MANADO, Radarmanadoonline.com-Ibadah perayaan HUT ke-80 jemaat GMIM Eben Haezer Kombos, Wilayah Manado, Wawonasa, Kombos (Mawakom), berlangsung Minggu (30/8/2026). Ibadah yang berlangsung khidmat serta penuh dengan nuansa keimanan ini dipimpin oleh Kordinator Bidang Data Informatika dan Litbang Sinode GMIM, Pdt. Melki Tamaka, M.Th. Ibadah syukur HUT ke-80 jemaat GMIM Eben Haezer Kombos ini, diawali ucapan selamat datang yang disampaikan Pdt Sticillya Kandori-Wauran, S.Th sekaligus sebagai MC. Pembacaan Alkitab di ibadah yang mengusung tema Dibaharui dalam roh dan pikiranmu serta mengenakan manusia baru, dibaca di kitab Efesus 4:17-32, dengan judul “Manusia Baru”.
Dalam khotbahnya, Pdt. Melki Tamaka, M.Th, mengisahkan tentang seorang istri setiap hari mengatakan kepada suaminnya, bahwa pakaian di jemuran tetangganya selalu kotor dan tidak dicuci dengan baik. Baju putih sangat kotor. Setiap hari disampaikkan kepada suaminya. Dan suaminya hanya diam, tapi istrinya setiap hari mengeluh. Karena setiap hari mengeluh, akhirnya sang suami mengatakan kepada istrinya, “Sayang ke sini kamu”. Kenapa, kata istrinya, kamu mengatakan setiap hari bahwa istri di tentangga sebelah pakaiannya kotor. Sang suaminya pun langsung melap kaca di rumah mereka. setelah di lap apa yang dilihat, ternyata jemuran pakaian tetangga itu bersih sekali. Sang suami mengatakan, “Istriku kamu terlalu banyak melihat, terlalu banyak nilai tentang pakaian tetangga yang kotor, tetapi masalahnya bukan pada pakaian tetangga, kaca rumah kita tidak pernah dibersihkan,” ujar Pdt Melki sambil mengutip ucapan sang suami kepada istrinya. Kisah ini, kata Pdt Melki, mau menggambarkan tentang kehidupan kita sebagai jemaat Tuhan yang sudah bertahun-tahun bergereja, yang sudah berulang-ulang kali merayakan hari ulang tahun, bahkan sampai ke 80 tahun. “Kita sering kali menjadi ahli dalam melihat noda orang lain, tetapi buta terhadap kotoran di hati kita sendiri. Ada tetangga beli kulkas, torang yang kedinginan di rumah. Ada tetangga beli oto, suruh cek itu oto kredit atau cas. Pokoknya, curiga terus. Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat di Efesus. Dia bilang kepada jemaat di Efesus jangan lagi hidup sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah. Pikiran mereka sia-sia dan pengertian mereka kelak, karena hati mereka keras. Dan Paulus menekankan kebenaran yang memerdekakan itu kepada orang-orang Efesus yang baru saja percaya kepada Tuhan. Karena mereka masih diperhadapkan dengan ajaran-ajaran sesat, sehingga mereka hidup dengan pondasi ketika manusia lama mereka. Dan, hari ini saya sangat senang, kenapa, pujian Pelsus yang mau mengatakan lain dulu lain sekarang, Amin. Jangan cuma sampe di lagu. Saudara, ini yang diingatkan bagaimana manusia lama kita. Sehingga, pa torang pe hidop ini, ada yang bilang begini, senang lia orang susah, susah lia orang senang. Apa yang dia pikirkan ya subjektifitas. “Dia sibuk memikirkan kekurangan orang lain, pengertiannya yang gelap dia tidak sadar bahwa yang kotor adalah kacanya sendiri,” kata Pdt Melki.
