33.4 C
Manado
Jumat, Agustus 14, 2026
spot_img
Beranda Sulut Dr Keke Kaunang Kampanyekan Pelestarian Budaya, Ny Anik Yulius Selavanus Berharap Generasi...

Dr Keke Kaunang Kampanyekan Pelestarian Budaya, Ny Anik Yulius Selavanus Berharap Generasi Muda Semakin Bangga Pakai Batik

blank

MANADO, Radarmanadoonline.com-Kegiatan bertajuk Inspiring Leader Batik & Culture Festival Manado 2026, resmi bergulir.

blank
Wakil Ketua TP-PKK Sulut Ny Dr. Merry Elisabeth Mailangkay- Kalalo, S.H, M.H, saat membacakan sambutan. (foto/alex mamahit)

Kegiatan yang digelar terkait peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), 17 Agustus 2026, dibuka pelaksanaanya oleh Wakil Ketua TP-PKK Sulut Ny Dr. Merry Elisabeth Mailangkay- Kalalo, S.H, M.H, di Kawasan Inkubasi Ekraf Megamas, (Dispar Manado), Rabu (12/8/ 2026) sore. Acara yang dipandu Enriko Maramis dan Sifra Kaontole, diawali doa oleh Pdt DR Eva Karamoy. Ketua Umum Panitia, Dr. dr. Theresia Kaunang, SpKJ Sub Sp AR (K), dalam sambutannya mengatakan, bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena bisa menggelar acara Festival Budaya dan Batik Sulawesi Utara (Sulut) yang pertama kali dilaksanakan . “Ini mempunyai tajuk juga untuk pembinaan generasi muda, karena di dalamnya kita akan mempersiapkan leader di dalam duta wastra batik, dan pertama kali acara ini kita laksanakan, dan mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang kita dapat melaksanakan kembali,” kata dr Keke-sapaan akrabnya. Dibagian lain sambutannya, dr Keke mengungkapkan saat ini banyak hal yang mulai ditinggalka generasi muda. “Sehingga, perlu melestarikan dan mengembangkan warisan leluhur yang menjadi identitas, menjadi jati diri dari kita sebagai bangsa Indonesia. Akan tetapi bagaimana kita harus menjalankan, tentunya kita. Kami berharap, Kawasan Inkubasi Ekraf Megamas (Dispar Manado) dapat menjadi ikon di Kota Manado, Sulut. Untuk melestarikan budaya, kita bekerja sama dengan Dispar Manado,” sambungnya. Dikatakan dr Keke, pada kesempatan ini sekaligus juga mengampanyekan bagaimana melestarikan budaya, karena anak-anak sudah mulai lupa dengan cerita rakyat, dan lupa dengan bahasa daerah. ” Bahkan, saya sendiri lupa dengan bahasa daerah saya sendiri. Bahasa Manado masih ingat, tapi bahasa daerah kampung saya, saya sudah lupa. Nah, bagaimana dengan anak-anak kita, tentunya dengan acara (Inspiring Leader Batik & Culture Festival Manado, red) kita ini, dengan bertujuan melestarikan budaya diharapkan bahwa bahasa daerah itu dapat menjadi bahasa primadona. Karena, saya lihat anak-anak muda sekarang mulai dengan lu gue-lu gue didalan percakapan sehari-sehari. Padahal, kita harus mulai bangkitkan kembali, mengenal kembali bahasa daerah kita. Cerita rakyat kita banyak, anak-anak sudah lupa atau tidak pernah mendengar cerita rakyat. Sehingga, kita melakukan lomba. Kemudian, kita juga melakukan lomba tentunya dari backround kreativitas, yaitu lomba tari-tarian yaitu di mana diharapkan tari-tarian tersebut dapat dipromosikan dan dapat mempromosikan tari. seperti di Bali ada waktu-waktu tertentu dan jadwal tertentu dengan tarian-tarian tertentu di daerah-daerah khusus, dan salah satu daerah khusus itu adalah di kawasan Inkubasi Ekraf yang sudah ada panggungnya untuk jadwal tarian yang setiap minggu, mungkin seperti itu. Kemudian, pada kesempatan ini juga kita mengambil tema budaya Sulut untuk lukisan, karena lukisan itu dapat di pamerkan. Ada salah satu hotel yang meminta untuk hasil lukisan pada acara ini dapat dipamerkan di situ. Dan mungkin, hasil dari pameran tersebut dapat memberdayakan adik-adik kita yang memberi hasil lukisannya,” ujarnya. Di bagian lain sambutannya, dr Keke mengatakan, pada kesempatan ini juga ada produk-produk lokal melalui Apenkraf yang bisa mungkin memperkaya Dekranasda. “Barangkali di dalam menghasilkan hasil-hasil karya mereka. Jadi, melalui festival ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung dan mencintai produk budaya lokal. Mari kita jadikan Batik sebagai nuansa untuk melestarikan budaya kita kita, karena kita bisa membuat desain batik dari cengkih, pala, kelapa atau hal-hal yang berkaitan dengan budaya Sulut sebagai kebanggaan kita di kancah nasional maupun internasional. Selamat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan festival. Jadi, kita akan tunjukkan kreativitas terbaik juga kita jaga sportivitas. Yang terpenting, bukan menang atau kalah. Kita nikmati setiap momen ini. Selamat berfestival dan tetap jaga identitas budaya kita, tabea, Tuhan Memberkati,” ucapnya.

Baca Juga:  Respons Cepat, Bupati Joune Ganda dan Jajaran Langsung ke Lokasi Banjir di Kecamatan Wori

blankblank

blank
Tarian tradisional dan dialog bahasa daerah mewarnai acara pembukaan Inspiring Leader Batik & Culture Festival Manado 2026, di Kawasan Inkubasi Ekraf Megamas, (Dispar Manado), Rabu (12/8/ 2026) sore.(foto/alex mamahit)

Ketua TP-PKK Provinsi Sulut Ny Anik Yulius Selvanus dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua TP-PKK Sulut Ny Dr. Merry Elisabeth Mailangkay- Kalalo, S.H, M.H, mengatakanKeberhasilan satu bangsa salah satunya ditentukan dengan menjaga harkat dan martabat bangsa itu sendiri. Tidak sebatas diukur dari pertumbuhan ekonomi atau kemajuan teknologi. ” Karena itu, dibutuhkan pemimpin teladan yang menjadi sosok panutan, serta menunjukkancontoh yang baik lewat integritas, kejujuran dan keselarasan antara ucapan serta perbuatan. Selain itu, seorang pemimpin bukan hanya sekedar pandai atau cerdas, tetapi juga mempunyai jiwa melayani, kreatif, serta cinta akan budaya,” kata Ny Anik. Pada sambutan itu, dikatakan menjamin menjadi seorang pemimpin, harus menjadi teladan yang menginspirasi. Dia mampu memotivasi, membimbing, dan menggerakkan orang lain untuk mencapai suatu tujuan bersama. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat melimpah yang perlu dipelihara dan dikembangkan. Bahkan, telah menjadi warisan budaya yang perlu kita lestarikan bersama. Batik telah menjadi warisan yang telah diakui oleh dunia. Batik bukan hanya sekedar kain, tapi Batik adalah identitas, cerita, dan warisan leluhur kita. Lewat festival budaya saat ini kita hendak mengokohkan kekayaan bangsa kita sekaligus mengangkat UMKM Batik dan ekonomi kreatif daerah kita, Karena Batik dan budaya adalah potensi ekonomi. “Kami berharap kita semua termasuk generasi muda, semakin bangga memakai Batik dan mengenal budaya kita sendiri. Juga bagi para pengrajin Batik dan UMKM mendapat ruang untuk berkembang lebih maju lagi. Melalui kesempatan ini, saya selaku Tim Penggerak PKK, Dekranasda Sulut, dan ketua BKOW Provinsi Sulut memberikan apresiasi yang tinggi kepada panitia, instansi terkait, komunitas Batik, pelaku UMKM, para sponsor, dan semua pihak yang sudah berusaha, sehingga acara ini boleh terlaksana dengan baik. Saya berharap, festival budaya ini bukan hanya seremonial semata, tapi menjadi gerakkan melestarikan budaya, menguatkan ekonomi daerah, dan melahirkan pemimpin-pemimpin yang menginspirasi. Mari kita lestarikan, jaga budaya dan terus jadi pemimpin yang menginspirasi,” ucapnya. Acara yang dihadiri sejumlah wisatawan mancanegara ini menampilkan tarian dari siswa SD Negeri 8 Tondano, dan dialog bahasa daerah yang dibawakan Denada Temo dan Hyuga Forlan Walangare. Beberapa agenda utama yang ditampilkan di Inspiring Leader Batik & Culture Festival Manado 2026, yakni Desain Batik dengan motif ciri khas Sulut, Cerita Rakyat Sulut, Dialog Bahasa Daerah Sulut, Pemilihan Putra-Putri Wastra Batik kategori anak dan umum, Lomba Art and Craft khas Sulut, Lomba Lukis Seni Budaya dan ciri khas Sulut, Lomba Tarian Tradisional Kreasi daerah Sulut, Pertunjukan Tarian daerah Sulut, dan Fashion Show.(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini