35.4 C
Manado
Minggu, September 27, 2026
spot_img
Beranda Sulut Serukan Jaga Torang Pe Sulut, Yordan Berani Keluar dari Zona Nyaman

Serukan Jaga Torang Pe Sulut, Yordan Berani Keluar dari Zona Nyaman

MANADO, Radarmanadoonline.com-Dua wakil Kota Manado, Yordan Yeremia Poluan S.Th dan Franda Benedicta Paat, sukses meraih gelar di Pemilihan Nyong-Noni Sulut (PNNS) 2026.

blank
Harapan 1 Nyong Sulut 2026 Yordan Yeremia Poluan S.Th

Yordan Yeremia Poluan S.Th, meraih Harapan 1 Nyong Sulawesi Utara (Sulut) 2026, dan Franda Benedicta Paat terpilih Noni Sulut 2026. Kepada Media ini Yordan mengungkapkan, berkompetisi di PNNS 2026 menjadi sebuah perjalanan yang sangat berarti baginya. “Dimulai dari pra-karantina, medical check up, talent show, karantina, hingga malam final. Setiap tahap, memberikan pengalaman dan pelajaran yang berbeda,” ungkap Yordan kepada radarmanadoonline.com, Sabtu (26/9/2026).

blank
Harapan 1 Nyong Sulut 2026 Yordan Yeremia Poluan S.Th bersama ayah, Proklamasi Poluan.

Putra pasangan Proklamasi Poluan dan Novie Ratulangkow ini menuturkan, dia belajar bukan hanya tentang wawasan, public speaking, budaya, dan pariwisata, tetapi juga tentang disiplin, percaya diri, serta menghargai orang lain. ” Dan berani keluar dari zona nyaman. Bagi saya, yang paling berharga dari perjalanan ini bukan hanya hasil akhirnya, tetapi orang-orang yang saya temui, pengalaman yang saya dapatkan, dan proses yang membuat saya menjadi pribadi yang lebih berkembang,” sambungnya.

blank
Harapan 1 Nyong Sulut 2026 Yordan Yeremia Poluan S.Th bersama kakak, Tegar Poluan.

Bagi Wakil 1 Nyong Manado 2025 itu, masa karantina menjadi rangkaian kegiatan PNNS 2026 paling berkesan. “Di.(karantina, red) sana saya bukan hanya mendapatkan banyak pembekalan dan pengalaman baru, tetapi juga bisa mengenal lebih dekat teman-teman finalis dengan berbagai karakter dan cerita. Bagi saya, kebersamaan selama karantina menjadi sesuatu yang sangat berharga. Dari situ, saya belajar tentang kerja sama, saling menghargai, keluar dari zona nyaman, dan menikmati setiap proses yang ada. Jadi, yang paling saya ingat bukan hanya kegiatannya, tetapi orang-orang dan pengalaman yang membuat perjalanan ini menjadi lebih berarti,” ujarnya. Putra Remaja Teladan Favorit Sinode GMIM Wilayah Manado Teling 2018 berharap, ke depan pengalaman dari PNNS 2026 ini tidak berhenti hanya sampai malam final. “Saya ingin terus mengembangkan diri, menjaga relasi yang sudah terbangun, dan menggunakan pengalaman serta pengetahuan yang saya dapat untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Sulawesi Utara. Saya juga berharap, bisa terus menjadi pribadi yang membawa nama baik daerah, bukan hanya melalui sebuah gelar, tetapi melalui tindakan dan kontribusi nyata,” terangnya.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian Sosial, PLN UP3 Luwuk Tebar Energi Kebaikan Lewat Santunan Bagi Anak-Anak Yatim

blankblankPemenang pertama Lomba Fotografi Pesta Seni dan Kreativitas Remaja Sinode GMIM 2017, juga menyampaikan selamat Hari ulang tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulut. “Semoga di usia yang ke-62, Sulawesi Utara terus menjadi daerah yang semakin maju, sejahtera, dan mampu menjaga pembangunan yang berkelanjutan. Mari bersama-sama menjaga torang pe Sulut, dengan semangat, kolaborasi, dan kontribusi nyata dari setiap generasi. Sulut Melaju, Maju, Sejahtera, Berkelanjutan untuk Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur. Dirgahayu Sulawesi Utara ke-62, torang bangga jadi bagian dari Sulawesi Utara,” ucapnya. Keikutsertaan Yordan di ajang bergengsi dan terbesar di Bumi Nyiur Melambai yang bergulir sejak 1973, juga tidak lepas dari dukungan pihak lain.

Baca Juga:  Bantu Biaya Rumah Sakit, Masyarakat: Terima Kasih Bupati Joune Ganda

blank“Sampai di titik ini, saya sadar bahwa perjalanan ini tidak pernah saya jalani sendiri. Karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang sudah menjadi bagian dari perjalanan saya di Pemilihan Nyong Noni Sulawesi Utara 2026. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Manado, Dinas Pariwisata Kota Manado, dan Ikatan Nyong Nona Manado yang sudah memberikan kesempatan, kepercayaan, dan ruang bagi saya untuk terus belajar dan berkembang. Terima kasih khusus untuk Ka Albert (dr Albert Pongoh), Ka Resa (Resa Sambuaga), Ka Riska (Riska Ogi), dan Ka Egi (Pegi Saerang), serta para senior yang selalu memberikan arahan, dukungan, dan pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Untuk teman-teman official, terima kasih sudah menemani setiap proses, dari hal-hal kecil sampai momen-momen yang mungkin tidak akan saya lupakan. Untuk keluarga, terima kasih karena selalu menjadi tempat saya pulang, memberikan doa, dukungan, dan semangat di setiap langkah. Dan untuk pacar, teman-teman, serta semua orang yang sudah mendukung saya, terima kasih karena sudah percaya dan terus memberikan semangat, bahkan ketika saya sendiri sedang merasa ragu. Perjalanan ini mungkin sudah sampai di satu titik, tetapi semua pengalaman, pelajaran, dan orang-orang yang saya temui akan selalu menjadi bagian dari cerita saya. Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan ini,” pungkasnya.(axm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini