27.4 C
Manado
Selasa, April 21, 2026
spot_img
Beranda Hukum dan Kriminal Oknum Operator SPBU Winangun Atas Diduga Tarik Premi Rp500 Per Liter, Sehari...

Oknum Operator SPBU Winangun Atas Diduga Tarik Premi Rp500 Per Liter, Sehari 6 Ton Solar Subsidi Diangkut Mafia

Oknum Operator SPBU Winangun Atas Diduga Tarik Premi Rp500 Per Liter, Sehari 6 Ton Solar Subsidi Diangkut Mafia. (foto/ist)

MANADO – Radarmanadoonline.com – Oknum Operator SPBU 74.951.10 yang terletak di ruas jalan Winangun Atas, tepatnya di Kelurahan Winangun Dua, Kecamatan Malalayang, Kota Manado meraup keuntungan besar dari hasil penjualan BBM subsidi jenis solar ke ratusan truk milik mafia.

Antrian ratusan truk di SPBU ternyata truk milik mafia solar diduga berlokaso di Wonangun Atas, dan sudah sepakat membeli Solar Sibsidi di SPBU tersebut dengan harga Rp7.300 per liter.

Hitungan sementara, setiap hari SPBU menebus Rp8 ton ke Pertamina. Dari jumlah tersebut, operator hanya menjual 2 ton ke masyarakat.

Sedangkan 6 Ton dijual bebas ke armada-armada mafia solar dengan harga Rp7.300.

Operator mengambil selisih Rp500 per liter. Itu berarti 6.000 liter dikalikan 500, Operator mengumpulkan uang solar setiap hari Rp3.000.000 dan Sebulan Rp90.000.000.

Salah satu supir pengangkut yang mengantri solar di SPBU itu mengatakan, ada satu operator yang sangat berani mengabaikan prosedur penerapan barcode Pertamina.

“Kalau ada dia aman sekali mafia-mafia. Rata – rata oto yang antrean di sini punya orang – orang yang bisnis solar. Banyak barcode bodong di sini,” ungkap salah satu supir truck di SPBU Winangun Atas, Sabtu (18/1/2025), yang meminta namanya tidak dimediakan.

Bisnis gelap solar subsidi ini mendapat kecaman aktivis Jefrey Sorongan.

“Negara rugi miliaran rupiah tiap tahun. Pertamina harus cabut izin SBPU Winangun Atas itu,” desak Sorongan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini