26.2 C
New York
Sabtu, April 18, 2026

Buy now

spot_img
Beranda Nasional Cerdas Bermedsos, Jaga Rekam Jejak Digital Positif

Cerdas Bermedsos, Jaga Rekam Jejak Digital Positif

Dunia telah memasuki era digital dimana media sosial adalah alat yang memungkinkan kita memperoleh kemudahan dalam melakukan banyak hal secara virtual dan sangat membantu pekerjaan manusia. Dalam hal ini, penulis menyoroti penggunaan media sosial dalam beropini, sangkut pautnya terhadap kebebasan berpendapat, dan dampaknya terhadap reputasi yang terekam dalam suatu penyimpanan besar yang kita sebut database. Database adalah koleksi terstruktur dari data yang disimpan secara elektronik melalui system yang memungkinkan penyimpanan, pengambilan, pengolahan dan manajemen data yang digunakan untuk banyak hal. Dan database itu ada yang bersifat unlimited save.

Data yang diperoleh dari media sosial memiliki beragam manfaat. Data ini memungkinkan platform untuk memahami preferensi dan perilaku pengguna, yang pada gilirannya memungkinkan personalisasi konten dan rekomendasi yang lebih sesuai dengan setiap pengguna, meningkatkan pengalaman mereka. Selain itu, data media sosial digunakan dalam pengambilan keputusan strategis oleh organisasi dan perusahaan. Mereka dapat mengidentifikasi tren, preferensi pelanggan, dan umpan balik produk serta layanan mereka. Data tersebut membantu dalam pengambilan keputusan strategis, seperti perencanaan pemasaran, pengembangan produk, dan pemahaman pasar.

Data sosial media digunakan juga untuk mengukur kinerja kampanye pemasaran atau promosi. Ini termasuk pemantauan statistik seperti jumlah pengikut, tingkat keterlibatan, konversi, dan sebagainya. Data juga membantu perusahaan dalam mengidentifikasi target audience yang sesuai dengan produk atau layanan mereka, memungkinkan penyusunan strategi pemasaran yang lebih efektif yang memungkinkan perusahaan dan pemerintah untuk memahami opini, sentimen, dan reaksi publik terhadap isu-isu tertentu, yang dapat digunakan dalam manajemen reputasi dan pengambilan keputusan yang lebih tepat. Data tersebut bahkan dapat digunakan untuk mendeteksi masalah dan keadaan darurat, seperti bencana alam atau penyebaran informasi penting dalam situasi darurat.

Selain manfaat tersebut, data media sosial juga dapat membantu dalam merancang konten yang mungkin menjadi viral atau kampanye yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang isu-isu tertentu. Terakhir, data tersebut juga digunakan oleh pihak berwenang dan penegak hukum untuk penyelidikan dan penegakan hukum dalam kasus penipuan, pelecehan, atau kejahatan lainnya. Dengan kata lain, data media sosial memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan dan bisnis.

Media sosial, sebuah platform serbaguna dengan beragam fitur didalamnya terekam profil pengguna, status, komentar, like/dislike, pesan pribadi, pencarian dan hashtag, notifikasi, live streaming, stories, grup, pengikut/mengikuti, penilaian, survey, hingga iklan dan promosi. Tentunya, dengan kapabilitas sebesar itu, media sosial berperan penting dalam globalisasi dunia luar ke dalam Indonesia yang bertujuan untuk menghubungkan satu sama lain dalam konteks apapun secara netral dan tidak terbatas waktu, tempat, dan subjek.Disini yang perlu kita highlight adalah semua interaksi, tahapan, maupun kegiatan yang kita lakukan di dalam media sosial terekam jelas dalam database system media sosial tersebut.

Kemudahan ini merupakan sebuah anugerah yang luar biasa diciptakan melalui perkembangan peradaban manusia. Namun, tidak semua orang paham dan tahu bagaimana seharusnya memanfaatkan “anugerah” ini, ada yang memanfaatkan untuk hal yang benar namun ada yang memanfaatkan untuk hal-hal yang salah. Sebab sangat jelas terlihat bahwa banyak pendapat, pemikiran, ujaran, dan sebagainya yang tidak diterima dengan baik dari satu individu terhadap individu lain, dari satu kelompok kepada kelompok lain. Hal ini adalah salah satu faktor terjadinya perdebatan opini yang biasanya muncul karena adanya perbedaan pandangan, kebiasaan, kultur, dan hal lainnya. Tidak jarang perdebatan akan dimulai ataupun diakhiri dengan komentar yang menyakiti, vulgar, atau hal yang tidak relevan lainnya. Sebagai contohnya, pengguna media sosial dapat memberikan komentar jahat yang mengandung slurs terhadap pengguna lainnya karena kultur mereka yang tidak ada/ tabu di Indonesia. Kenetralan dan kebebasan berpendapat dalam media sosial menjadi senjata bermata dua untuk penggunanya.

Di lain pihak, media sosial menuntut kita untuk menginformasikan sebuah input berupa profil pengguna, identitas, dsb yang merupakan suatu persyaratan dalam pembukaan akun maupun grup. Secara langsung disinilah kita masuk kedalam sebuah system yang tersimpan di dalam database. Hal yang perlu kita tahu bahwa hal apapun yang kita lakukan terekam oleh sebuah system didalam media sosial yang tersimpan secara permanen dan dapat digunakan oleh pihak yang berwenang. Ini merupakan suatu hal yang perlu kita waspadai dan kita perhatikan, sebab dampaknya yang kita anggap sepele ternyata bisa mempengaruhi reputasi diri kita dikemudian hari.

Tidak ada yang bisa menyalahkan media sosial karena media sosial hanyalah sebuah algoritma yang butuh input dari pengguna untuk dapat bekerja. Program hanya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk sesuai dengan perintah dari pengguna. Jika pengguna menginput sesuatu yang buruk dan mengkategorikan sebagai baik, program tentunya akan mengikuti instruksi dari pengguna dan mengkategorikan hal tersebut sebagai baik. Hal tersebut menjadi landasan mengapa kita, sebagai pengguna perlu memiliki pertimbangan terlebih dahulu apakah input tersebut sudah sesuai atau belum. Dalam berpendapat, tentunya ada batasan dan pertimbangan. Meskipun ada batasan dan pertimbangan dalam beropini, bukan berarti tidak ada kebebasan dalam berpendapat.

Konten adalah bentuk karya dari para pembuat yang ingin menyampaikan pikiran dan pendapatnya melalui media yang bisa berbentuk tertulis, lisan, maupun video. Media sosial yang kini sering dipakai di kalangan anak muda adalah Instagram, Twitter, dan Tiktok. Ketiga hal ini merupakan jejaring sosial yang memuat berbagai jenis konten mulai dari tulisan hingga video. Dalam tiga jejaring sosial ini, menuntut setiap pengguna untuk menyajikan data diri baik yang bersifat public maupun privat. Profil serta konten yang disajikan merupakan suatu reputasi kita dimasa yang akan datang.

Kebebasan berpendapat adalah salah satu prinsip yang sangat dihargai dalam masyarakat yang demokratis. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hujatan dan kebencian yang merusak hanya berupa sensorship. Beberapa orang merasa bahwa ketakutan akan sensorship dapat menghambat kebebasan berpendapat yang sebenarnya merupakan bentuk penerapan kontrol terhadap konten. Di lain pihak, saat platform media sosial mulai menerapkan kontrol yang lebih ketat untuk mengatasi risiko yang dianggap untuk membungkam suara yang berbeda atau pandangan kritis.

Oleh karena itu beberapa hal sederhana yang perlu kita lakukan adalah; Pertama, kemukakan pandangan yang berasalasan, usahakan untuk selalu mengutarakan opini yang didasarkan pada bukti-bukti atau informasi data yang sah; Kedua, senantiasa mengendalikan diri dan emosi ketika membaca ataupun melihat konten yang bertentangan dengan diri kita, memahami bahwa setiap orang memiliki pandangan dan isi kepala yang berbeda-beda; Ketiga, selalu waspadai dan batasi diri dengan interaksi yang mengakibatkan gesekan dan perselisihan dengan mengingat fokus utama dalam menyampaikan sesuatu; keempat, yang terkahir dan yang terpenting bahwa seluruh data yang dituangkan akan menjadi reputasi digital yang suatu saat dapat memberi hasil yang baik maupun hasil yang negatif.

Penulis : Stella Ch. Kawulur
Mahasiswi Magister Administrasi Publik, Universitas Gadjah Mada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini