
MANADO, Radarmanadoonline.com-Meski saat ini berada di Jepang dalam rangka kegiatan kampus, Willem J.F. Alfa Tumbuan, SE, M.Sc, Ph.D, tetap mengikuti perkembangan di Ikatan Nyong-Nona Manado (INNM). Dimintai tanggapanya oleh Media ini, Nyong Manado 1992 dan Wakil 2 Nyong Sulut 1995, mengatakan INNM harus kembali ke jati dirinya sebagai Ormas yang membantu pemerintah secara mandiri, dalam pembangunan sektor pariwisata dan kepemudaan. “Melatih kaum muda agar bisa tau diri, tau bawa dan menempatkan diri, dan jangan mabuk diri serta lupa diri,” kata Nyong Alfa kepada radarmanadoonline.com, Minggu (9/2/2025).



Ditanya soal figur yang layak memimpin INNM ke depan, alumni Saga University, Japan, dan Kagoshima University, Japan, mengungkapkan harus bertalenta soft skill dan komunikasi yang baik. “Selain itu, mempunya track record yang baik, dan bukan hasil dropping. Juga figur pemersatu, serta mampu memberdayakan dan mengembangkan organisasi,” ungkap Wakil 1 Nyong Kampus Sulut 1994. Sebelumnya, Wakil I Nyong Manado 2001 Henro Kawatak, ST, menyoroti Musyawarah Besar (Mubes) INNM yang hingga awal Februari 2025 ini belum dilaksanakan. “Jadi, sesuai dengan AD/ART yang ada bahwa kepengurusan itu sudah berakhir dari tahun 2024. Sejak berakhirnya kepengurusan itu otomatis kepengurusan INNM (2021-2023, red) ini sudah dalam status quo. Karena kenapa, karena INNM ini organisasi paling tinggi, dan tidak ada lagi satu tingkatan di atas INNM,” kata Henro Kawatak kepada radarmanadoonline.com, Rabu (5/2/2025). Nyong Henro pun mendesak Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) INNM membentuk panitia musyawarah besar yang baru dan sah.(axm)



