30 C
Manado
Rabu, Mei 13, 2026
spot_img
Beranda Sulut Manado PLN Suluttenggo Turut Berperan Bersama LPEM FEB UI dan Delegasi Uni Eropa...

PLN Suluttenggo Turut Berperan Bersama LPEM FEB UI dan Delegasi Uni Eropa Dalam Diskusi Roadshow Just Energy Transition

MANADO–General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Ari Dartomo menjadi pembicara dalam diskusi mengenai percepatan transisi energi yang digelar oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LEPM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Indonesia, di Hotel Luwansa Manado, pada Kamis (29/2) dalam bentuk diskusi.

Dalam kesempatan itu, Ari Dartomo menyampaikan bahwa PLN melakukan _best effort_, membangun strategi transisi energi yang komprehensif berbasis tantangan eksisting dan solusi di masa depan.

“Sehingga strategi yang dibangun adalah titik temu antara target pengurangan emisi, aspek energy _security_, dan operasional yang andal (_reliability_), serta aspek finansial yang sehat bagi perusahaan dan keuangan negara,” ucap Dartomo.

Dartomo juga menyampaikan bahwa PLN dalam perjalanan menjadi perusahaan energi bersih, PLN akan memastikan perjalanan transisi energi akan berdampak positif bagi masyarakat GCG berkelanjutan akan dijalankan dalam eksekusi transisi energi.

“PLN telah merancang 5 skenario. Dari kelima skenario tersebut, _Accelerated Renewable Energy with coal phase down_ merupakan skenario ambisius dengan penambahan EBT 75% dan gas 25%, yang akan memastikan pengurangan emisi _beyond NDC_ dengan tetap menjaga keandalan sistem,” jelas Dartomo.

Baca Juga:  PLTP Lahendong, Energi Terbarukan Terbesar Penopang Listrik Sulutgo

Selain itu, Dartomo juga mengatakan akan membangun _smart grid_ dan _flexible generation_ sebagai solusi mengatasi _intermitensi Wind & Solar_ (VRE). Sehingga perencanaan penambahan kapasitas VRE dapat ditingkatkan 6x lipat dari 5 GW menjadi 28 GW pada 2040.

“Membuka ruang pemanfaatan energi baru (nuklir, hidrogen, dan amonia) sebagai tambahan pembangkit baseload dengan emisi yang sangat rendah, RUPTL ke depan menjadi dokumen perencanaan yang bukan hanya memastikan _balancing_ antara _demand_ dan _supply_, tetapi juga mampu menyeimbangkan target penurunan emisi, keandalan sistem, _energy security_, dan _financial sustainability_,” ungkapnya.

Dartomo menyampaikan bahwa pihak PLN akan memanfaatkan sumber energi terbarukan dari energi air, panas bumi (termasuk skala kecil/modular), biofuel, angin, sinar matahari, biomasa dan sampah yang diutamakan tersedia di lokasi setempat.

“Penggunaan _co-firing_ menggunakan biomasa pellet (sampah, kayu, dan lain-lain) pada PLTU batubara menjadi salah satu program andalan PLN saat ini. Serta tidak ada pengembangan PLTU batubara baru, kecuali yang sudah dalam tahap konstruksi atau _on going_,” kunci Dartomo.

Baca Juga:  Warga Desa Blang Panjoe Aceh Sambut Haru Bantuan dari Kementerian ESDM dan PLN

PLN dalam perjalanan menjadi perusahaan energi bersih terus memastikan perjalanan transisi energi akan berdampak positif bagi masyarakat, GCG berkelanjutan pun turut menjadi perhatian untuk diterapkan dalam setiap eksekusi transisi energi.

PLN terus berupaya meningkatkan kecepatan layanan bagi seluruh pelanggan dengan dengan menghadirkan aplikasi PLN Mobile sebagai solusi one stop service yang dapat diunduh secara gratis dari Play Store dan App Store. (***)

Bagaimana Pendapatmu?