Catatan : Ram Makagiansar
JUDI online (Judol) lagi trend. Di blow up habis-habisan media. Wajar saja kekhawatiran muncul. Soalnya, ini dianggap sudah menyasar banyak kalangan sehingga patut diwaspadai. Pemerintah melihat fenomena ini akan sangat berbahaya bagi perekonomian negara jika dibiarkan. Sebab warga banyak yang sudah ketagihan.
Makanya, upaya memberangus disebut siap dilakukan APH.
Apalagi, dari hasil penelusuran Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ditemui ribuan rekening yang terindikasi judol. Maka tak tanggung-tanggung 6000 rekening di blak list.
Tapi benarkah semudah itu? Ini yang coba dibongkar kepala BP2MI Benny Rhamdani.
‘Teriakan’ Benny bahwa ada yang oknum berinisial T dibalik judol itu menggema. Itu disampaikan pada kegiatan pembentukan Kawan Pekerja Migran di Sumatera Utara 23 Juli lalu.
Benny menyebut ketika ratas pimpinan negara 2023 lalu ia sudah menyampaikan hal itu dihadapan Presiden Jokowi. Malah ia menyentil bahwa saat itu masih ada Mahfud MD selaku Menkopolhukam.
Tak urung nyanyian Benny kembali jadi viral dan di angkat media. Akhirnya, media pun menanyakan hal ini kepada Jokowi. Lalu apa kata Jokowi, “Silahkan tanya ke Benny !”
Jawaban Jokowi dengan cepat ditanggapi Polri. Ya, agar tidak membias.
Lewat Bareskrim, eks legislator Sulut dari PDIP sebelum masuk Hanuranya Osman Sapta Odang itu, dipanggil. Sudah 2 kali malah.
Berjam-jam dia di ruangan Dirtipidum Bareskrim dalam 2 kali pemeriksaan.
Tapi kesimpulan penyidik Bareskrim bahwa dari pemeriksaan tidak terbukti oknum T yang dimaksud. Entah siapa orangnya.
Nah disini bakal ramai. Sebab, inisial T sebelumnya sudah gerah. Sampai-sampai pelawak Tessy pun ke Bareskrim lalu sebelum Benny dipanggil.
Ya, keresahan telah terjadi. Jika orang seperti Tessy saja kebakaran jenggot apalagi orang lain yang berinisial begitu misalnya bernama Terry, Tito atau Tommy !
Nama terakhir disebut mengarah ke nama anak pengusaha property Jerry Hermawan Lo yaitu Tommy Hermawan Lo. Tapi itu disanggah pihak Polri. Tidak didukung bukti kuat argumentasinya.
Yang pasti, ini jelas tak akan berhenti sampai disini. Benny jelas harus mempertanggungjawabkan pernyataan dia. Jika Polri sudah memastikan tidak menemukan oknum berinisial T seperti yang disebut Benny.
Pihak Bareskrim mengaku bahwa pemeriksaan pertama Senin (29/7/2024) Benny dicecar 23 pertanyaan. Tapi tidak dijelaskan siapa inisial T oleh Benny.
Kedua Senin (5/8/2024) dengan 64 pertanyaan oleh penyidik selama 8 jam dan Benny menyebut informasi didapatnya dari Ketua BP2MI Kabupaten Serang Jhony Purwanto. Tapi sudah meninggal !
Bagaimana proses selanjutnya menarik ditunggu. Benny yang kenyang pengalaman sebagai aktivis dan politikus tentu punya dalih kuat untuk mengatasi hal yang disuarakannya.
Apapun dan bagaimana pun Benny tentu tak asal cuap. Bukan asbun. Disini tugas Polri untuk membongkarnya.
Fakta selama peradaban dunia judi masih akan menjadi ancaman tentu jadi tantangan penegak hukum. Bukan hanya judi online namun yang off line.
Judi online tentu tak bisa diraba apalagi dilihat dengan kasat mata oleh banyak orang kecuali pelaku itu sendiri.
Yang pasti data bahwa berbagai elemen masyarakat terlibat di dalamnya sudah bukan rahasia lagi.
Mau salahkan kemajuan teknologi lewat kehadiran smart phone tentu tidak bisa. Sebab perubahan perkembangan kemajuan dunia telah masih ke jaringan internet lewat fasilitas Ponsel pintar itu.
Sejenak lupakan soal judi online itu. Kalaupun mau berangus judi off line di duka yang sering kita lihat harus disamakan. (***)

