MANADO – Radarmanadoonline.com – Kolaborasi antara Tim Resmob Polda Sulut diibawa pimpinan Katim Ipda Ahmad Waafi dan Wakatim Ipda Fegy Lumantow dan Tim Resmob Satreskrim Polres Minsel berhasil mengungkap kasus pengancaman dan pemerasan yang dilakukan komplotan Polisi Gadungan.
Informasi yang dirangkum, pengungkapan tersebut berlangsung Jumat (17/1/2025).
Berawal Tim Resmob Polda Sulut menerima sejumlah laporan dari Polres Minsel berdasarkan Laporan Polisi LP/B /12/I/2025/SPKT/POLRES MINSEL/POLDA SULUT tanggal 16 Januari 2025, kasus Pengancaman dengan Pelapor Vivin G. Sumendap, kedua Laporan Polisi LP/B/13/I/2025/SPKT/POLRES MINSEL/POLDA SULUT tanggal 16 Januari 2025, kasus Pemerasan dengan Pelapor Fikri Hamisi, dan Laporan Polisi ketiga LP/B/14/I/2025/SPKT/POLRES MINSEL/POLDA SULUT tanggal 16 Januari 2025, kasus Pemerasan dengan Pelapor Sony Tuyu.
Tim Resmob Polres Minsel kemudian datang ke Manado untuk mencari pelaku lainnya sembari membawa satu orang Polisi Gadungan berinisial FM alias Frangky (otak pelaku pemerasan dan pengancaman, juga sebagai katim).
Dari pengakuan pelaku Frangky, dirinya tidak bekerja sendirian, untuk menjalankan aksi pemerasan dibantu lelaki FM alias Fahmi (peran sebagai sopir).
Tim Gabungan Resmob Polda Sulut dan Polres Minsel langsung bergerak cepat dan akhirnya pada pukul 19.30 Wita, Tim gabungan tersebut berhasil mengamankan lelaki Fahmi di rumahnya di Kelurahan Lawangirung, Komo Dalam, Kecamatan Wenang.
Polisi juga mengamankan kendaraan yang diduga digunakan untuk melakukan aksi pemerasan dan pengancaman.
Usai mengamankan Fahmi, Tim kemudian mencari keberadaan pelaku Hein.
Akhirnya Hein berhasil diamankan di rumahnya di Kelurahan Malalayang Dua, Kecamaran Malalayang.
Selanjutnya Katim Resmob Ipda Ahmad Waafi membenarkan pengungkap dugaan kasus pemerasan dan pengancaman yang diduga dilakukan komplotan Polisi Gadungan.
“Selain dua terduga pelaku, kami juga mengamankan rompi polisi, lencana polisi, mobil dan lampu rotator. Sesuai laporan polisi para terduga pelaku diserahkan ke Polres Minsel,” ucap Katim Resmob.





