MANADO,Radarmanadoonline–Jemaat GMIM Kharisma Buha mengikuti ibadah Perjamuan Kudus dalam peringatan Jumat Agung, 29 Maret 2024.
Ibadah yang terlaksana secara khusyuk tersebut dipimpin oleh Pdt Grafein Robot M.Th. Bacaan Alkitab: Lukas 23 : 46-47 Tema: “Ya Bapa Ke Dalam Tangan-Mu Kuserahkan Nyawa-Ku”

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Setiap orang pasti akan membuat dirinya selalu aman dan bebas dari hal-hal yang dapat membahayakan hidupnya. Misalnya bila ada ancaman, pasti akan mencari cara agar ancaman itu tidak menimpa dirinya seperti menghindar dengan cara bersembunyi, atau meminta pertolongan orang lain. Bahkan melaporkan dan minta pertolongan polisi. Begitu juga dengan soal kematian. Ini adalah peristiwa yang dihindari oleh manusia. Karena itu, kalau sakit harus minum obat. Bila sakit semakin parah, maka hams dibawa ke dokter atau rumah sakit. Bahkan bagi orang yang mampu secara ekonomi, mencari dokter ahli dan rumah sakit terbaik, bila perlu berobat ke luar negeri, supaya penyakit itu jangan menjadi penyebab kematian. Akan tetapi hal seperti ini tidak dilakukan oleh Tuhan Yesus. Karena dalam catatan Alkitab, Tuhan Yesus telah berkali-kali mendapat ancaman dari berbagai pihak, mulai dari Imam Kepala, Ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hanya karena mereka tidak percaya bahwa Ia adalah Anak Allah. Walaupun sudah banyak mujizat yang diperbuat-Nya di depan mata mereka. Sebenarnya hal itu telah menguatkan alasan bahwa Tuhan Yesus adalah benar-benar Anak Allah. Kendati Tuhan Yesus punya kuasa untuk menghindar dari kematian, namun Ia menghadapi dan menjalani proses kematian itu. Bahkan kematian yang sangat mengerikan di kayu salib, hanya untuk satu alasan yaitu, supaya manusia dan dunia ditebus dari segala dosa dan diselamatkan.

Jemaat yang dikasihi Tuhan Yesus.
Hari ini, semua orang percaya di seluruh dunia sedang merayakan Hari Kematian Tuhan Yesus di kayu salib yang kita sebut Jumat Agung. Secara umum di Israel, peristiwa ini sangat jauh dari keagungan, sebab bagi mereka orang yang mati di salib adalah sebuah kehinaan dan kebodohan. Karena hukuman salib selalu diuntukkan bagi mereka yang telah melakukan pelanggaran berat, antara lain terlibat dalam kasus pembunuhan berkali-kali, atau melakukan pemberontakan kepada negara dan Kaisar. Namun Tuhan Yesus terhukum bukan dengan alasan itu. Dia tidak pernah melakukan kesalahan atau pelanggaran apapun. Karena itu peristiwa ini diagungkan oleh semua orang percaya sebab di kayu salib itulah dan oleh kematian Tuhan Yesus kegelapan dan semua kecemaran karena dosa manusia dan dunia ini, ditebus dan diselamatkan.
