
MANADO-22 finalis Pemilihan Nyong-Nona Manado (PNNM) 2024 melanjutkan kegiatan lagi di masa pra karantina. Kali ini, para calon duta Kota Manado itu melaksanakan kegiatan sosialisasi di 11 kecamatan di Ibu Kota Sulut ini. Sosialisasi tersebut meliputi Pembayaran Pajak dan Retribusi, Kanal QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), CBP (Cinta Bangga Paham) Rupiah dan Perlindungan. Diketahui, QRIS adalah standar kode QR yang digunakan oleh semua penyedia layanan sistem pembayaran di Indonesia. Dan CBP Rupiah adalah gerakan edukasi untuk meningkatkan semangat kebanggaan dan kecintaan kepada Rupiah. Kegiatan sosialisasi tersebut kerja sama Nyong- Nona Manado dan Bank Indonesia (BI). Dari sosialisasi itu diketahui. Pihak BI dan Nyong-Nona Manado menerima sejumlah saran/usul serta keluhan dari masyarakat. Selain itu masyarakat mengungkapkan beberapa kendala. Seperti di Kecamatan Wenang, kebanyakan dari ASN (Aparatur Sipil Negara) dan komponen masyarakat masih kurang pemahaman mengenai penggunaan aplikasi Dompet Digital dalam hal ini DANA dan Aplikasi Mbanking dari pendaftaran akun, hingga penggunaan QRIS. Selain itu, upaya penggunaan QRIS untuk retribusi sampah belum merata. Meski begitu, sudah ada beberapa lingkungan yang menerapkan penggunaan QRIS untuk retribusi sampah. Beberapa kepala lingkungan mengaku, bahwa masih banyak masyarakat yang salah dalam mengeja QRIS (Kyuris). Selain itu, masih belum menggunakan QRIS dalam melakukan pembayaran retribusi sampah. Di Kecamatan Tuminting, masyarakat masih kurang paham dalam penggunaan aplikasi Dompet Digital. Sehingga, masih kurangnya penggunaan Qris. Juga belum ada penggunaan QRIS untuk retribusi sampah. Selanjutnya, di Kecamatan Bunaken, sekitar 90 persen masyarakat baru mengetahui tentang QRIS dan masih salah dalam penyebutan. Koneksi internet kurang baik (lambat loading), pembayaran retribusi sampah melalui QRIS tidak pernah diberitahu, sehingga masyarakat banyak tidak mengetahuinya. Di Kecamatann Singkil, mayoritas masyarakat kurang paham mengenai cara penggunaan dan masih bingung cara mengatasi permasalahan penggunaan QRIS sebagai bentuk pembayaran non-tunai dalam membayar retribusi. Kemudian di Kecamatan Tikala, mayoritas warga masih belum paham penggunaan E-Wallet dan penggunaan QRIS. Karena, pada saat sosialisasi didominasi oleh warga Lansia (Lanjut usia), dan sebagian besar tidak menggunakan Smartphone (masih ponsel untuk berkomunikasi saja). Dan mindset (pola pikir) mereka lebih gampang menggunakan rupiah, karena tidak perlu top up (penambahan dana ke dalam rekening ketika ingin melakukan transaksi) ke aplikasi E-Wallet, karena mereka juga tidak mempunyai Mobile Bankin. Tapi setelah diedukasi, mulai ada yang paham bahwa penggunaan E-Wallet dan scan QRIS ternyata lebih mudah. Lalu Kecamaran Wanea, masih sangat minim pemahaman dari masyarakat mengenai sistem pembayaran nontunai seperti QRIS. Masyarakat menyarankan, sosialisasi dan edukasi seperti ini dapat dilakukan di setiap lingkungan, agar dapat menjangkau setiap masyarakat dan masyarakat lebih paham dalam menggunakan QRIS serta Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. Juga karena anjuran menggunakan QRIS melalui aplikasi dana (sarana paling cepat dan mudah diakses) untuk membayar retribusi sampah oleh masyarakat, mendapat protes dari penagih retribusi karena dari setiap transaksin hanya muncul rekapan keseluruhan dari aplikasi. Dan itu mempersulit para penagih, karena tidak mengetahui siapa yang telah membayar. Masyarakat menyarankan Bapenda, agar bisa menyediakan aplikasi khusus untuk pembayaran retribusi sampah. Di Kecamatan Paal Dua, sebagian masyarakat dan perangkat kecamatan masih banyak yang belum paham tentang QRIS dan cara penggunaannya. Di kegiatan sosialisasi di setiap kecamatan tersebut ikut dihadiri oleh para Camat, Lurah, kepala lingkungan, perwakilan Bank Indonesia, serta Panitia PNNM 2024 dan Reuni Akbar Nyong-Nona Manado. Pelaksanaan PNNM 2024 yang merupakan rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-401 Kota Manado, 14 Juli 2024, kerjasama Pemkot Manado, Dinas Pariwisata Manado, TP-PKK Manado, Ikatan Nyong-Nona Manado, dan sponsor. radarmanadoonline.com kembali dipercaya menjadi Exclusive Media Partner PNNM 2024. Ke-22 finalis PNNM 2024 yakni Hiskia Yesaya Wowor (Bunaken), Angelica Erawan ( Bunaken), Ryan Schwarz Nusa ( Bunaken Kepulauan), Natalya Verity Dapu S.Ds, Bach. Of Arts (Hons) (Bunaken), Valiant Katopo (Malalayang), Virginia Fransisca Umbas (Malalayang), Julio Victor Satria Massa, A.Md.Kes (Mapanget), Putri Risky Fadilah Afwaja, SE (Mapanget), Jeremia Pelle Laihad (Paal II), Syallomitha Gosal ( Paal II), Maynard Corinus (Sario), Ashley Diana Matutina-Mamuaja (Sario), William Clement (Singkil), Jenifer Lengkong ( Singkil), Edgard Scottie Lolong S.Tr.Par (Tikala), Davyna Priscilla (Tikala), Gadiel Farrel Tafuama Turang (Tuminting), Gabriela Dien (Tuminting), William Charlis Jonathan Tumewu S.Par (Wanea), Della C Rantung (Wanea), Imanuel Winokan (Wenang), dan Erica Carolina Lumenta (Wenang).(axm)


