JAKARTA, Radarmanadoonline.com-Menteri Kebudayaan (Menbud) RI, Fadli Zon berharap produksi film narasi kepahlawanan meningkatkan pengetahuan penonton tentang sejarah perjuangan Indonesia. Program tersebut juga diharapkan mendorong industri perfilman aktif menghadirkan cerita kepahlawanan yang menarik, relevan, dan dekat dengan masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Menbud Fadli Zon, saat menghadiri Taklimat Media Pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan, di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Jumat (4/9/2026) malam. Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menerima 54 proposal film panjang dan 89 proposal film pendek selama masa pendaftaran program berlangsung. Jumlah proposal itu memperlihatkan antusiasme sineas mengangkat cerita perjuangan bangsa melalui film yang mampu menjangkau penonton secara luas. “Kita berharap produksi film narasi kepahlawanan meningkatkan pengetahuan penonton. Sekaligus mendorong industri perfilman ikut berpartisipasi menarasikan kepahlawanan secara menarik,” ujar Fadli Zon. Dia menilai, film kepahlawanan dapat menjadi ruang baru untuk mengenalkan perjuangan bangsa kepada masyarakat melalui pengalaman sinema yang lebih menarik. Dalam menyeleksi ratusan peserta yang masuk, proses akurasi juga mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah.Tidak hanya itu, program tersebut melibatkan dewan juri profesional yang terdiri atas sineas berpengalaman dan sejarawan berkompeten langsung. Proses pengembangan film juga mendapat pendampingan akademisi, sejarawan, serta praktisi perfilman agar cerita tetap kuat dan akurat lebih. Dia juga menilai, perhatian besar insan perfilman menunjukkan komitmen untuk menanamkan semangat kebangsaan, sekaligus mempromosikan budaya dan sejarah Indonesia. “Ini menunjukkan besarnya perhatian insan perfilman terhadap narasi perjuangan dan kepahlawanan bangsa, serta komitmen menanamkan semangat kebangsaan Indonesia,” ucapnya. Para sineas terpilih diharapkan mampu menghadirkan film kepahlawanan berkualitas, baik dari sisi cerita, sinematik, maupun penyampaian nilai perjuangan. Kualitas tersebut penting agar pesan keteladanan tersampaikan kuat, sekaligus tetap akurat ketika mengangkat peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Dia menyebut para sineas terpilih memilikipengalaman profesional dan rekam jejak baik, termasuk penghargaan dari berbagai festival film. Para sineas tersebut diharapkan dapat mengolah sejarah menjadi tontonan yang segar tanpa kehilangan konteks perjuangan dan nilai kebangsaan. “Kami menaruh harapan besar kepada para sineas terpilih untuk menghadirkan karya kepahlawanan yang berkualitas, kuat, dan tetap akurat,” katanya. Inisiatif ini juga menjadi bagian penting upaya menghadirkan kembali sejarah perjuangan melalui medium sinema kontemporer yang mudah dinikmati. Film diharapkan tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga membuka ruang pembelajaran sejarah dengan pendekatan cerita yang lebih dekat. Melalui karya tersebut, masyarakat dapat mengenal kembali tokoh, nilai perjuangan, dan semangat kebangsaan dalam kemasan film Indonesia kembali. “Produksi film narasi kepahlawanan menjadi krusial untuk menghadirkan kembali sejarah perjuangan. Terutama melalui medium sinema kontemporer bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.(rdi/axm)
