MANADO – Indonesia pantas berbangga. Program naturalisasi yang dijalankan PSSI mulai berbuah. Setidaknya performa tim nasional telah membaik dan kini menjelma jadi kekuatan bukan hanya di Asia Tenggara namun di Asia.
” Indonesia di tangan Shin Tae Yong harus diakui berkembang pesat,” kata Stenly Mamuaja, salah satu pentolan timnas Indonesia asal Sulut.
Menurut dia, itu tak lepas dari keberadaan pemain naturalisasi yang memiliki kelas tersendiri.
” Bagi saya pemain lokal bukan tidak bagus, tapi harus legowo buat pemain naturalisasi karena memang pemain yang di datangkan berkualitas,” kata Ungke, yang antaranya sempat masuk skuad timnas Pra Olimpiade Indonesia 1999 dan timnas senior 2003.

Ungke (kanan) saat bersama Aris Indarto dan Budi Sudarsono serta sejumlah eks timnas lain seperti Elie Aiboy, Charil Anwar, Mukti Ali Raja, Rahmat Rivai diundang meramaikan Pulau Morotai sekitar 4 tahun lalu.
Sebab mereka adalah pemain yang ditempah lewat kompetisi tinggi Eropa seperti misal dari Eredivisie atau Liga Utama Belanda.
Justru di matanya pemain lokal harus meningkatkan level permainan.
“Lihat saja pemain muda kita di kompetisi luar negeri meski belum mendapatkan menit bermain yang banyak namun telah menambah kepercayaan diri,” kata dia.
Kalau pun lokal di kompetisi dalam negeri ada peningkatan diri karena sudah berkolaborasi dengan yang main di luar terlebih yang naturalisasi. Dan punya motivasi kembangkan diri.
Muara dari perpaduan itu pernainan Indonesia mulai keren. ” Jepang, Irak Australia dan sudah mengakui kemajuan Indonesia bukan hanya di Asean saja,” tambahnya.
Karena itu selama program naturalisasi berjalan baik dan membuahkan hasil tentu harus didukung.
Dia tak setuju kalau program naturalisasi menghambat kesempatan lokal.
” Sekarang kita bicara jujur apakah naturalisasi tidak memberi hasil optimal dengan lolosnya Indonesia senior ke Piala Asia Qatar lalu juga Piala Asia U23 dan terutama peluang ke Piala Dunia 2026 terbuka lebar?,” kata mantan striker Persma, Persijatim, Arema Malang, Mitra Kukar dan Perseden Denpasar ini.
Sejujurnya pun lanjut dia STY bukan hanya mengandalkan pemain naturalisasi, sebab ada berapa pemain lokal yg masuk tim inti.
” Nah bagi saya STY harus tetap di pertahankan. Kenapa ? Di tangan STY juga tidak ada lagi pemain titipan!,” tandas dia. (ram)


