25.3 C
Manado
Minggu, Agustus 9, 2026
spot_img
Beranda Sulut Kotamobagu Tragedi Drag Race Upai : Mobil Terjang Penonton, Tali Rafia dan Standar...

Tragedi Drag Race Upai : Mobil Terjang Penonton, Tali Rafia dan Standar Keselamatan Disorot

blank

Radar Manado Online-KOTAMOBAGU- Ajang balap Drag Race dan Drag Bike yang digelar di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, pada Minggu (9/8/2026), berubah menjadi tragedi maut.

Sebuah mobil peserta berjenis Honda Jazz yang pada bagian kendaraannya terlihat bertuliskan “Pangeran05 MC Joe” dilaporkan kehilangan kendali saat melaju di lintasan. Mobil tersebut kemudian menerjang kerumunan penonton.

Peristiwa itu dikabarkan menyebabkan enam orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Namun, hingga berita ini diturunkan, jumlah korban tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi pihak berwenang, maupun rumah sakit yang menangani para korban.

Dari sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat posisi penonton berada cukup dekat dengan area lintasan. Bahkan, pembatas antara lintasan balap dan area penonton dalam video tersebu, tampak menggunakan tali rafia.

Baca Juga:  Wujud Nyata Komitmen Pembangunan Pariwisata di Sulut, Gubernur Yulius Revitalisasi Kawasan Bukit Kasih Kanonang

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait aspek keselamatan dalam pelaksanaan kegiatan, khususnya mengenai jarak aman penonton, sistem pembatas lintasan, serta standar keamanan yang diterapkan panitia.

Konfirmasi kemudian dilakukan kepada nomor 0812422XXXX, yang terindikasi sebagai kontak salah satu pihak panitia pelaksana bernama Irena.

Saat ditanyakan mengenai kondisi pascakejadian, pihak yang dihubungi mengatakan bahwa panitia saat ini tengah fokus menangani para korban.

“Saat ini, mereka sementara mengurus korban,” katanya.

Namun, ketika ditanyakan lebih lanjut mengenai standar keselamatan dan kelayakan lintasan, termasuk apakah pelaksanaan Drag Race tersebut telah memenuhi ketentuan keselamatan yang berlaku, pihak tersebut tidak memberikan jawaban.

Upaya konfirmasi melalui sambungan telepon juga, disebut terhenti setelah telepon dimatikan.

Baca Juga:  Sudah 11 Jam SK Diperiksa Penyidik Tipidkor Polda Sulut Soal Dana Hibah Rp16 Miliar ke Sinode GMIM

Tragedi ini kini menimbulkan sorotan terhadap penyelenggaraan kegiatan balap tersebut. Publik mempertanyakan bagaimana aspek keselamatan penonton dan peserta dipastikan, terutama menyangkut keberadaan pembatas lintasan dan jarak penonton dari jalur kendaraan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun panitia terkait kronologi lengkap kecelakaan, jumlah pasti korban, serta standar keselamatan yang diterapkan dalam kegiatan Drag Race dan Drag Bike tersebut.

Radar Manado masih berupaya, memperoleh konfirmasi resmi dari pihak terkait. (jux)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini