RINGKASAN
Periode getar T merupakan property yang sangat penting untuk diketahui pada proses perancangan struktur, mengapa periode getar struktur menjadi sangat penting. Karena periode getar strukturlah yang akan menentukan berapa besarnya beban gempa yang akan diaplikasikan pada proses perancangan struktur.
Aturan gempa yang dipakai di Indonesia diadopsi dari aturan gempa Amerika yang berasal dari pemikiran Goel dan Chopra (1997), dimana Amerika memiliki zonasi dan karakteristik gempa yang berbeda dengan Indonesia khususnya Sulawesi Utara.
Penulisan ini bertujuan untuk merumuskan formula periode struktur yang dirancang menurut Peraturan Gempa Gedung SNI – 03 – 1726 – 2012, di Sulawesi Utara, kota Manado
Dalam penulisan ini untuk Pemodelan struktur secara tiga dimensi, mencakup semua elemen struktur, dengan tinggi antar lantai 4m, dan lebar 4m, tingkat bangunan 1 hingga 12 lantai, model struktur berdasarkan denahnya dibedakan menjadi 6 macam, yaitu struktur dengan lebar 4m, 8m, 12m, 16m, 20m, dan 24m, tinggi struktur 4m, hingga 48m.
Metode penelitian yang digunakan menggunakan analisa dinamik respons spectra. Untuk merealisasikannya pada bangunan nyata maka digunakan bantuan Program computer ETABS , dalam Pemodelan 72 Struktur, serta meninput data Pembebanan, data respon spectra dan koefisien yang lain.
Setelah didapatkan hasil 72 nilai Periode struktur dari ETABS, maka dibuat analisis Regresinya untuk mendapatkan formula terbaik
Hasil Penelitian menunjukan bahwa dari 13 formula dipilih 6 formula berdasarkan nilai korelasinya sebesar 96 %,
Perbandingan formula Periode struktur fungsi H, dimana Peraturan SNI 1726 – 03 – 2002 (Peraturan Lama) berada di bawah, grafik dari Peraturan Lama landai artinya semakin tinggi bangunan pertambahan Periode struktur semakin kecil, Peraturan SNI 1726 – 03 – 2012 (Peraturan Baru) berada di atasnya Peraturan Lama, grafik Peraturan Baru suram artinya semakin tinggi bangunan pertambahan Periode struktur semakin besar, semakin tinggi bangunan sensitivitas nilai periode struktur semakin tinggi, grafik dari Usulan formula sulut berada di atas Peraturan lama dan Peraturan baru.
Perbandingan formula periode struktur fungsi n. Peraturan SNI 1726 – 03 – 2012 (Peraturan Baru) berada di bawah, Peraturan SNI 1726 – 03 – 2002 (Peraturan Lama) berada di atasnya Peraturan Baru, grafik dari Peraturan Lama Suram artinya semakin banyaknya tingkat bangunan pertambahan Periode struktur semakin besar, semakin banyaknya tingkat bangunan sensitivitas nilai periode struktur semakin tinggi. Peraturan Baru Garis Grafiknya landai artinya semakin banyaknya tingkat bangunan pertambahan Periode struktur semakin kecil grafik dari Usulan formula sulut berada di atas Peraturan lama dan Peraturan baru.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Usulan Formula Periode struktur di Sulawesi Utara khusus Manado didapatkan 4 formula, sebagai berikut T = 0,110 H0,744 T = 0,309 n0,744 ,T = 0,108 H0,738 L0,014 ,T = 0,307 m0,014n0,738 Panjang bentang berpengaruh terhadap periode struktur sebesar 2 % sampai 4,5 % dan jumlah bentang berpengaruh terhadap periode struktur sebesar 1 % sampai 2,5 %. Batas pertambahan prosentase kontribusi L dan prosentase kontribusi m untuk periode struktur tidak akan melewati batas limit, variabel tinggi bangunan dan jumlah tingkat, jika keduanya digabung serumpun, Periode struktur terhadap H dan n, H memberikan pengaruh yang signifikan sedangkan n tidak berpengaruh. Formula periode struktur di Sulawesi Utara khusus Manado, lebih ekonomis dibandingkan dengan formula periode struktur yang secara umum digunakan di Indonesia.

