaian tahapan PNNM 2026 yang paling menarik dan berkesan bagi Juara I Debate Category Saint Alfonsus Internal Legal Competition 2023 & Best Speaker Debate Category Saint Alfonsus Internal Legal Competition 2023. “Di (karantina, red) sana, kami belajar banyak hal. Mulai dari pemerintahan, budaya, kepariwisataan, public speaking, etika, hingga pengembangan karakter. Yang paling berharga, adalah kami datang sebagai individu dengan latar belakang yang berbeda-beda, tetapi pulang sebagai sebuah keluarga. Saya belajar bahwa menjadi Nyong Manado bukan hanya soal kemampuan individu, tetapi juga bagaimana kita mampu menghargai, bekerja sama, dan bertumbuh bersama orang lain,” ungkapnya. Saat sesi talent show, Juara I Debate Category KDRM Fair Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta 2023, menampilkan breaking dance (breakdance) yang dipadukan dengan unsur budaya dan nilai-nilai lokal. “Saya memilih talent (breakdance, red) tersebut karena breakdance telah menjadi bagian dari perjalanan hidup saya selama bertahun-tahun. Melalui penampilan itu, saya ingin menunjukkan bahwa seni modern dan budaya lokal dapat berjalan berdampingan. Anak muda tetap bisa mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya,” tuturnya. Most Talented Putra Remaja Teladan Sinode GMIM 2021, mengatakan kesuksesannya di ajang bergengsi dan terbesar di Kota Tinutuan ini, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Untuk itu Noel menyampaikan terima kasih. “Pertama dan terutama, saya mengucapkan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas kasih dan penyertaan-Nya dalam setiap proses kehidupan saya. Terima kasih kepada kedua orang tua saya, Bapak Christiano Yorikho Ardiansyah Andi Baso Weenas, S.H. dan Ibu Merry Ilona Prisilia Emod, serta seluruh keluarga yang selalu mendoakan, mendukung, dan menjadi kekuatan terbesar saya. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Manado, Dinas Pariwisata Kota Manado, Ikatan Nyong-Nona Manado, para juri, panitia, mentor, sponsor, dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan PNNM 2026 dengan sangat baik. Terima kasih juga kepada teman-teman finalis Nyong-Nona Manado 2026 yang telah menjadi keluarga baru selama proses ini. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada Kecamatan Wenang beserta seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan dan doa kepada saya, sejak awal hingga malam grand final. Terakhir, saya mengucapkan terima kasih kepada semua sahabat, dosen, rekan organisasi, alumni, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan doa, semangat, dan kepercayaan kepada saya. Pencapaian ini bukan hanya milik saya, tetapi juga milik semua orang yang turut berjalan bersama saya,” ucapnya. Sebagai Duta Kota Manado, Noel berharap, ke depan dapat menjadi duta yang tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sejalan dengan visi pembangunan Kota Manado. “Saya ingin berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya melalui bidang pendidikan dan pemberdayaan generasi muda. Saya percaya, bahwa ketika kualitas manusianya bertumbuh, maka sektor lain seperti pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan pembangunan daerah juga akan ikut berkembang. Saya ingin mengajak semakin banyak anak muda untuk mencintai kota (Manado, red) ini, mengenal budayanya, dan percaya bahwa mereka mampu menjadi bagian dari kemajuan Manado,” harapnya.(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini