Radarmanadoonline-KOTAMOBAGU-Beberapa saat sebelum tragedi maut terjadi, Ketua Panitia Open Tournament TDR Drag RaceāDrag Bike Kotamobagu Championship 2026, Lucky Sugeha, masih berada di sekitar lintasan balap.
Pada sesi terakhir final di Jalan A.P. Mokoginta, Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, suasana perlombaan awalnya berlangsung normal. Kendaraan peserta melaju dari garis start, sementara penonton menyaksikan jalannya balapan dari sisi lintasan.
Namun, dalam hitungan detik, suasana berubah menjadi kepanikan.
Sebuah mobil peserta dilaporkan kehilangan kendali sekitar 300 meter setelah meninggalkan garis start. Kendaraan tersebut oleng dan kemudian meluncur ke sisi jalan, tepat ke arah lokasi warga berkumpul.
Tragedi itu menyebabkan sejumlah warga meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Para korban kemudian dievakuasi ke RS Monompia dan RS Pobundayan untuk mendapatkan penanganan medis.
Di tengah situasi tersebut, Lucky Sugeha kemudian berada di rumah sakit untuk melihat langsung kondisi para korban. Ia menyatakan panitia siap bertanggung jawab terhadap korban, termasuk membantu biaya pengobatan.
āSaya sudah berada di sini, di rumah sakit. Kami siap bertanggung jawab atas para korban yang masih dalam perawatan,ā kata Lucky, seperti dikutip Kuasa.net.
Perlombaan yang telah berlangsung sejak 6 Agustus 2026 itu akhirnya dihentikan setelah insiden maut tersebut.
Tragedi ini kemudian membuka sejumlah pertanyaan serius mengenai aspek keselamatan dalam penyelenggaraan balapan, mulai dari standar pengamanan lintasan, jarak aman penonton dari jalur kendaraan, hingga mekanisme antisipasi ketika kendaraan kehilangan kendali.
Di lokasi kejadian, pembatas antara lintasan dan area penonton disebut menggunakan pembatas sederhana. Ketika kendaraan keluar dari jalur balap, pembatas tersebut tidak mampu menghentikan laju kendaraan.
Kini, selain menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, penyelenggaraan event tersebut juga menjadi bagian dari proses penyelidikan aparat penegak hukum.
Kelayakan lintasan, sistem pengamanan, hingga kemungkinan adanya kelalaian dan pertanggungjawaban hukum penyelenggara menjadi sejumlah hal yang menunggu penjelasan lebih lanjut dari hasil penyelidikan.
Sementara itu, video yang merekam detik-detik sebelum kejadian turut memperlihatkan Lucky Sugeha berada di sekitar lintasan dan berdoa sebelum sesi terakhir balapan dimulai.
Potongan video tersebut menjadi gambaran suasana beberapa saat sebelum sebuah ajang olahraga berubah menjadi tragedi yang meninggalkan duka bagi banyak keluarga.
Di tengah suasana berkabung, kepedulian terhadap para korban juga datang dari berbagai pihak.
Ketua TIDAR Sulawesi Utara, Mas Bars Prima, diketahui turut memberikan bantuan bagi para korban melalui panitia.
Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap korban dan keluarga yang terdampak tragedi.
Bagi keluarga yang kehilangan orang tercinta, bantuan tentu tidak akan menghapus rasa kehilangan. Namun, perhatian dan dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban keluarga, terutama mereka yang masih menjalani perawatan akibat insiden tersebut. (***)

