26.4 C
Manado
Kamis, September 10, 2026
spot_img
Beranda Nasional Tampil All Out di Preliminary Session, Valerina Daniel Ungkap Tips Jadi MC...

Tampil All Out di Preliminary Session, Valerina Daniel Ungkap Tips Jadi MC Profesional, Fifi Aleyda Ingatkan Finalis Abang-None Jakarta 2026 Perhatikan Kemampuan Komunikasi

blank

JAKARTA, Radarmanadoonline.com-Seusai Preliminary Session yang berlangsung di Lippo Mall Nusantara, Sabtu (5/9/2026) malam, 36 finalis pemilihan Abang-None Jakarta 2026, kembali mendapat pembekalan.

blank
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya saat memberikan pembekalan, dan foto bersama finalis.(foto/istimewa)

Kali ini materi pembekalan diberikan oleh dua mantan jurnalis sekaligus presenter berita televisi, Fifi Aleyda Yahya dan Valerina Novita Daniel. Diketahui, Fifi Aleyda Yahya adalah None Jakarta 1995, dan Valerina Novita Daniel None Jakarta 1999. Valerina Daniel menyampaikan materi bertajuk “Menjadi MC Profesional”. Materi pembekalan ini diberikan, untuk mengasah kemampuan para finalis saat tampil di depan publik. Tak hanya belajar teknik berbicara, para finalis juga dibekali kemampuan membangun interaksi dengan audiens, mengatur alur acara hingga tampil percaya diri dan profesional di atas panggung. Materi tersebut disampaikan Valerina Daniel, di Paviliun Raden Saleh, Artotel Curated, Jumat (4/9/2026). Materi ini menjadi bekal penting bagi Abang-None Jakarta untuk tampil semakin siap, komunikatif, dan profesional dalam membawa nama Jakarta di berbagai kesempatan. Sementara itu Fifi Aleyda Yahya yang saat ini menjabat Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media (Dirjen KPM) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), menegaskan bahwa Abang None Jakarta bukan sekadar gelar, melainkan memiliki peran penting sebagai representasi atau gambaran wajah positif Ibu Kota. Pembekalan tersebut disampaikan Fifi kepada 36 finalis The 54th Abang None Jakarta 2026 di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga:  Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana
blank
Valerina Daniel saat memberikan pembekalan.(foto/istimewa)

Menurut Fifi, berada pada tahap final menunjukkan bahwa para peserta telah melalui berbagai proses seleksi sekaligus memiliki potensi untuk tampil membawa nama Jakarta. Dia mengatakan, Abang- None merupakan salah satu kegiatan pengembangan kepemudaan yang luar biasa. Dia menjelaskan, bahwa sejarah Abang-None Jakarta telah berlangsung sejak 1968 dengan terpilihnya None pertama, kemudian dilanjutkan dengan Abang pertama pada 1971. “Hari ini, Abang-None bisa diketahui lebih luas di dunia digital melalui media sosial,” kata Fifi. Dia menerangkan, Abang- None juga memiliki peran sebagai duta sekaligus public relations (PR) Kota Jakarta, untuk membangun persepsi positif, memperkenalkan berbagai potensi, serta membawa cerita baik tentang Jakarta kepada masyarakat luas. Untuk itu, Fifi mengingatkan para finalis, agar memperhatikan kemampuan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal. Menurutnya, kesan pertama atau impresi pertama menjadi hal yang sangat penting ketika seseorang berinteraksi dengan orang lain. Beberapa hal yang perlu diperhatikan, kata Fifi, antara lain kepercayaan diri, etika, sikap tubuh, suara dan intonasi, serta antusiasme. Selain itu, aspek penampilan seperti pakaian yang nyaman, aksesori, dan tata rias juga perlu disesuaikan agar dapat menunjang penampilan dan kepercayaan diri. Fifi juga membagikan tiga kunci dalam membangun hubungan yang baik secara profesional. Yakni understand, develop, dan foster. Understand berarti memahami tujuan ketika berkenalan atau membangun hubungan profesional. Selanjutnya, develop merupakan upaya membangun hubungan profesional agar dapat terjalin dengan baik. Adapun foster berarti memelihara hubungan yang telah terjalin secara profesional dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, para finalis juga mengikuti sesi tanya jawab. Salah satu topik yang dibahas adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, yang dikenal sebagai PP Tunas. Sejumlah finalis Abang-None menyatakan bahwa regulasi tersebut dirancang sebagai langkah tegas negara untuk melindungi anak-anak Indonesia dari berbagai risiko di ruang digital. Mereka juga memahami bahwa kebijakan tersebut tidak menyasar atau menghukum anak dan orang tua secara langsung, melainkan mengatur kewajiban Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) atau pemilik platform digital dalam memastikan ruang digital yang lebih aman bagi anak.

Baca Juga:  PLN Siap Optimalkan Energi Surya, PLTS 100 GWp Dorong Efisiensi dan Penguatan Energi Domestik
blank
Finalis pemilihan Abang-None Jakarta 2026.(foto/istimewa)

Pembekalan tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman para finalis mengenai peran Abang- None sebagai representasi generasi muda Jakarta yang mampu berkomunikasi secara positif, beretika, dan turut memperkenalkan potensi Jakarta di ruang publik maupun digital. Sebelumnya, para finalis Abang-None Jakarta 2026, tampil di Preliminary Session. Finalis yang tampil all out menunjukkan potensi terbaik mereka, disambut aplaus meriah dari tamu-undangan dan pengunjung Lippo Mall Nusantara. Para finalis saling unjuk bakat, kreativitas, dan talenta. Mereka dinilai oleh juri. Para pengadil itu yakni Yustinus Prastowo (Bidang Perekonomian), Suharini Eliawati (Bidang Pemerintahan), Beky Mardani (Kebudayaan Betawi), Prof. Dr. Rose Mini Agus Salim (Bidang Psikologi), dan Poppy Dharsono (Tata Busana).

Baca Juga:  Selama Ajang MXGP 2024 Seri 1 Lombok, PLN Sukses Pasok Listrik Tanpa Kedip

blankPelaksanaan pemilihan Abang- None Jakarta 2026, resmi dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno, di The St. Regis Jakarta, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada 3 Agustus 2026. Pemilihan Abang-None Jakarta 2026 ini, juga merupakan momentum menuju 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini