24.2 C
Manado
Sabtu, Mei 2, 2026
spot_img
Beranda Sulut Jika Tak Miliki Dasar, Steven: Panitia Dalam Hal ini MC Lakukan Pembohongan...

Jika Tak Miliki Dasar, Steven: Panitia Dalam Hal ini MC Lakukan Pembohongan Publik

MANADO-Kabar bahwa hadiah mobil untuk Nyong Sulut 2023 Andika Khosuma dan Noni Sulut 2023 Krisan Valerie Sangari yang menjadi mobil dinas dan hanya dipinjamkan selama satu tahun, kembali mendapat tanggapan. Kali ini, Harapan 2 Nyong Sulut 2000, Dr Steven Yohanes Pailah, SH,M.Si menanggapi Kabar hadiah mobil untuk Nyong Sulut 2023 Andika Khosuma dan Noni Sulut 2023 Krisan Valerie Sangari menjadi mobil dinas yang menghebohkan dan menjadi perbincangan di masyarakat. “Harus dilihat apakah panitia penyelenggara atau dinas terkait memiliki kontrak sponsor dengan perusahaan dalam hal ini Wuling. Jika dalam acara final, mengumumkan bahwa hadiah sponsor utama 1 buah unit mobil masing-masing untuk pemenang Nyong dan Noni, berarti ada dasarnya sebelum di umumkan. Jika tidak memiliki dasar,  berarti panitia dalam hal ini MC melakukan pembohongan publik,” kata Dr Steven kepada radarmanadoonline.com, Sabtu (28/10/2023) malam. Kabar mobil hadiah untuk Nyong Sulut 2023 Andika Khosuma dan Noni Sulut 2023 Krisan Valerie Sangari menjadi mobil dinas dan hanya pinjam pakai selama setahun, berawal dari pemberitaan salah satu media online di Sulut. Tak pelak, masyarakat pun saling share berita tersebut. Media online itu mengangkat judul “Diserahkan Ketua TP-PKK Sulut, Mobil Wuling untuk Pemenang PNNS 2023 Ternyata Hoaks”. Dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik De La Salle Manado sekaligus Advokat ini mengatakan, pihak Wuling, panitia dan dinas terkait harus duduk bersama untuk mengklarifikasi apakah mobil tersebut hanya sebatas pinjam pakai atau kebutuhan dinas setahun atau menjadi hak milik pemenang. “Jika hadiah tersebut benar dan ada, siapa yang akan membayar pajak dan biaya lain yang timbul dalam mendapatkan mobil tersebut. Apakah pajak dan biaya lain di tanggung pemenang, panitia atau dinas terkait,” ujar Sreven yang menjadi salah satu pengurus Ikatan Nyong-Noni Sulut (INNS) periode 2013-2020 ini. Sebelumnya, Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Sulut Henry Kaitjily ketika dikonfirmasi mengatakan, mobil Wuling memang dari awal diberikan Wuling mobil operasional. Orang nomor satu di Dinas Pariwisata Sulut ini lalu membalas pesan Whatsapp (WA) dengan mengirim tiga media online berbeda yang intinya memberitakan tentang penyerahan mobil dinas oleh perwakilan Wuling Manado kepada Nyong Sulut 2023 Andika Khosuma dan Noni Sulut 2023 Krisan Valerie Sangari. Media online itu menulis, para pemenang PNNS 2023 akan mengenakkan mobil dinas itu sepanjang jabatannya, mulai Oktober 2023 hingga Oktober 2024. Ketua panitia PNNS 2023 dr Lidya Tulus ketika dikonfirmasi melalui WA soal hadiah mobil Nyong Sulut 2023 Andika Khosuma dan Noni Sulut 2023 Krisan Valerie Sangari menjadi mobil dinas dan hanya dipinjamkan selama satu tahun, meminta wartawan media ini untuk menanyakan ke Dispar. Menurut Lidya, mobil hadiah untuk pemenang Nyong-Noni Sulut, ditangani oleh Dispar Sulut. “Petunjuk Sekretaris TPKK prov Sulut..ikut jo klarifikasi berita yg sudah di buat oleh Disparda. Karna yg urus hadiah mobil itu Diparda lgs,” sambungnya lewat pesan di WA. Sebelumnya, pada grand final Pemilihan Nyong-Noni Sulut (PNNS) 2023 yang dihelat di Auditorium Bukit Inspirasi Tomohon (ABI) pada 16 September 2023 lalu, dan dihadiri Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk, disebutkan oleh MC Felix Palenewen dan Anastasia Runtunuwu bahwa pemenang Nyong-Noni Sulut 2023 mendapat hadiah mobil.” Bahwa pemenang utama dari Nyong-Noni Sulawesi Utara tahun 2023, tahun ini mereka mendapatkan hadiah masing-masing satu unit mobil persembahan dari Wuling. Untuk Nyong Sulut satu unit Wuling Air ev dan untuk Noni Sulut satu unit Wulling Air ev,” kata Felix didampingi Anastasia yang disambut tepukkan tangan hadirin. Steven menyarankan, sebaiknya dalam proses pelaksanaan kedepan, harus ada kontrak yang jelas antara sponsor utama dengan panitia dan dinas penyelenggara. “Agar tidak terkesan ada lempar tanggung jawab antara sponsor, panitia dan dinas penyelenggara. Asas transparansi dan pertanggungjawaban publik harus dapat dilaksanakan mengingat pemilihan Nyong- Noni Sulut adalah kancah pembinaan bagi generasi muda Sulawesi Utara,” jelas Steven yang juga Peneliti Perbatasan Wilayah Indonesia.(axm)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini