11.9 C
New York
Minggu, April 19, 2026

Buy now

spot_img
Beranda Nasional Pesan dari Jepang !

Pesan dari Jepang !

MEDSOS “bergerak”. Tidak ke mana-mana tapi ada dimana-mana. Mudah ditebak, terkait ambruknya Garuda di negeri Kanguru, Australia.
Saya dan Anda semua, penikmat bola dan pendukung timnas dibuat kaget ! Disaat espektasi tinggi ternyata timnas Indonesia harus keok dengan skor telak 5-1.
Sejatinya, timnas Merah Putih dijagokan, minimal, mengangkut 1 nilai alias seri dari Allianz Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025).
Malah, tidak sedikit yang bersuara di medsos bahwa Jay Idzes dkk bakal menghancurkan negara berperingkat 25 dunia itu.
Wajar, ada suntikan muka baru Ole Romeny dan Dean James di Starting XI. Pelatih Patrick Kluivert (PK) pun dianggap mumpuni untuk ‘melupakan’ nama Shin Tae Yong.
Bukan hanya itu sekumpulan orang-orang bola hebat dari Belanda sana juga di kubu kita.
Ada Jordy Cruyff juga Denny Landzaat. Disebut kian moncer karena, kabarnya, ada sang jago strategi yaitu Alex Pastoor ! Roberto Mancini, eks pembesut Arab Saudi juga melihat Indonesia beruntung ada Pastoor. Peringkat 127 dunia sepertinya cuma di atas kertas.
Namun, situasi ternyata berbeda, sangat jauh berbeda. Kalau ada yang bilang 16 kali pertemuan lawan Australia, Indonesia selalu tumbang itu wajar. Maklum, itu lokal semua alias produk asli liga domestik. Tapi sekarang? Australia benar dihuni sekumpulan pemain Liga Inggris, Indonesia juga setali tiga uang, beredar di Eropa !
Namun, Garuda hanya “diberi” waktu 15 menit untuk leluasa.
Faktanya, satu sundulan Jay Idzes nyaris membuat tuan rumah bungkam. Hanya kepiawaian kiper Socceroos M Ryan dengan cantiknya terbang menepis heading kapten Venezia, tim penghuni Seri A Italia itu.
Kemudian, aksi solo penyerang Brisbane Roar, klub Australia justru, Rafael Struick yang dijegal di kotak 16 benteng Australia berbuah penalti.
Tapi Kevin Diks yang di klubnya jago menendang 12 pas tendangannya menerpa tiang kiri gawang Australia.
Selepas dua momen itu timnas mulai goyah. Australia justru mulai pede.
Disinilah kejelian Tonny Popovic suksesor Graham Arnold.
Disaat timnas asik menyerang yang lebih banyak dari sektor kanan pertahanan mereka atau dari sisi kiri Indonesia lewat Dean James dan Calvin Verdonk, Miller dkk hanya melakukan zona marking. Bahkan, Taggart, bomber Aussie, turun sampai setengah lapangan
Ya, penjagaan daerah. Mereka membiarkan Indonesia masuk ke daerah mereka lalu kemudian tiba-tiba balik menekan.
Popovic bisa saja melihat celah dilini tengah terbuka dan langsung merangsek ke daerah pertahanan Indonesia.
Tak heran kekacauan terjadi di daerah balakang Indonesia. Apalagi setelah Nathan Tjo A On dianggap menarik kaos penyerang Australia.
Wasit, Adham Makhadme (Jordania) harus diakui sangat fair alias benar-benar berkualitas tinggi memimpin. Tapi dia mendapat informasi dari wasit VAR asal Thailand ada trouble terjadi di kotak penalti. VAR akhirnya menghukum Indonesia lewat 12 pas itu. Sepakan Boyle pun gol ! 1-0.
Sebelumnya, ketika penalti Indonesia yang gagal, Makhadme tak melihat VAR karena berada didekat dia. Bukan karena dia pernah beberapa kali memimpin Liga 1 Indonesia. Tapi karena dia melihat Rafael punya peluang cetak gol dibanding tarikan Nathan tadi.
Akhirnya berantakanlah permainan Indonesia. Disini PK tak bisa berbuat apa-apa, sementara disisi lain di Jakarta kekhawatiran Shin Tae Yong (STY) yang bikin nobar mulai tampak.
PK tetap yakin dengan arahan untuk tampilkan sepak bola menyerang. Penguasaan bola dari catatan situs resmi FIFA, Indonesia 61% dibanding Australia 39 %, bro !
Tapi, sepakbola adalah tentang gol dan kemenangan bukan ball possesion tadi.
Terlihat jelas lini tengah dan belakang tak siap disaat digempur kembali Australia. Hingga akhirnya skor terkunci 5-1.
Membangun chemistri walau nyaris 95 persen dari Belanda dianggap cukup hanya 2 hari ternyata. Padahal, level Tarkam saja paling tidak bisa 1 minggu he he he.
Kembali ke laptop. Raden Sananta yang diharapkan bisa menambah gedoran justru belum siap di ajang sekelas ini.
Apakah tidak lebih baik Joey Palupessy yang diturunkan? Agar tengah bergairah dan Tom Haye akan lebih ringan kinerjanya.
Atau Calvin Verdonk diberi kebebasan melakukan over lapping karena dia sepertinya “dibetahkan” di kiri belakang. Dengan catatan ada switch posisi dengan Dean James begitu dia naik. Masih untung Romeny yang berjuang sendiri di depan bisa membuat gol hiburan.
Turun dengan formasi 4 bek, dimana Rizky Ridho tergusur juga mengindikasikan sepakbola bertahan atau parkir bus bukanlah filosofi dari Towel … eh sory PK maksudnya.
Mau panjang-panjang tulisan ini juga kita semua tetap punya pendapat masing-masing. Dan dari sudut pandang masing-masing.
Yang pasti, kekalahan telak Indonesia diluar dugaan. Sekira 149 negara pembeli hak siar pasti “bingo” atas apa yang terjadi.
Jelas ini berdampak besar di GBK, 25 Maret nanti. Ya, mental Indonesia guncang. Ini sangat rawan. Sebab, ada pesan dari Jepang dari Bahrain.
Jepang gagal membongkar pertahanan Bahrain pada 45 menit awal. Barulah di babak kedua, raja Asia itu membombardir Bahran dengan 2 gol.
Pesan itu bukan dari siapa-siapa malah, tapi dari pencetak gol pertama ke gawang Bahrain, Daichi Kamada.
Eks anggota SS Lazio yang kini main di Premiership bersama Cristal Palace, menyebut Bahrain memperagakan defensif football alias bertahan.
Dan sesekali keluar menyerang karena mereka tahu Jepang sulit diimbangi kecepatannya.
Indonesia, kata dia, harus hati-hati jika keluar menyerang tanpa memperhatikan serangan balik. Kalaupun Bahrain gagal membuat gol di gawang Jepang, Indonesia yang bakal main di depan 80 ribu pendukung di Senayan, akan ketambahan beban lagi.
Bahrain bukan Australia. Sebagai tuan rumah bukan berarti akan kerja mudah. Tapi justru bisa kian menyulitkan Indonesia kalau mental mash terganggu.
Walaupun juga, kabarnya, 3000 tiket untuk fans Bahrain, katanya, tidak terjual sebab tidak ada fans mereka yang membelinya namun tragedi Sydney membekas.
Jadi ? Siapkah PK cs bangkit atau? Sampai disini, Medsos, jelas, akan memainkan hak suaranya lagi. Bukan hanya mengecam lewat ciutan karena paling parah langsung dibandingkan dengan STY. Di.luar medsos pun lbih gila, teriakan nama STY akan membuat Anda di titik terendah, brur PK ! (***)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini