
Hans dan isteri Tety Pangemanan serta anak Syaloom
>MANADO – radarmanadoonline.com- Naluri bisnis sekaligus membidik pengembangan pemain muda dari arena mini soccer oleh mantan stoper handal sejumlah klub di Indonesia, Hans Beslar pantas diacungi jempol.
Hans yang awal karirnya dimulai dari PS Unoson Manado sukses berinvenstasi membangun lapangan mini soccer di kawasan Buha, Politeknik, Manado.
Kehadiran lapangan mini soccer yang pertama di Manado ini memberi sajian menarik bagi penggemar bola sebagai alternatif di antara futsal dan sepak bola standar.
Hans sendiri tidak mau buka-bukaan sudah berapa duit digelontorkan. ” Yang jelas tidak sedikit,” kata Hans sambil menyebut semua juga karena berkat dan kasih Tuhan.
Dari info yang di dapat telah hampir menyentuh 1 miliar sampai pada pengoperasiannya !
Hans yang pernah membela Perksea Mataram, Putra Samarinda, Perseden Denpasar dan juga Persma Manado ini menuturkan membangun lapangan mini soccer ini proses cukup lama dan butuh energi.
Namun dia tetap bertekad harus jadi. Dia mengisahkan awalnya meratakan tanah yang memang kelihatan sulit membangunnya.
Setelah itu membangun fondasi dan melakukan penimbunan. Lau memasang pagar pembatas dan penyediaan kelistrikan yakni lampu penerangan.
Tak tanggung-tanggung rumput sintetis tersebut harus dipesannya dari luar negeri.
” Rumput sintetis ini memang di pesan dari Cina. Lama juga tunggunya karena prosesnya ribet,” kata Hans kepada radarmanadoonline beberapa waktu lalu.
Lokasi yang semula berada di kemiringan dan lembah kini telah mentereng dan menjadi magnet bagi pesepak bola pada kategori mini soccer ini.
Pembukaan pengoperasian lapangan yang oleh Hans dinamai Munsing ini ditandai dengan kehadiran sejumlah eks pemain Persma dan dari tempat lainnya di Sulut. Acara hiburan musik pun dikemas menarik.
Sejumlah eks pesepak bola berbeda generasi beberapa waktu lalu terlihat hadir di lapangan mini soccer di Buha.
Biasanya mereka di lapangan stadion Klabat Manado. Hari Sabtu dan Minggu sore pesepak bola Sulut itu ber-game ria.
Fun mini soccer itu jadi ajang mereka bertemu. Dari beberapa generasi yang ada bukan hanya eks Persma namun dari Persmin juga PSKT Tomohon. Yang menarik mantan gelandang anyar Persma era 70-80 an Yopie Mandey dan anaknya yang gelandang dari skuad tim Sulut saat raih perunggu PON XIV 1996 Allan Mandey, sama-sama berada di satu lapangan ! Juga Rudi Manumpil, Fecky Lasut dan lain-lain.
Tapi, pria low profile asal Tomohon ini bukan hanya memikirkan sisi komersialnya saja.
” Sudah banyak yang mengajukan diri untuk menggelar pertandingan di sini. Tinggal diatur jadwalnya,” kata ayah Syaloom dan suami dari penyiar RRI Manado, Terty Pangemanan ini.
Wajar mini soccer memang diminati saat ini. Kalau futsal hanya diikut 5 pemain sementara sepak bola standar harus lapangan besar dan tidak semua bisa. Nah, mini soccer dengan 9 orang lapangan hanya berukuran 60 x 40 sangat menarik dicoba.
Namun Hans tidak hanya berorientasi untuk profit. Sebab dia juga berpikir untuk memberikan benefit lain.
Apa itu ?
” Saya berencana untuk membangun tim usia muda yang lahir dari mini soccer ini. Semoga bisa,” kata dia.
Untuk mendukung hal itu eks striker Persma yang pernah merasakan timnas Indonesia Piala Asia 2004 Stenly Mamuaja digaetnya demi membina pemain muda dari arena mini soccer tersebut.
Selain itu Ungke.akan menjad bagian dari manajemennya menangani lapangan mini soccer tersebut.
Bukan hanya soal ketersediaan lapangam saja. Sebab selain dilengkapi ruang ganti dan shower juga ada cafe. Hebatnya, dari cafe tersebut bisa menonton langsung permainan di venue.
” Pers juga akan saya undang ikut bermain yang penting fun-fun saja,” kata dia. Siap, bro !
(ram makagiansar)


