23.4 C
Manado
Jumat, Mei 1, 2026
spot_img
Beranda Pendidikan Polimdo Polimdo Rayakan Paskah: Damai Kristus dan Kepedulian Sosial untuk Mahasiswa Papua

Polimdo Rayakan Paskah: Damai Kristus dan Kepedulian Sosial untuk Mahasiswa Papua

MANADO, radarmanadoonline.com— Dalam semangat kebangkitan dan perdamaian, Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar ibadah bersama dalam rangka merayakan Hari Raya Paskah, Jumat (25/4/2025), bertempat di Gedung Administrasi kampus.

Ibadah dipimpin oleh Pdt. Alfrets Daleno, S.Th., M.Pdk dengan tema “Damai Sejahtera Kristus” yang diangkat dari Injil Yohanes 20:26, ayat yang menyoroti momen penampakan Yesus kepada murid-murid-Nya delapan hari setelah kebangkitan, dengan salam: “Damai sejahtera bagi kamu.”

Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Paskah menjadi momen penting untuk memperkuat iman dan kebersamaan seluruh civitas akademika.

“Karena selaku umat beriman kita pun sudah melewati masa minggu sengsara dan ini sudah berada di masa Paskah. Dan menghayati akan Jumat Agung dan masa Paskah,” ujar Alelo.

Sebagai wujud kepedulian sosial dalam semangat kasih Paskah, Alelo juga menyerahkan donasi kepada mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di berbagai jurusan di Polimdo.

“Kami pun berbagi kasih dengan mahasiswa Papua biarpun seadanya,” tambahnya.

Acara ini diikuti oleh para wakil direktur, pimpinan jurusan, pegawai, serta mahasiswa. Ibadah berlangsung dalam suasana khidmat, penuh refleksi, dan kebersamaan lintas latar belakang.

Ayat alkitab Yahanes 20:26 yang dijadikan tema ibadah ini  mencerminkan semangat perdamaian pasca penderitaan. Dalam kisah tersebut, Yesus hadir di tengah murid-murid yang diliputi ketakutan, membawa pesan damai dan penguatan iman. Nilai tersebut relevan tidak hanya dalam konteks spiritual, tetapi juga kehidupan kampus dan sosial — bahwa kedamaian adalah dasar pertumbuhan bersama.

Sebagai institusi vokasi, Polimdo menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial adalah bagian dari karakter pendidikannya. Paskah bukan hanya dirayakan sebagai tradisi iman, tetapi juga dimaknai dalam tindakan nyata — seperti dukungan terhadap mahasiswa dari daerah 3T, dalam hal ini Papua. (ivn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini