Radar Manado -KOTAMOBAGU — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kotamobagu mengimbau seluruh wartawan anggota PWI agar menyajikan pemberitaan terkait tragedi di ajang turnamen drag race dan drag bike Kotamobagu secara proporsional, independen, dan tidak tendensius.
Peristiwa yang terjadi Minggu (9/8/2026) itu menelan korban hingga 8 orang meninggal dunia dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Korban adalah suami, istri, atau orang tua bagi anak-anak. Tentunya menimbulkan perasaan duka bahkan mungkin trauma. Karena itu wartawan dalam menyajikan pemberitaan agar tidak tendensius dan menimbulkan reaksi terutama dari keluarga korban,” ujar Ketua PWI Kotamobagu, Konni Balamba, Selasa 11 Agustus 2026.
Konni menegaskan, persoalan hukum dalam kejadian tersebut sudah ditangani pihak berkompeten. Prosesnya diserahkan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Termasuk hak-hak warga sipil dan kedudukan panitia sebagai penanggung jawab kegiatan, sudah ada ketentuan yang mengatur.
“Sebagai jurnalis anggota PWI, mari sajikan berita yang tidak menimbulkan persoalan baru. Kita harus bisa menyajikan informasi yang benar-benar independen, tidak tendensius, dan melindungi hak warga negara,” katanya.
Selain imbauan profesionalitas, PWI Kotamobagu juga menyampaikan rasa belasungkawa.
“Kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya terhadap keluarga yang ditinggalkan atas kejadian kemarin,” ucap Konni.
PWI Kotamobagu berharap proses penanganan kasus ini dapat segera diselesaikan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, agar kepastian hukum bagi korban, keluarga, maupun pihak terkait bisa segera didapatkan.
PWI mengajak seluruh insan pers di Kotamobagu untuk tetap mengedepankan prinsip jurnalistik: akurat, berimbang, dan berempati, terutama saat meliput peristiwa yang menyangkut korban jiwa.
Ia meminta kepada aparat penegak hukum secepatnya menangani masalah ini agar dapat segera siapa yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap tragedi tersebut. (**)

