Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) adalah forum kerja sama antar 21 Ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang berdiri tahun 1989. Saat ini terdapat 21 Ekonomi yang menjadi anggota APEC, yaitu Australia, Brunei Darussalam, Canada, Chile, China, Hong Kong-China, Indonesia, Japan, South Korea, Malaysia, Mexico, New Zealand, the Philippines, Peru, PNG, Russia, Singapore, Chinese Taipei, Thailand, the United States, dan Viet Nam. Kerja sama di APEC merupakan kerja sama non-politis, ditandai dengan keanggotaan Hong Kong-China dan Chinese Taipei. Anggota APEC disebut “Ekonomi” mengingat setiap anggota saling berinteraksi sebagai entitas ekonomi, dan bukan sebagai negara.
Nilai Perdagangan antara Indonesia-Peru
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, komitmen Indonesia untuk mendukung keketuaan Peru dalam Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) 2024. Komitmen tersebut dikemukakan oleh Presiden Jokowi saat menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Peru Dina Boluarte di Moscone Center, San Fransisco, Amerika Serikat, pada Kamis (16/11/2023). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menuturkan bahwa nilai perdagangan antara Indonesia dan Peru dalam lima tahun terakhir menunjukan progres yang baik. Oleh karenanya, Presiden meminta dukungan Presiden Peru untuk pembentukan perjanjian perdagangan bebas agar dapat segera diselesaikan.
Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik atau FTAAP
Pertemuan organisasi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Arequipa, Peru pada 12-14 Mei 2024 kembali membahas Kawasan Perdagangan Bebas Asia Pasifik atau Free Trade Area of the Asia Pasific (FTAAP). keketuaan Peru di APEC 2024 ini FTAAP kembali mendapat ruang. Menurut Reza, Peru sebagai tuan rumah, menginisiasi sejumlah rangkaian dialog mengenai FTAAP dalam pertemuan CTI sepanjang 2024. “Di tengah polarisasi dan fragmentasi ekonomi global saat ini, Ekonomi APEC sedang menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan saat pertama kali wacana pembentukan FTAAP diangkat,” tutur dia. Reza menyebut dalam pertemuan di Peru ajang tukar pandangan soal usulan isu-isu pada sistem perdagangan internasional yang donamis dan kontribusi pada kawasan regional berstandar tinggi serta komprehensif. Sebagai forum ekonomi berprinsip kesepakatan yang berbasis konsensus dan tidak mengikat, APEC, menurut Reza menjadi tempat yang ideal untuk menyalurkan dan mengembangkan berbagai ide inovatif. “Selain program peningkatan kapasitas dan mekanisme pertukaran informasi, para Ekonomi APEC juga sedang mempertimbangkan berbagai gagasan untuk memajukan agenda FTAAP, termasuk pembahasan isu-isu perdagangan dan investasi masa depan.”
Langkah-langkah untuk mengatasi hambatan Perdagangan.
Dalam kajian kerja sama bilateral Indonesia-Amerika Serikat, diperlukan langkah-langkah strategis untuk mengatasi hambatan perdagangan, seperti hambatan teknis, infrastruktur yang kurang memadai, perlindungan terhadap HKI, serta tingginya tingkat korupsi di Indonesia. Oleh karena itu, meningkatkan kerja sama yang melibatkan peran serta pemerintah, sektor swasta, dan universitas dalam pengembangan penelitian dan inovasi teknologi pada sektor pertanian dapat membantu meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia.