Dikatakan Pdt Melki, Tuhan tidak hanya ingin kita di hari ulang tahun ini punya yang namanya kemasan baru. Program, kegiatan, tetapi Dia mau kita punya isi yang baru, hidup yang diperbaharui dalam roh dan pikiran. “Jangan sampai sama deng HP, orang bilang cuma ganti casing, mar tetap kembali ke hal-hal yang lama. Jangan sampai usia jemaat 80 tahun bertambah tetapi cara berpikir, cara berkata dan cara hidup masih seperti manusia lama,” sambungnya. Dikatakan Pdt Melki, Paulus mengingatkan jemaat di Efesus dan juga mengingatkan orang yang hidup baru itu, senyumu adalah senyumku. Pdt Melki kemudian mengajak anggota jemaat untuk tersenyum sambil mengucapkan selamat hari ulang tahun kepada anggota jemaat lainnya yang berada di samping kiri dan kanan. “Ini hari ulang tahun saudara, kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku, penderitaanmu adalah penderitaanku, itu manusia baru. Tapi, hari ulang tahun jemaat ini adalah hari untuk apa sebenarnya. Hari untuk berhenti, berhenti untuk apa, berhenti untuk melihat ke belakang. Bagaimana perjalanan Gereja ini tahun 1946, tetap lihat ke belakang 80 tahun lalu, dan hari ulang tahun bukan hanya melihat ke belakang tetapi menatap ke depan, menuju generasi satu abad Eben Haezer Kombos. Lagi 20 taong torang 100 taong. Torang persiapkan generasi kita, anak-anak kita, satu abad seratus tahun. Dan hari ulang tahun bukan hanya melihat ke belakang, menatap ke depan, tapi juga menengadah ke atas. Bersyukur, karena Tuhan torang boleh ada sampe hari ini, Amin. Bukan karena panitia, bukan karena penatua, diaken, guru agama, pendeta tapi karena Tuhan. “Kita kase inga hari ini ibu, bapak, saudara, torang diberikan kesempatan dalam ucapan syukur ini. Tapi, saya mau katakan hari ini saudara, kita ada dalam sukacita, bagaimana Paulus mengingatkan Efesus meninggalkan manusia lama menjadi manusia baru. Hari ini kita bertanya 80 tahun ini apakah kaca-kaca rumah kita ini sudah dibersihkan, ataukah apakah kita masih melihat pakaian kotor orang lain, apakah kita masih memandang, oh pendeta ini kurang sempurna, sampe pendeta le dorang baku angka teru. Kita akan menyaksikan bagaimana selama ini kaca jendela kita sendiri, apakah masih kotor. Paulus mengingatkan, kotor oleh kepahitan ayat 31, kotor oleh kemarahan yang berlarut di ayat 26, kotor oleh perkataan yang tidak membangun di ayat 29, kotor oleh ketidakmampuan mengampuni di ayat 32. Dan, firman Tuhan berkata dengan jelas supaya kamu dibaharui,” lanjut Pdt Melki. Dibagian lain khotbahnya, Pdt Melki mengatakan, momentum hari ulang tahun ini bukan sekadar bertambah umur, tetapi juga momentum pembersihan kaca, dan pembaharuan hati yang sejati. Sehingga, saya rindu 80 tahun jemaat Eben Haezer Kombos menjadi jemaat yang berbeda. Ketika datang dari rumah kita masing-masing ke Gereja ini, datang berbeda kita pulang berubah, dan kita mau berbuah bagi kemuliaan nama Tuhan, Amin,” ucapnya.

Seusai khotbah dila jutkan dengan sambutan yang disampaikan Ketua BPMW Mawakom Pdt Theo Tawaris, M.Th. Dikatakan Pdt Theo Tawaris, usia 80 tahun ini, tentu kita harus meninggalkan manusia lama, dan hidup sebagai manusia baru. “80 tahun ini so dewasa. Dan sebagaimana nasihat Paulus kepada jemaat di Efesus, kalau sudah hidup sebagai manusia baru, maka mari torang tinggalkan manusia yang lama, apalagi somo akhiri periode. Baku-baku marahlah, saling dengki, dan. iri. Itu kan manusia-manusia lama. Kalau orang hidup sebagai manusia baru, torang musti saling mengampuni, saling mengasihi, sama seperti Kristus. Tuhan Yesus Memberkati, Syalom,” ucap Pdt Theo. Acara hari itu dilanjutkan dengan pembacaan sejarah terbentuknya Jemaat GMIM Eben Haezer Kombos pada Agustus 1946, oleh Sekretaris Jemaat Pnt. Charlina Masambe. Puji-pujian dibawakan oleh Gloria Chindai Lagio, dengan iringan Casalova Band. Puji-pujian berikutnya dari gabungan para pendeta, Pelsus, panitia, dan para mantan pendeta dan Pelsus serta keluarga yang pernah menjalankan tugas pelayanan di jemaat GMIM Eben Haezer Kombos. Selain itu penampilan tarian kreatif dari remaja GMIM Eben Haezer Kombos yang terbagi dalam 2 tim. Tim 1 yaitu Revalina Grattia Katiandagho, Amora Carlos, Vanessa Harman, Bella Carlos, dan Desire Sumampouw. Tim 2 yakni Aura Sahentendi, Anabella Sampel, Clara Lolloh, dan Christabella Hatidame. Sambutan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, disampaikan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Manado, Pnt Dra Meiske Rumondor, M.Si. Di kesempatan tersebut Lusye Katulung, S.Pd selaku ketua panitia HRG Jemaat GMIM Eben Haezer Kombos 2026, menyampaikan laporan panitia. Ucapan terima kasih disampaikan Wakil Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Kombos, Pnt. Josep Dalawa. Seusai foto bersama dan santap kasih, acara diakhiri dengan Masamper bersama. Turut hadir di Ibadah perayaan HUT ke-80 jemaat GMIM Eben Haezer Kombos, Ketua BPMJ GMIM Eben Haezer Kombos Pdt. Yuliana Sembiring-Kakambong, M.Th, M.Pdk, Pdt Christian Indra Kandori, S.Th, Guru Agama Onitje Kawahe-Umboh, Ketua P/KB GMIM Eben Haezer Kombos Pnt Jacob Umar, Bendahara Jemaat Dkn Niken Rorong, Pnt Adry Pertuack, Ny Matindas-Karundeng, Zwengli Motara, Ranny Lontaan, dan para Pelsus.(axm)
