
MANADO-Rangkaian Pemilihan Nyong-Nona Manado (PNNM) 2024 yang dimulai sejak Mei lalu membawa dampak positif bagi 22 finalis. Persiapan wakil 11 kecamatan untuk berkompetisi di kontes bergengsi dan terbesar di Manado menjadi lebih matang. Bahkan, berbagai elemen masyarakat di Kota Tinutuan ini berharap dengan persiapan yang cukup panjang tersebut, semua finalis PNNM 2024 bisa meraih gelar dan tidak ada yang nihil gelar. Diketahui, pada 2023 lalu salah seorang finalis tidak meraih gelar di ajang tahunan yang digelar terkait HUT Kota Manado. Durasi rangkaian PNNM 2024 yang panjang itu disambut baik oleh Nona Manado 1990, Prof.Dr.Ir. Winda Mercedes Mingkid, M.Mar.Sc. “Menurut saya, proses untuk menjadi finalis sudah cukup panjang. Pada hakekatnya penentuan finalis, adalah kesempatan bagi panitia untuk menilai seorang peserta. Saya memang tidak ikut terlibat dalam pemilihan (PNNM, red) tahun 2023. Sehingga, tidak ada kesempatan untuk memberikan masukan. Catatan untuk panitia, agar lebih selektif dan kerja extra teliti agar ke depannya kejadian (tidak meraih gelar) seperti tahun lalu tidak akan terulang lagi,” kata Profesor Winda kepada radarmanadoonline.com, Minggu (30/7/2024). Putri Ayu Indonesia 1992, juga mengapresiasi kepada Ikatan Nyong-Nona Manado (INNM) dan panitia yang bisa melaksanakan 2 kegiatan sekaligus di tahun ini. “Reuni Akbar adalah ajang pertemuan Nyong-Nona Manado yang tentu bukan hanya ajang rame-rame semata, tetapi akan menjadi ajang silaturahmi. Di mana, sekian banyak Nyong-Nona Manado yang telah sukses bisa memberikan motivasi kepada para juniornya,” ujar Noni Sulut 1990. Noni Kampus Sulut 1989 itu berharap, ajang Reuni Akbar Nyong-Nona Manado akan meninggalkan bukan hanya kesan yang baik, tapi ada legacy yang dikenang masyarakat, bahwa kehadiran Nyong-Nona Manado di Kota Manado bukan hanya sebagai pemanis, tapi punya kontribusi bagi pengembangan Kota Manado, khususnya bidang kepariwisataan dan kebudayaan.(axm)
